Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai dampak buruk jika terjadi krisis pangan di suatu negara.

Krisis Pangan

Apa itu Krisis Pangan

pixabay.com

Baca Juga : Beralih Mengkonsumsi Ubi Guna Menjaga Ketahanan Pangan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Bahwa pengertian pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian.

Perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah

Yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia.

Termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan.

Dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.

Sedangkan krisis pangan adalah kondisi kelangkaan pangan yang dialami sebagian besar masyarakat di suatu wilayah.

Yang disebabkan oleh, antara lain, kesulitan distribusi pangan, dampak perubahan iklim, bencana alam dan lingkungan, dan konflik sosial, termasuk akibat perang.

Pengertian diatas dapat diartikan bahwa pangan merupakan kebutuhan terpenting bagi masyarakat, maka dari itu pemeritah melakukan kesiapsiagaan dalam krisis pangan.

Kesiapsiagaan tersebut ditetapkan oleh Kepala Lembaga Pemerintah, berbentuk program kesiapsiagaan krisis pangan nasional.

Ditingkat Provinsi ditetapkan Gubernur dengan program kesiapsiagaan krisis pangan Provinsi, dan Bupati atau Wali kota, untuk program kesiapsiagaan krisis pangan kabupaten atau kota.

Dampak Buruk Krisis Pangan

pixabay.com

Baca Juga : Beralih Mengkonsumsi Ubi Guna Menjaga Ketahanan Pangan

Ketika membahas tentang pangan, maka tidak luput dari sektor pertanian salah satunya.

Pangan merupakan kebutuhan primer manusia, kalau manusia sudah tidak dipenuhinya atas kebutuhan pangan, maka akan terjadi krisis kehidupan.

Sederhananya, manusia tidak menkonsumsi makanan akan terjadi kelaparan dimana-mana, tidak ada tumbuh kembangnya manusia dalam segi apapun.

Apalagi jika tidak terpenuhinya pangan yang bergizi, kepada manusia, maka mental dan nutrisi yang dimiliki manusia akan lemah atau dibilang kurang sehat.

Kegagalan supplay untuk memenuhi demand yang meningkat tajam menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dan struktural sistem pertanian dunia.

Penyebab dari ketidakseimbangan struktural ini berganda. Di sisi supply faktor utamanya adalah ketidakcukupan aliran sumber daya ke pertanian dari pihak swasta, dan pemerintah, serta negara-negara .

Donor ke negara-negara berkembang, sehingga investasi d ibidang pertanian sangat terbatas.

Di sisi demand, daya beli masyarakat rendah akibat tingginya angka kemiskinan.


Itulah informasi mengenai dampak buruk jika terjadi krisis pangan di suatu negara. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Beberapa Tips Mengurangi Konsumsi Nasi

Sumber : Kompas.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.