Berikut informasi dari Pak Tani Digital produk olahan kelapa yang diekspor dimasa pandemi.

Olahan Kelapa

Dampak Pandemi

pixabay.com

Baca Juga : Syarat Dan Ketentuan Bagi Eksportir

Ketika sejumlah sektor perekonomian mengalami kontraksi atau penurunan pertumbuhan di masa pandemi, hal berbeda justru dicatatkan oleh sector pertanian.

Pandemi corona virus disease 2019 atau Covid-19 memberi dampak yang dahsyat bagi perekonomian dunia.

Laju pertumbuhan ekonomi global diprediksi anjlok hingga ke level negatif tahun ini. Bahkan beberapa Negara besar telah tumbang dihantam resesi ekonomi.

Negara-negara yang secara resmi dinyatakan memasuki jurang resesi adalah Amerika Serikat, Jerman, Hong Kong, Korea Selatan serta Singapura.

Hal yang hampir sama dialami oleh banyak negara termasuk Indonesia. Covid-19 bagaikan badai yang sempurna dalam memporakporandakan perekonomian nasional.

Dampak Covid 19 tidak bisa dianggap reme, karena sangat berdampak juga dalam sektor pertanian, salah satu imbasnya yaitu terganggunya produksi petani di seluruh daerah.

1. Harga Pasar dan Pertanian,

2. Rantai Paskokan Panggan Melambat dan Kekurangan

3. Kesehatan Petani

4. Tenaga Kerja Pertanian

5. Keselamatan Pekerja dan Alat Pelindung Diri (APD)

6. Kerusakan Sumber Daya Pangan

Berbagai kebijakan yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19, seperti penutupan sekolah dan beberapa kegiatan bisnis.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yang mengakibatkan penurunan tingkat konsumsi dan investasi.

Ekspor Olahan Kelapa

pixabay.com

Baca Juga : Peran Lumbung Padi Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Daerah

Khusus untuk Indonesia, nilai ekspor kelapa pada 2019 sebesar 2,17 miliar dolar terdiri olahan daging kelapa 663,8 juta dolar AS.

Olahan tempurung kelapa 209,6 juta dolar AS, olahan air kelapa 35,3 juta dolar AS dan olahan sabut 12,6 juta dolar AS.

Volume ekspor yang paling besar selama 2019 adalah minyak kelapa 610.812 ton, kemudian kelapa segar 558.153 ton, arang tempurung kelapa 349.607 ton, kopra meal 237.639 ton.

Disusul, kopra 153.655 ton, desicated coconut 98.742 ton, produk sabut 37.928 ton, gula kelapa 36.465 ton, air kelapa 31.547 ton, santan 30.753 ton, dan karbon aktif 28.708 ton.

Sekitar 90 persen produsen arang briket tempurung kelapa di Indonesia memproduksi arang shisha, lanjutnya, Indonesia merupakan produsen arang shisha terbesar dan terbaik di dunia.

PT MIF yang berdiri 2007 setiap bulan mengekspor 30 kontainer coco fiber atau sabut kelapa dan 35 ton coco peat atau serbuk dari sabut kelapa.

Permintaan coco peat China 3.000 kontainer/tahun, lanjutnya, Jepang 1.500 kontainer, Korea 1.500 kontainer, Italia 300 kontainer, Jerman 200 kontainer, Belgia/Belanda 300 kontainer, Israel 300 kontainer dan negara-negara Timur Tengah 300 kontainer.

Supaya potensi sabut kelapa yang luar biasa tersebut bisa memenuhi kebutuhan dunia, menurut dia, maka tiap sentra produksi kelapa harus didirikan industri ini.

CEO PT Multi Gemilang Agro Plantation Tbk Petrus Tjandra menyatakan kelangsungan ekspor produk olahan kelapa sangat tergantung pada hulunya yaitu ketersediaan buah kelapa.


itulah informasi mengenai produk olahan kelapa yang di ekspor dimasa pandemi. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca Juga : Sagu Menjadi Pilihan Peralihan Konsumsi Pangan

Sumber : Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.