Ingin Berkebun Karet yang Menguntungkan? Ketahui Tips Ini

Mungkin masih banyak di antara sobat sekalian yang tidak tahu dari mana asalnya ban, karet gelang,  serta benda-benda di sekitar kita yang berbahan basar karet (tidak termasuk permen karet ya). Benda-benda tersebut berasal dari tanaman karet.

Nah, apakah sobat tahu apa itu tanaman karet dan bagaimana bentuknya? Lalu, bagaimana cara memperoleh karet dari tanaman karet? Selain itu, bagaimana menganalisis usaha dari berkebun karet? Bagi Anda yang ingin berkebun karet, Anda wajib mengetahui hal-hal yang ada di bawah ini.

Apa itu Tanaman Karet?

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman berkayu yang berbentuk pohon dengan batang lurus, termasuk ke dalam tanaman tahunan yang dapat tumbuh mencapai usia 30 tahun. Tanaman karet dapat tumbuh dengan tinggi 15 sampai 20 meter.

Tanaman ini menghasilkan getah yang diperoleh dari proses penorehan/penyadapan. Getah yang didapatkan dari hasil penyadapan tanaman karet merupakan bahan dasar yang sangat penting dalam pembuatan ban, silicon, dan bahan industri lainnya yang menggunakan karet.

Sejarah Ringkas Tanaman Karet

Karet merupakan tanaman perkebunan yang telah lama dikomersilkan, pertama kali ditemukan di Amerika, saat Christoper Colombus melihat orang Indian bermain bola dengan benda yang memantul hingga akhirnya ditemukanlah suatu tanaman di hutan Amazon, Brazil yang bisa menghasilkan lateks. Tanaman inilah yang di Indonesia disebut dengan tanaman karet.

Tanaman karet terus diteliti oleh para ilmuwan dan telah menjadi tanaman industri. Di Indonesia, tanaman karet sudah ditanam sejak lama, namun pada 1910, baru dilakukan seleksi terhadap tanaman karet yang mempunyai kualitas baik dari sisi pertumbuhan maupun produksi getahnya. Pada 1917, baru ditemukan teknik okulasi sehingga sifat dan kualitas tanaman dapat dipertahankan.

Cara Membudidayakan Tanaman Karet

  1. Pilih bibit yang unggul

Pembibitan Tanaman Karet
Sumber: agrokomplekskita.com

Bibit tanaman karet ditanam dengan cara penanaman melalui biji atau bisa juga melalui okulasi. Masing-masing teknik memiliki kelebihan dan kekurangannya. Yang pasti, bibit tanaman karet sangat menentukan produksi tanaman karet ke depannya. Disarankan agar membeli bibit dari tempat yang telah tersertifikasi. Namun, untuk lebih meyakinkan, alangkah lebih baik jika kita sendiri yang melakukan pembibitan tanaman karet yang akan ditanam.

  1. Menanam di lokasi yang sesuai

Tanaman karet dapat tumbuh optimal dan produktif di dataran rendah dengan ketinggian 0-200 mdpl. Tanaman karet juga baik ditanam di daerah tropis yakni 15⁰ LS sampai 15⁰ LU. Ketinggian mempengaruhi produktivitas tanaman karet. Semakin tinggi daerahnya, maka pertumbuhannya akan semakin lambat dan produksi lateks menjadi rendah.

Oleh karena itu, ketinggian 600 mdpl kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman karet. Selain itu, disarankan menanam karet di daerah dengan suhu 25⁰C sampai 35⁰C (Setyamidjaja, 1993).

  1. Lakukan perawatan secara berkala dan teratur

Setelah tanaman karet ditanam, lakukan pembersihan lahan dari gulma minimal 1 kali sebulan dan lakukan pemupukan minimal 2 kali setahun. Perawatan akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman karet. Semakin cepat matang sadap tanaman karet, semakin cepat tanaman karet dapat berproduksi.

  1. Lakukan penyadapan

Setelah tanaman karet matang sadap, yaitu standar lilit batang yakni sekitar 45 cm atau lebih dengan ketinggian 100 cm di atas pertautan okulasi, maka tanaman karet telah bisa disadap. Hal pertama yang dilakukan adalah persiapan membuka sadap, lalu penggambaran bidang sadap, kemudian pemasangan talang sadap dan mangkuk sadap, dan terakhir pelaksanaan penyadapan. Kedalaman penyadapan yakni 1-1,5 mm dari kambium. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerusakan kambium sehingga kulit tanaman karet dapat terbentuk kembali dengan baik.

Baca: Waktu dan Teknik Menyadap Karet yang Tepat

Menyadap Karet
Sumber: potretbisnis.com
  1. Pemanenan

Inilah yang ditunggu-tunggu, panen. Pada industri pengolahan karet, pemanenan dilakukan dengan mengumpulkan lateks yang masih dalam bentuk cair. Biasanya, pemanenan dilakukan 2-4 jam setelah penyadapan dilakukan. Penyadapan dan pemanenan dilakukan pada pagi hari, yakni pada pukul 05.00-06.00 dan pemanenan dilakukan pada pukul 08.00-10.00. Setelah lateks terkumpul, selanjutnya akan diolah menjadi berbagai produk.

  1. Pengolahan

Lateks yang telah dikumpulkan kemudian dibekukan dengan menambahkan sedikit asam dan dicetak pada wadah berbentuk kotak. Setelah membeku, lateks di-press untuk membuang airnya, kemudian potong-potong dengan ukuran tertentu dan digantung. Selanjutnya, lakukan proses pengasapan hingga warna karet berubah menjadi coklat. Setelah itu, barulah dibentuk menjadi benda yang diinginkan, misalnya ban, dengan menggunakan mesin dan zat-zat kimia tertentu.

Analisa Usaha dari Berkebun Karet

1. Modal

  • Harga lahan 1 hektar asumsi Rp. 15.000.000
  • Biaya pembukaan lahan hingga membuat lubang asumsi Rp. 3.000.000
  • Biaya penanaman asumsi Rp. 2.120.000
  • Pembelian bibit asumsi 715 batang (650 batang ditambah 65 batang untuk menyulam) @4.500 = Rp. 3.317.500
  • Pemeliharaan selama 6 tahun hingga disadap Rp. 14.400.000

Total: Rp. 37.737.500

2. Hasil

  • Asumsi panen 2 ons per batang dan dari 650 batang, asumsi yang panen 400 batang, berarti 2 ons kali 400 = 800 ons/80 kg, dan asumsi penyadapan dilakukan 15 hari dalam sebulan.
  • Asumsi harga karet Rp. 7.500/Kg, walaupun sekarang harga Rp. 9.000/Kg
  • Hasil panen (80 Kg @ Rp. 7.500/Kg @ 15 hari = Rp. 9.000.000/bulan)

Dengan asumsi hasil panen Rp. 9.000.000/bulan, maka kurang dari 5 bulan, modal telah kembali. Selain itu, tanaman karet dapat disadap dan berproduksi hingga 30 tahun, tinggal dikalikan sendiri.


Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dari berkebun karet, mulai dari apa itu tanaman karet hingga analisis usaha perkebunan karet. Nah, setelah mengetahui hal-hal di atas, apakah Anda berminat untuk berkebun karet?

Penulis: Hanif Nalas Wafi
Mahasiswa Universitas Andalas Kampus II, Payakumbuh, Sumatra Barat

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.