Mengenal Tanaman Buah Gandaria Beserta Cara Budidayanya

Sebelum melakukan budidaya buah gandaria, bagaimana jika kamu ketahui jenis tanaman apa ini dan apa manfaatnya. Yuk, simak artikel berikut ini.

Gandaria merupakan tanaman buah yang tumbuh di daerah tropis dan menyerupai mangga. Tanaman ini merupakan tanaman khas Maluku, namun penyebarannya mencapai Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan hingga Malaysia.

Gandaria memiliki potensi untuk dijadikan sebagai obat herbal. Selain itu, secara umum buah gandaria dimanfaatkan untuk campuran pembuatan sambal.

Secara morfologi, batang tanaman gandari memiliki diameter sekitar 55 cm. Memiliki daun berbentuk lonjong dengan panjang yang dapat mencapai 30 cm dan lebar sekitar 4-8 cm berbentuk baji.

Daunnya berwarna coklat saat mudah dan hijau tua saat tua. Untuk bunganya, jenis bunga gandaria adalah majemuk dengan panjang 4-13 cm.

Buah gandaria memiliki bentuk lumayan bundar dan berwarna hijau saat mudah dan berubah menjadi oranye saat masak. Kulit buahnya dapat dimakan, terasa masam atau manis dan berair.  Warna bijinya keunguan.

Gandaria diketahui mengandung minyak essensial golongan hidrokarbon terpena serta mengandung senyawa yang mengandung oksigen seperti alkohol, asam, aldehid, ester dan keton.

Gandaria juga mengandung senyawa metabolit sekunder berupa saponin, fenolik dan flavonoid.

Karena kandungannya, buah gandaria dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, diantaranya: sebagai antioksidan, menjaga kelembaban kulit, meningkatkan ketahanan tubuh, mengurangi resiko kanker, dll.

Cara Budidaya Buah Gandaria

Jika Anda tertarik membudidayakan tanaman gandaria, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda  perhatikan:

Baca Juga: Cara Budidaya Buah Tin Dalam Pot Bagi Pemula

Syarat Tumbuh

Tumbuhan gandaria mampu tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Secara liar tanaman gandaria tumbuh di ketinggian 300 mdpl, namun pada pembudidayaan, telah berhasil di tanam pada ketinggian 850 mdpl.

buah gandaria
https://www.wasatha.com

Penyiapan Bibit

Jika menggunakan biji, Anda harus memilih pohon gandaria dengan silsilah yang bagus. Ambil buah dari pohon, pisahkan biji dengan daging buahnya kemudian disemai dan ditanam sampai bertunas.

Setelah tumbuh sekitar 20 cm, pindahkan bibit ke polybag dan pindahkan lagi ke tanah saat tanaman sekitar 70 cm.

Jika menggunakan cara vegetatif, metode umum yang digunakan adalah cangkok dan okulasi. Anda dapat membeli bibit hasil cangkokan di penjual tanaman buah atau taman.

Baca Juga: 5 Tips Budidaya Buah Naga di dalam Pot

Pembuatan Lubang Tanam

Buat lubang dengan kedala 50 cm dan dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Kemudian taburkan kompos atau pupuk kandang setinggi 1/3 bagian dan biarkan lubang selama 5-7 hari untuk stabilisasi.

Dan perhatikan areal penanaman untuk memastikan tanaman gandaria mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dan jangan menanam gandaria di dekat bangunan karena akarnya dikhawatirkan akan merusak struktur bangunan.

gandaria
Bibliotika.com

Perawatan

Untuk perawatannya, bersihkan gulma di sekitar tanaman gandaria agar tidak terjadi kompetisi hara dan gandaria dapat tumbuh dengan maksimal.

Lakukan pemupukan saat tanaman sudah berusia 2 bulan dengan menggunakan pupuk kandang dan sebisa mungkin hindari penggunaan pupuk kimia.

Pemanenan

Tanaman gandaria yang dibudidayakan dengan cangkok biasanya lebih cepat berbuah. Umumnya buah gandaria hasil cangkokan akan berbuah saat berusai 5-6 tahun setelah penanaman.

Namun hal tersebut tetap tergantung kualitas bibit dan keadaan tanah. Sementara untuk tanaman gandaria yang ditanam melalui biji, akan lebih lama berbuah yaitu sekitar 10 tahun setelah penanaman.


Itulah artikel mengenai cara budidaya buah gandaria dan manfaatnya. Selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Panduan Cara Budidaya Langsat Agar Cepat Berbuah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber gambar utama: food.detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.