Mengolah Tandan Kosong Menjadi Pupuk Organik

Setiap tanaman yang hendak dimanfaatkan agar dibudidayakan tentu membutuhkan pupuk untuk menjaga substansi nutrisi dari tanaman karena pupuk juga sangat berperan dalam tumbuh kembang tanaman tersebut. Pupuk juga bisa didapatkan baik secara organik maupun non organik.

Bahan-bahan organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dengan melalui proses dekomposisi atau fermentasi oleh mikoroorganisme. Hal tersebut juga bisa diterapkan pada tandan kosong sebagai bahan dasar pembuatan kompos. Kamu bisa memanfaatkan tandan kosong dari kelapa sawit kamu agar diolah dan menjadi pupuk organik loh.

Penasaran kan? Pertama-tama, mari siapkan alat dan bahan berikut ini :

Alat dan Bahan

Bahan
1. Tankos
2. Aktivator Pengomposan

Alat
1. Plastik
2. Mesin Pencacah

Setelah kamu menyiapkan bahan-bahan diatas, yuk mari kenali cara pembuatannya.

Langkah Pengolahan Pupuk Kompos

1. Pencacahan

Pertama-tama anda harus mencacah tankos agar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah terurai. Semakin kecil hasil cacahan anda maka hasilnya proses pembuatan pupuk tankos juga menjadi lebih cepat.

Untuk hasil yang maksimal, anda bisa melakukan pencacahan dengan mesin pencacah yang dirancang dengan hasil ukuran yang dihasilkan kurang dari 5 sentimeter.

2. Inokulasi

Inokulasi merupakan proses memindahkan bateri dari habitat asalnya ke tempat baru. Nah, proses dekomposisi pada pembuatan pupuk organik dipercepat dengan memanfaatkan cara Inokulasi. Karena, proses dekomposisi tankos secara alami membutuhkan waktu yang lama.

Gunakan campuran aktivator pada cacahan tandan sawit secara merata, dimana kadar air pada cacahan sebaiknya berada disekitaran 60 % atau cukup lembab untuk mendukung kerja bakteri agar dapat berkembang seara optimum.

Baca Juga : 6 Tips Mengelola Perkebunan Sawit

3. Inkubasi

Proses dekomposisi hanya bisa terjadi dalam kondisi anaerob atau kondisi tanpa oksigen. Jadi sebaiknya dilakukan proses inkubasi atau menutup cacahan sawit yang telah melewati inokulasi ditutupi secara menyeluruh dengan terpal atau plastik.

Proses ini berlangsung hingga 6-12 minggu dengan ciri-ciri kompos yang siap digunakan adalah sebagai berikut:

  • ¬†Warna terlihat coklat kehitaman
  • Suhu tankos lebih dingin
  • Tekstur yang lebih lembut dan hancur saat diremas

Setelah ketiga proses itu selesai dilakukan, maka kompos siap untuk dipanen, dikemas dan digunakan atau dipasarkan.

Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.