Cara Mengendalikan Hama Penghisap Buah pada Kakao

Serangan hama adalah salah satu masalah utama dalam pertanian. Kakao merupakan salah satu komoditas pertanian yang rentan diserang hama. Selain hama penggerek, jenis hama yang paling sering menyerang tanaman ini adalah hama penghisap buah kakao (Helopeltis spp.). Berbagai studi menunjukkan bahwa serangan hama ini dapat menurunkan produktivitas buah kakao hingga 50-60%. Tentu saja petani akan mengalami kerugian besar.

Biasanya, hama penghisap buah menyerang saat pagi dan sore karena jenis hama ini tidak menyukai sinar matahari. Oleh karena itu, hama penghisap buah kakao biasanya bersembunyi di bagian tanaman yang gelap (misalnya di balik daun atau buah, bahkan batang).

Serangan hama ini pada buah kakao yang masih muda dapat menyebabkan kulit buah menjadi retak dan terjadi pertumbuhan buah yang abnormal (malforasi). Karena pertumbuhannya yang abnormal, otomatis perkembangan biji pun dapat terhambat.

Sementara itu, serangan hama penghisap buah pada buah kakao yang  lebih tua dapat menyebabkan kulit buahnya penuh dengan bintik-bintik hitam. Maka dari itu, petani sebaiknya tahu bagaimana cara mengatasi hama penghisap buah pada kakao ini.

Berikut ini 3 cara mengendalikan hama penghisap buah pada kako.

Pengendalian secara biologis

Secara biologis, pengendalian hama penghisap buah pada kakao dapat dilakukan dengan metode inokulasi, yaitu dengan memindahkan mikroorganisme, baik bakteri maupun jamur, dari tempat aslinya ke sebuah medium baru.

Metode inokulasi ini dilakukan dengan memindahkan kutu putih untuk mengundang semut hitam yang merupakan musuh alami dari hama ini. Semut-semut hitam akan memakan telur-telur hama yang terdapat di permukaan buah.

Selain inokulasi kutu putih, semut hitam dapat diundang dengan membuatkan mereka rumah yang terbuat dari seresah yang diikatkan pada percabangan tanaman kakao.

Pengendalian hama secara kultur teknis

Bentuk pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara memangkas cabang-cabang tanaman kakao yang sudah tidak produktif dan saling tumpang tindih. Melalui pemangkasan cabang-cabang tersebut, kelembaban area penanaman akan menurun.

Wilayah yang lembab merupakan wilayah yang disenangi oleh hama penghisap buah kakao. Jika wilayah tersebut tidak cukup lembab untuk ditinggali, maka hama penghisap buah akan pergi mencari tempat lain yang lebih lembab.

Baca juga: Prospek Produksi Kakao di Indonesia

Membudidayakan Kakao
Foto: jitunews.com

Selain melakukan pemangkasan cabang tanaman kakao, pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan dengan cara lain, salah satunya dengan menanam tanaman naungan seperti lamtoro dan sengon di sekitar area penanaman kakao. Tanaman naungan ini akan menjadi rumah yang baik bagi semut hitam yang merupakan musuh alami dari hama penghisap buah pada kakao.

  1. Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian hama secara kimiawi merupakan bentuk pengendalian hama yang paling sering kita jumpai dilakukan oleh petani, baik secara nasional maupun global.

Namun, pengendalian ini sebenarnya merupakan pilihan terakhir setelah pengendalian bentuk lain kurang memuaskan atau bahkan tidak berhasil. Bentuk pengendalian ini dapat dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida pada tanaman sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Selain insektisida, kita juga dapat mengaplikasikan pupuk yang mengandung unsur P dan K. Unsur P dapat mempertinggi kemampuan regenerasi tanaman kakao dari kerusakan, sedangkan unsur K memiliki peran penting untuk memperkuat jaringan tanaman. Hal yang dihindari adalah unsur N, karena jika diterapkan secara berlebihan, unsur ini dapat melunakkan jaringan tanaman.


Itulah 3 cara mengendalikan hama penghisap buah pada kakao. Nah, bagi kamu yang sedang atau berencana membudidayakan kakao, cara mengatasi hama ini penting untuk diketahui.

Klik & Baca: Masnawati, Petani Muda yang Terjun ke Usaha Pembibitan Kakao

Penulis: Hutri Cika Berutu

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.