Pak Tani Digital Raih HKTI Innovation Award 2018

Penghargaan kepada Pak Tani Digital sebagai startup marketplace produk pertanian dan peternakan merupakan kabar gembira buat petani Indonesia.

 

Pemberi penghargaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI dalam acara pemberian penghargaan HKTI Innovation Award 2018 menilai Pak Tani Digital sebagai salah satu startup yang inovatif dalam membantu kesejahtraan petani.

 

Salah satu anggota Tim Pak Tani Digital, Ronaldi Tumanggor dalam postingan di media social mengatakan Pak Tani Digital merupakan ”solusi digital untuk pertanian Indonesia untuk membantu kesejahteraan petani.”

Saat mewakili tim menerima penghargaan HKTI Innovation Award 2018 Kategori Of-Farming Innovation ini, Ronaldi juga menyampaikan, “Pekerjaan belum usai dan inovasi akan terus berlanjut”

 

Berdasarkan pantauan media, penganugerahan penghargaan HKTI Innovation Awards 2018 diberikan kepada 7 pemenang dari 67 submisson.

Pak Tani Digital HKTI Innovation Award 2018
Gambar: Foto Bersama semua peraih HKTI Innovation Award 2018

 

Para peraih penghargaan HKTI Innovation Award 2018 adalah :

  • Kategori Inovasi Hulu Pertanian (Upstream Innovation in Agriculture, On-farming Innovation):

Peringkat I

a. Inovator: Suprayogi dan Tim, Jawa Tengah

b. Judul Karya Inovasi: Varietas Padi Unggul Toleran Salin (Asin) Inbrida Padi Irigasi UNSOED 79 AGRITAN: Solusi untuk Desa Pesisir

 

Peringkat II

a. Inovator: Nurkillah (Asosiasi Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu), Jawa Barat

b. Judul Karya Inovasi: Petani Tanggap Perubahan Iklim

  • Kategori Inovasi Hilir Pertanian (Downstream Innovation in Agriculture; Off-farming Innovation)
Pak Tani Digital HKTI Innovation Award 2018
Gambar: Tim Pak Tani Digital di Acara ASAFF 2018, JCC Senayan Jakarta

a. Inovator: Mahendra Tlapta Sitepu dan Tim, Sumatera Utara

b. Judul Karya Inovasi: Pasar Digital Pertanian Terpadu

 

  • Kategori Inovasi Sosial (Social Innovation)

Peringkat I

a. Inovator: Romanus Meak, Papua

b. Judul Karya Inovasi: Sang Guru-Inovator dari Lumpur Asmat: Mengubah Tanah Lumpur menjadi Lahan Kebun Organik

 

Peringkat II

a. Inovator: Arif Budiono & Yayasan Bina Insan Berdikari, DI Yogyakarta

c. Judul Karya Inovasi: Program Asimilasi Warga Binaan Lembaga Permasyarakatan melalui Pertanian Inovatif

 

Peringkat III

a. Inovator: Jamaluddin, Sulawesi Selatan

b. Judul Karya Inovasi: Gerakan Cerdas Anak Petani

 

  • Kategori Inovator Muda (Young Innovator)

a. Inovator: Vernandi Yusuf Muhammad & Tim, DI Yogyakarta

b. Judul Karya Inovasi: Bluetooth untuk Pemantauan dan Pengendalian Hidroponik

 

Dalam acara penganugerahan tersebut, Ketua HKTI Jend (Purn) Moeldoko yang juga selaku Kepala Staf Kepresidenan mengatakan HKTI berupaya terlibat dalam pengembangan inovasi dan teknologi petani.

Baca juga: 4 Inovasi Pertanian oleh Mahasiswa UGM

Harapannya, jika semakin banyak petani yang menguasai teknologi dan juga inovatif, akan meningkatkan kesejahteraan petani. Meski begitu, para pelaku di sector pertanian tetap harus menjaga kearifan local agar teknologi dan inovasi bisa saling melengkapi.

Pak Tani Digital HKTI Innovation Award 2018
Gambar: Presiden Jokowi Hadir di acara Asian Agriculture & Food Forum 2018

 

Penghargaan Petani Inovatif

 

Ajang apresiasi atau penghargaan kepada para petani berprestasi kian sering. Ini tentu hal yang menggembirakan. Penghargaan-penghargaan itu lebih dari sekedar tropi dan hadiah yang diterima oleh para pelaku pertanian.

 

Yang lebih penting dari itu adalah, ajang tersebut bisa menjadi salah satu indikator perkembangan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Kemudian, publikasi dari prestasi para pejuang pertanian itu bisa menjadi salah satu sumber inspirasi pembangunan pertanian bagi petani lain.

 

Tidaklah berlebihan jika kita berpendapat bahwa ajang penghargaan kepada para petani semakin melibatkan banyak lembaga dengan frekuensi yang lebih tinggi, akan memacu perkembangan sektor pertanian dengan lebih cepat.

Baca: Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan

Minimal, dari kegiatan semacam itu, selain bisa memotivasi petani untuk lebih berprestasi, masyarakat umum bisa melihat lebih jelas jika sector pertanian sungguh menjanjikan.

 

Di negeri ini, sudah ada sekian banyak petani atau lembaga berprestasi dengan penghargaan dari dalam maupun internasional. Menurut riset di media, beberapa di antara petani dengan karya yang sangat inspiratif itu seperti;

 

Ulus Pirmawan 44 tahun, petani asal Jawa Barat ini menerima penghargaan dari Organisasi Pangan Dunia FAO sebagai petani yang berhasil mengangkat nasib para petani lainnya menjadi lebih sejahtera.

 

Ulus yang cuma mengenyam pendidikan SD ini punya prinsip bahwa ia dan para petani lainnya harus punya kemampuan lebih dari sekedar menanam, tapi juga punya kemampuan menjual.

 

Jika sebelumnya terpaksa menjual hasil pertanian kepada tengkulak, bersama kelompok taninya, Ulus dan para petani sayuran lainnya bahwa sudah bisa ekspor ke Jepang dan beberapa negara lainnya.

 

Pada saat menerima penghargaan FAO tahun lalu di Thailand bersama 4 petani lain dari Jepang, Nepal, Afghanistan dan Thailand, Ulus mengatakan jika penghasilan petani di kelompok taninya mencapai 15 juta rupiah lebih per bulan.

 

Untuk penghargaan dari dalam negeri, salah satunya datang dari Pemerintah, misalnya penghargaan Satya Lencana yang diberikan kepada para petani, nelayan dan pemerinta daerah yang dianggap berjasa dalam pembangunan ketahanan pangan. Salah satu yang kerap menerima penghargaan seperti ini adalah para petani dan pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi sebagai daerah penghasil cabe terbesar di tanah air.

 

Dari sekelumit peristiwa seputar penghargaan dan perjuangan para petani kita, kapan giliran anda untuk menorehkan prestasi untuk inovasi di bidang pertanian?


Penulis Fuad Bakhtiar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.