Minimnya Investasi Sektor Pangan, Tanda Infrastruktur Belum Memadai

Investasi sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan di berbagai sektor, termasuk sektor pertanian. Namun nyatanya, justru yang terjadi adalah minimnya investasi sektor pangan.

Juan P. Adoe selaku Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan mengatakan bahwa penting sekali melakukan penekananan investasi di bidang subsektor pangan. Praktiknya adalah dengan menyediakan fasilitas infrastruktur keuangan yang memadai.

“Juga perlunya infrastruktur pembiayaan perbankan yang lebih inovatif dan kreatif,” kata dia, dalam acara rakornas pangan di Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Kemudian ia juga menyampaikan bahwa penting juga memberikan akses permodalan yang lebih mudah kepada petani dan peternak dengan skema perkreditan yang lebih baik dan kompetitif. Kondisi ini tentu dapat memberikan nilai tambah bagi para petani maupun peternak untuk meningkatkan investasi sektor pangan.

Baca Juga : Pentingnya Pembukuan Akuntansi untuk Petani

Dia memaparkan data Kementerian Perindustrian menyebutkan sektor makanan menjadi penyumbang utama penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 7,1 triliun, dan kedua terbesar penanaman modal asing (PMA) senilai USD 376 juta pada kuartal I/2019.

Pada periode-periode sebelumnya, sektor makanan juga menjadi salah satu kontributor utama investasi, terutama untuk PMDN.

“Kita harapkan investasi di sektor pangan terus tumbuh, tentunya ini perlu didorong dengan kebijakan fiskal dan insentif yang baik, karena akan berpengaruh banyak pada keberlanjutan pertanian dan industri makanan,” tutupnya.


Nah itu dia sedikit ulasan untuk artikel minimnya investasi di bidang sektor pangan, Bagaimana menurut kamu? Apakah hal ini sudah kamu rasakan sobat PTD?

Baca Juga : Investasi Pertanian Syariah, Menguntungkan Memberi Dampak Sosial

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.