Oshi Trisna, Mahasiswa Yang Sudah Menekuni Hidroponik

Petani Berbagi

Halo saya Oshi Trisna, tinggal di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Jadi, usaha berbudidaya hidroponik ini sudah saya geluti sejak 2 tahun lalu. Oh ya, saya masih mahasiswa lho, dan sekarang sedang menjalani semester akhir.

Nah, jadi sistem hidroponik yang saya terapkan dikebun yaitu NFT (Nutriente Film Technique). Tanaman yang saya tanam saat ini ada selada, pakcoy, sawi keriting. Tapi saya lebih banyak menanam selada karna permintaan yg cukup tinggi di daerah saya. Saking tingginya permintaan, saya sempat kewalahan juga melayani permintaan pasar.

Alhamdulillah sekarang sudah mulai terkontrol manajemen tanamnya. Saya juga biasa dipercayakan menjadi pemateri beberapa sekolah, instansi lain untuk mengisi pelatihan hidroponik.

Visi saya yaitu semoga masyarakat terutama yang ada di daerah saya dapat memanfaatkan lahan pekarangan mereka walaupun sempit, tapi bisa dimanfaatkan untuk berbudidaya hidroponik.

Untuk tekniknya saya terapkan 1 sistem saja, yaitu NFT. Jadi sistem NFT ini teknisnya mengalirkan air yg sudah tercampur nutrisi secara terus menerus. Secara sirkulasi dan meja instlasi diatur dengan kemiringan 2-5%.

Kemudian air + nutrisi diserap oleh akar tanaman guna untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut.


Untuk penambahan nutrisi, saya gunakan ABmix. Nutrisi ini diberikan secara berkala yaitu setiap minggu sekali tergantung umur dan jenis sayuran.

Untuk jenis sayuran sawi – sawian, ketentuan PPM (Part Per Million)-nya berkisar dari 800-1200 PPM, kemudian untuk Selada ketentuan PPM-nya mencapai 600-840 PPM.

Di sini saya menerapkan tanam secara tumpang sari (sawi dan selada) dalam 1 meja & 1 sistem , maka saya memakai ketentuan PPM dari tanaman selada. Karena jika saya memakai ketentuan PPM dari sawi, maka selada tsb akan overdosis, biasa ditandai dengan tanaman selada akan tumbuh berbatang, tinggi atau biasa disebut bolting dan tepi daun biasanya agak terbakar.

Itulah pengalaman saya dalam membudidayakan sayur hidroponik. Mudah – mudahan kaum millenial sekarang bisa terinspirasi dan mau berprofesi sebagai petani.

Oshi Trisna – Petani Millenial 
Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian 
Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.