Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai penyebab sektor pertanian indonesia tertinggal.

Pertanian Indonesia

Sektor Pertanian Saat Ini.

pixabay.com

Baca Juga : Dampak Buruk Jika Terjadi Krisis Pangan Di Suatu Negara

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis PDB sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020.

Yang mengalami penurunan sebesar 4,19 persen (Q to Q) dan secara year on year (yoy) turun 5,32 persen.

Selain sektor pertanian, sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif, yakni informasi dan komunikasi sebesar 3,44 persen dan pengadaan air 1,28 persen.

Pertumbuhan PDB sektor pertanian bisa mencapai 2,19 persen yoy pada kuartal II/2020 tersebut karena ditopang subsektor tanaman pangan yang tumbuh paling tinggi yakni sebesar 9,23 persen.

Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang sebenarnya tidak terdampak oleh pandemi Corona.

Hal ini tentu juga ditopang oleh keberpihakan pemerintah yang terus menyalurkan bantuan dan pendampingan kepada petani.

Upaya peningkatan produksi terus dilakukan Kementerian Pertanian, salah satunya saat ini ada fasilitas KUR. Petani tidak lagi dimanjakan dengan bantuan, tapi sudah mengarah ke sesuatu yang mandiri.

Penyebab Sektor Pertanian Tertinggal

pixabay.com

Baca Juga : Produk Olahan Kelapa Yang Diekspor Dimasa Pandemi

Kondisi sektor pertanian Indonesia menurun disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Untuk mengatasi masalah tersebut DPR mengajukan usulan kepada pemerintah agar lebih fokus ke sektor pertanian, sebagai salah satu cara untuk mendongkrak ekonomi nasional.

Sektor pertanian sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, akan tetapi Indonesia yang terkenal dengan sebutan negara agraris justru banyak melakukan impor kebutuhan pangan dari Negara lain.

Apa yang menyebabkan kondisi Pertanian di Indonesia tidak bisa maju seperti Negara Taiwan, Thailand, Jepang, dan Malaysia, berikut beberapa faktor penyebabnya:

1. Pola pikir masyarakat yang keliru terutama kaum terdidik mengenai pekerjaan dibidang pertaanian.

banyak sekali terutama mahasiswa yang enggan bekerja sebagai petani maupun yang berkaitan dengan pertanian dikarenakan anggapan miring mengenai pekerjaan tersebut.

2. Kapasitas produksi pertanian kurang diimbangi dengan usaha pemberdayaan bagi petani.

Hingga saat ini petani masih menggunakan metode-metode tradisional sehingga hasil produksi terkadang belum maksimal.

Untuk itu pemberdayaan petani dibutuhkan sebagai usaha peningkatan kualitas petani Indonesia.

3. Pemerintah Indonesia masih memilliki mindset politik anggaran ketergantungan konsumsi dari pada kecenderungan produksi di segala sector.

Dengan kata lain pemerintah masih menggantungan kebijakan pangan pada kemampuan impor.

4. Kurangnya usaha mendongkrak pangan nasional seperti menciptakan varietas unggul, metode budaya, maupun penanganan hama.

Selain itu, kurangnya inovasi dalam melakukan terobosan dengan menjaga laus tanam bulanan padi.

5. Kebijakan harga (pricing policy) terutama produk pangan beras kurang diterapkan di Indonesia yang menyebabkan petani banyak merugi ketika hasil panen didapatkan.

6. Pemerintah kurang peduli terkait soal-soal teknis seperti irigasi, bibit, maupun pupuk.

Tidak seperti di Negara-negara Asia lainnya di mana sektor pertanian sangat didukung oleh pemerintah.

Di Indonesia masalah teknis berterkait dengan hal tersebut masih dilakukan sendiri oleh masyarakat sehingga apabila terjadi kesulitan mengenai hal itu, masyarakat tidak mendapatkan solusi.

Dimasa pandemi seperti saat ini membuat sektor ekonomi mengalami penurunan.

Oleh sebab itu, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan sektor pertanian dan sumber daya alam Indonesia


Itulah informasi mengenai penyebab sektor pertanian indonesia tertinggal. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Syarat Dan Ketentuan Bagi Eksportir

Sumber : Liputan 6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.