Startup Sosial Petani Indonesia
Mau tau informasi mengenai pupuk palsu yang beredar? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan nformasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!
Pupuk Palsu
Penyebab Beredar Pupuk Palsu

Baca juga: Dampak Positif dan Negatif Penggunaan Pupuk Kimia
Kelangkaan pupuk bersubsidi membuat beberapa oknum yang nakal dan tidak bertanggung jawab melakukan aksinya yaitu membuat pupuk palsu yang diedarkan ke pada petani dengan harga yang murah.
Pupuk bersubsidi jenis Phonska yang diduga palsu beredar di kalangan petani wilayah Planggu, Kecamatan Trucuk, Klaten, sejak Januari lalu.
Hal ini dibenarkan dengan seratusan petani di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten menjadi korban peredaran pupuk bersubsidi ini.
petani mendapatkan seratusan petani di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten menjadi korban peredaran pupuk bersubsidi yang diduga palsu.
Persoalan pupuk berawal ketika petani mengalami kesulitan mendapatkan pupuk termasuk dari pengecer resmi padahal tanaman sudah seharusnya sudah masuk pemupukan pertama.
Ketua kelompok Tani Sido Maju saat itu beritikad baik untuk membantu para petani dalam mendapatkan pupuk, sehingga dilakukan pengiriman pupuk tersebut sebanyak enam ton.
Yang dikirim dua kali dengan harga kesepatan Rp.110 ribu persak. Kepada petani dijual Epy 120 ribu per sak yang digunakan untuk operasional dan las kelompok.
Hal ini diketahui ketika para petani ketika selesai memupuk tanaman, ada beberapa perbedaan yang mencolok, untuk pupuk yang palsu tersebut lebih berat.
warna coklat keunguan dan jika dicampur dengan urea cepat basah dan jauh berbeda dengan pupuk yang biasa para petani pakai selama ini.
Penangkapan Pemilik Pupuk Palsu

Baca juga: Petani Wajib Tahu! 4 Jenis Pupuk Kompos dan Karakteristiknya
Dengan adanya laoran maka ditelusuri bahwa pupuk itu diketahui diproduksi di Gunung Kidul. Setelah dikembangkan lagi ternyata ada juga di Wonogiri.
Dan ketujuh lokasi pabriknya berhasil dibongkar dan polisi menagkap enam orang pemilik dan petugas pemasaran pupuk palsu itu.
Total pabrik pembuat pupuk ini ada tujuh buah. Tiga di antaranya berada di Gunungkidul, DIY, sedangkan empat lainnya berada di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.
Modus yang dipakai adalah memproduksi pupuk yang tidak sesuai standar, selain itu menggunakan kemasan pupuk yang mirip dengan pupuk yang beredar di pasaran.
Tersangka pada kasus ini yang diamankan Polda Jawa Tengah mengaku telah mengedarkan hasil produksinya di Kabupaten Klaten.
Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkab Klaten turun tangan untuk mendata dan memantau dampak bagi tanaman dan petani.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Pemkab Klaten, Widiyanti, menambahkan pengaruh pada pupuk palsu itu pada tanaman saat ini belum terlihat.
Namun diperkirakan dampaknya kepada produktivitas tanaman. Informasi dari kepolisian menyebutkan kandungan unsur senyawa dalam pupuk itu lebih rendah dari aslinya. Pihaknya pun akan terus memantau dan mengantisipasi dampak lanjutan.
Itulah informasi mengenai pupuk palasu beredar. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!
Baca juga: Pembuatan Pupuk Bokashi Skala Pertanian Maupun Rumah Tangga
Sumber: Detik.com
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di