Soft Launching Aplikasi TIGATA, Belanja Online Kebutuhan Dapur

Kabanjahe, 01 Mei 2020 – Perusahaan rintisan atau Startup Pak Tani Digital menyerahkan Aplikasi Belanja Online Kebutuhan Dapur kepada Moderamen GBKP melalui Gugus Tugas Covid-19. Hal ini serentak dengan gelaran soft-launching penggunaan Aplikasi yang sudah dapat langsung digunakan untuk berbelanja kebutuhan Sayur-mayur.

Kegiatan soft launching dihadiri dan diresmikan langsung oleh Ketua Moderamen GBKP Pdt. Agustinus P Purba, S,Th, M.A. dan Kabid Diakonia sekaligus Sekretaris Umum Pdt. Rehpelita Ginting, Sth.M.Min dan Ketua Gugus Covid-19 GBKP Pdt Rosmalia Br Barus, S.Th beserta jajarannya dan Founder Pak Tani Digital Mahendra Tlapta Sitepu, ST.

Pemasaran Hasil Pertanian melalui TIGATA
Mahendra Tlapta Sitepu sebagai Founder Pak Tani Digital menyampaikan apa yang diharapkan dari pengembangan sistem yang dibangun bertahap melalui aplikasi ini, yaitu antara lain:

  1. Petani (di hulu) perlahan bisa memotong beberapa rantai perdagangan sehingga harga jualnya lebih adil dan para Ibu rumah tangga (di hilir) dapat memperoleh kebutuhan dapur dengan menghemat waktu, tenaga,serta memperoleh harga yang kompetitif.
  2. Sangat relevan berbelanja online di tengah situasi pandemi saat ini yang menuntut menjaga jarak dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
  3. Terbukanya aktivitas pekerjaan baru semisal pengantar barang, pengurus admin, digital marketer, stock-controller hingga pekerja IT. Juga terbukanya kesempatan kemitraan terutama antara TIGATA dengan petani kecil dan pedagang kecil kedepannya.
  4. Mengembangkan ekonomi berbasis komunitas yang makin kedepannya merupakan rival terkuat bagi ekonomi berbasis kapital, semisal KaroPay vs GoPay hingga Karopedia vs Tokopedia, khususnya untuk produk-produk identik.
  5. Komunitas akan memiliki pengalaman sangat berharga melalui eksperimen membangun SDM dan Infrastruktur berbasis BIG DATA, yang merupakan aset luar biasa berharganya makin kedepannya. Ini jugalah yang dilakukan hampir seluruh startup-startup yang menjadi unicorndi banyak negara dunia. Juga menjadi modal men-solusi berbagai persoalan kompleks yang selama ini terjadi di lingkup pertanian, dimana lokomotif utamanya adalah tata niaga.
  6. Jika model eksperimen ini sukses, maka komunitas ini bisa memberkati community/society lainnya dengan membagikan pengalaman dari sistem pemberdayaan jemaat, masyarakat atau diakonia bersemangat Society 5.0 yang melampaui konsepsi Industri 4.0.

Belanja Online Kebutuhan Dapur melalui TIGATA

“Aplikasi Tigata, merupakan sebagai sarana pelayanan gereja GBKP untuk pelayanan ke para petani khususnya petani-petani kecil didalam pemasaran hasil pertanian,” ujar Pdt. Agustinus Purba.

“Petani kita harus sejahtera”. Perencanaan pengembangan di sektor pertanian harus diintegrasikan dengan pengembangan bisnis startup yang berperan sebagai penghubung antara petani sebagai produsen dengan pembeli melalui sistem teknologi informasi. “Dalam pengintegrasian itu, semua pihak dapat berperan sangat besar,” ujar Mahendra.

Semoga Aplikasi Tigata dapat menjadi solusi bagi pemasaran hasil pertanian dan belanja online kebutuhan dapur di Indonesia.

Besar harapan semua tim Pak Tani Digital, Moderamen GBKP, Tigata untuk untuk masyarakat agar dapat mendukung terlaksananya Visi dan Misi Tigata untuk menjadi solusi pemasaran hasil pertanian petani langsung ke pembeli akhir khususnya rumah tangga agar dapat berjalan dengan baik.

Baca Selanjutnya: Mengapa Harus Pak Tani Digital?


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Editor: Yosephine Sembiring

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.