Rempah-Rempah Diborong Hingga Harga Melambung

Mau tau informasi mengenai harga rempah-rempah? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informsi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Harga rempah-Rempah

Fenomena Kenaikan Harga

harga rempah
pxhere.com

Baca juga: Lawan Virus Corona Dengan Konsumsi Jahe dan Kunyit

Para penjual  rempah-rempah mengalami peningkatan penjualan setelah beredarnya minuman berkhasiat untuk mencegah terinfeksi virus corona.

Penjualan rempah-rempah laris manis di tengah kecemasan dunia akan Covid-19 ini, seperti yang diketahui bahwa rempah-rempah memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh, rempah yang diicar oleh masyarakat seperti

seperti temulawak, jahe, sereh, dan kunyit ramai dicari masyarakat lantaran diyakini dapat menangkal virus tersebut. Sebenarnya minuman remuan dari rebusan rempah seharusnya sangat dekta dengan masyarakat Indonesia,

sayangnya kenapa harus virus corona masyarat abru menyadari bahwa rempah-rempah ini sangat baik utnuk kebutuhan tubuh.

“Masyarakat masyarakat berbondong-bondong mencari rempah-rempah setelah pemerintah mengonfirmasi dua pasien positif virus corona di Indonesia” ungkap seorang penjual rempah penjual rempah-rempah di Pasar Mencos, Karet, Jakarta Selatan

Pembeli yang berbondong-bondong itu datang dari berbagai kalangan sebagian besar adalah pembeli yang pekerjaannya dikantor dengan membeli dalam ukuran seperempat untuk setiap jenis rempahannya.

Deretan Harga Rempah-Rempah

harga rempah
pxhere.com

Baca juga: Pastikan Aman dari Virus Corona, Impor Buah dan Sayuran Tetap Dibuka

Namun dengan adanya wabah virus corona ini penjual rempah sangat bersyukur,  yang bisanya penjualan hanya bisa-biasa saja sekarang menjual bumbu masakan sangat cepat habis, biasanya hanya penjual jamu yang membeli rempah-rempah.

Tingginya permintaan akan rempah-rempah membuat harganya naik. Pedagang yang sudah berjualan di Pasar Mencos selama 20 tahun itu mengatakan harga temulawak naik dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp50 ribu per kg.

Sedangkan, jahe dibanderol dari Rp20 ribu-Rp25 ribu per kg menjadi Rp40 ribu kg, sereh Rp10 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg. Sementara, harga kunyit stabil di kisaran Rp15 ribu per kg.

Lonjakan harga terjadi pada komoditas bawang bombai dari Rp20 ribu-Rp30 ribu per kg menjadi Rp180 ribu per kg.

Terbangnya harga bawang bombai disebabkan kelangkaan pasokan di pasar. Namun, untuk komoditas rempah-rempah lainnya, tidak terjadi kekurangan pasokan di pasar.

Kondisi tak jauh berbeda ditemukan di Pasar Bendungan Hilir yang mengalami kenaikan permintaan rempah-rempah dari segala jenis.

Khususnya temulawak, jahe merah, dan kunyit setelah virus corona masuk ke Indonesia bahkan penualan bisa habis hingga 5 kg perhari.

Kenaikan permintaan ini juga diikuti dengan lonjakan harga. Temulawak sebelumnya dipatok Rp30 per kg naik menjadi Rp50 per kg dari pasar induk. Lalu, harga jahe merah dari Rp65-Rp70 per kg menjadi Rp100 per kg di pasar induk.

Iwan bilang komoditas temulawak dan jahe merah mengalami kelangkaan. Bahkan, supplier nya di Yogjakarta pun mengaku mengalami kelangkaan stok.

Ia pun mengaku penjualannya bisa naik hingga dua kali lipat, meskipun enggan menyebut nominalnya. Iwan mengatakan pembelinya datang dari berbagai kalangan, padahal biasanya penjual jamu yang kerap berkunjung di tokonya.


Itulah informasi mengenai keniakan harga rempah-rempah. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Melonjaknya Harga Jahe Merah di Pontianak

Sumber: CNNindonesia

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.