6 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa / Patek pada Cabai

Penyakit antraknosa pada cabai, atau dalam bahasa sehari disebut penyakit patek, merupakan serangan yang sangat umum ditemukan pada tanaman cabai.

Penyakit ini dapat membawa kerugian besar bagi petani. Bahkan Balai Penelitian Holtikultura Lembang mengatakan bahwa hasil panen cabai dapat berkurang hingga 50 – 100% pada musim hujan, terutama jika tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat.

Penyakit patek disebabkan oleh dua jenis jamur Colletotricum capsici dan jamur Gloeosporium sp. Keduanya memiliki ciri serangan yang berbeda-beda.

  • Jamur Colletotricum capsici biasanya bekerja di bagian tengah buah cabai dan menyerang cabai yang sudah tua, sementara;
  •  Gloeosporium sp biasanya bekerja di bagian ujung buah cabai dan menyerang cabai yang tua maupun muda.

Faktanya, jamur-jamur penyebab penyakit antraknosa tidak hanya menyerang bagan buah cabai saja, tetapi juga menyebar hingga ke batang, ranting, dan daun. Oleh karena itu, petani harus was-was dengan jenis penyakit cabai yang satu ini.

Baca: Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula

Petani juga harus berusaha mencegah dan mengendalikan serangan jamur penyebab penyakit antraknosa tersebut. Berikut langkah-langkahnya:

1. Perhatikan lingkungan penanaman cabai

Jamur penyebab antraknosa berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki kelembaban yang tinggi disertai suhu udara yang juga tinggi.

Oleh karena itu, pastikan lingkungan penanaman cabai tidak banyak terdapat genangan air, karena ini dapat menjadi tempat yang sangat baik untuk perkembangan Colletotricum capsici dan Gloeosporium sp.

Selain itu, kita juga perlu memastikan bahwa lokasi penanaman cabai kita bukanlah bekas lahan cabai, tomat, terong, dan tanaman lain yang satu famili dengan cabai.

Hal ini dikarenakan spora jamur Colletotricum capsici dan Gloeosporium sp dapat bertahan di dalam tanah hingga waktu tahunan.

Baca: 5 Jenis Tanaman Hortikultura

2. Perhatikan jarak penanaman

Cara menanggulangi penyakit cabe

Usahakan menanam cabai dengan membuat jarak tanaman yang tidak terlalu rapat.

Jika tanaman terlalu rapat dan hujan turun terus-menerus, maka kelembaban lingkungan penanaman tersebut akan semakin tinggi dan membuat jamur cepat berkembang.

3. Pilih bibit yang sehat

Pemilihan bibit tentu sangat berpengaruh pada keberhasilan panen tanaman, termasuk cabai.

Oleh karena itu, pilihlah bibit yang berasal dari cabai sehat, bukan bibit dari cabai yang sebelumnya sudah terkena penyakit antraknosa. Hal ini dikarenakan spora jamur masih bisa bertahan pada benih.

Penyakit cabe
Source: infoagribisnis.com

4. Perhatikan penggunaan pupuk dan fungisida

Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen rendah.

Hal ini dikarenakan unsur Nitrogen dapat akan membuat tanaman menjadi rimbun yang akhirnya membuat lingkungan tanaman tersebut menjadi lembab.

Untuk pemupukan tanaman, gunakanlah pupuk yang mengandung unsur Kalium dan Kalsium yang tinggi. Kedua unsur ini dapat membantu pengerasan kulit buah cabai.

Selain itu, penggunaan fungisida juga sangat penting diterapkan pada tanaman yang rentan terkena jamur. Untuk mengendalikan serangan penyakit antraknosa, gunakanlah fungisida dengan bahan aktid mankozeb atau tembaga hidroksi.

Penyemprotan fungisida ini harus sesuai dengan ketentuan.

Baca: Data Produksi Cabai Terus Meningkat, Namun Harga Pasar Selalu Tinggi

5. Lakukan pengamatan tanaman

Amatilah tanaman cabaimu secara rutin. Jika terdapat tanaman yang menunjukkan gejala-gejala terserang antraknosa, segera lakukan penanganan yang tepat.

Penanganan dapat dilakukan dengan cara membuat atau membakar buah cabai yang sakit agar jamurnya tidak pindah ke tanaman yang sehat.

6. Penggunaan mulsa

Untuk meminimalisir perkembangan jamur penyebab antraknosa, sebaiknya kita menggunakan mulsa plastik berwarna hitam perak.

Mulsa jenis ini dapat memantulkan sinar matahari lebih maksimal ke permukaan bawah daun cabai. Hal ini akan mengurangi tingkat kelembaban di area lingkungan tanaman.

Di samping itu, penggunaan mulsa juga efektif untuk menghindari penyebaran spora jamur yang biasanya ikut bersama dengan percikan hujan.

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.