jeruk

Berikut Informasi dari Pak Tani Digital mengenai pengembangan inovasi baru disaat pandemi Covid-19

Pengembangan Inovasi

Inovasi Tanaman Jeruk

jeruk
pixabay.com

Baca juga: Memilih Belanja Atau Menyimpan Uang Saat Pandemi ?

Sektor pertanian Indonesia tidak pernah lepas dari permasalahan yang setiap tahunnya salah satu masalahnya adalah teknologi pertanian yang membuat kesulitan para petani.

Kemajuan dan pembangunan dalam bidang apapun tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi, revolusi pertanian didorong oleh penemuan mesin mesin dan cara cara baru dalam bidang pertanian.

Apabila tidak ada perubahan dalam bidang teknologi maka pembangunan pertanian pun berhenti.

Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mengingat bahwa peningkatan produksi melalui perluasan lahan (ekstensifikasi) sulit diterapkan di Indonesia.

Di tengah-tengah konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian semakin meluas.

Salah satu upaya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yaitu meluncurkan Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Tanaman Subtropika.

Hal itu dilakukannya untuk mendukung lahirnya kegiatan perbenihan, on farm dan pascapanen yang representatif untuk menjawab kebutuhan dari sektor pertanian.

Inovasi yang dikembangkan dari kegiatan perbenihan di TSP jeruk ini menggunakan teknologi produksi jeruk bebas penyakit yang dikembangkan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Punten dan IP2TP Tlekung, screen house (shade house) dan laboratorium.

Kegiatan on farm yang dikembangkan TSP antara lain seperti teknologi jeruk sitara, bujangseta dan organik.

Sedangkan kegiatan pascapanen yang dikembangkan yaitu packing house operation dan aneka produk olahan jeruk pangan dan nonpangan

Hal ini merupakan salah satu solusi untuk modal majunya pertanian dalam menghadapi segala situasi tantangan yang dihadapi oleh bangsa.

Ditambah lagi kondisi krisis di Indonesia yang hampir mengalami resesi ekonomi, maka dari itu keadaan ini harus menjadi peluang besar bagi petani.

Data Tanaman Jeruk

jeruk
pixabay.com

Baca juga: Yuk beralih Budidaya Wortel di Masa Pandemi

Sementara itu, Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Jufry mengungkapkan terdapat sinergi yang terintegrasi dari penelitian, produksi sampai dengan pascapanen komoditas tanaman jeruk dan subtropika ini.

Kepala Balitjestro Harwanto juga menjelaskan produk unggulan TSP Jeruk di perbenihan yaitu benih sumber jeruk bebas penyakit sebanyak 39 ribu yang sudah beredar di 26 provinsi.

Benih sebar jeruk sebanyak 15 juta di 30 provinsi yang setara dengan 39 ribu ha atau 69% dari total luas area panen jeruk nasional.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 minus 5,3%.

Namun, di saat sektor lainnya merosot, sektor pertanian masih mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif. PDB dari sektor pertanian terhitung naik 2,19% di Q2 2020.

Selama pandemi COVID-19 (Januari-Mei 2020), permintaan ekspor buah segar meningkat cukup besar hingga mencapai 375,04 ribu ton (meningkat 31,89% dibandingkan periode yang sama tahun 2019)

Dan nilai tambah ekspor meningkat 73,40% dibanding periode yang sama tahun 2019 (sebesar 191,23 juta US$).


Itulah informasi mengenai pengembangan inovasi baru pada tanaman jeruk. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Peluang Beriklan Secara Virtual Untuk Para UKM

Sumber: Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.