Kenali Varietas dan Syarat Tumbuh Lada, Primadona Rempah Indonesia

Beberapa orang menyebut lada sebagai merica atau sahang. Tanaman yang memiliki nama latin Piper Albi Linn mulanya berasal dari pesisir pantai Malabar, India. Sejak dahulu, sudah dikenal secara luas oleh manusia dan merupakan salah satu jenis rempah paling tua dan populer. Lada sendiri banyak dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Lada masuk ke dalam kategori tanaman merambat dan kaya akan kandungan minyak, memiliki rasa sedikit pahit, pedas, dan umumnya digunakan sebagai bumbu masakan. Lada sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni lada putih dan lada hitam. Kedua jenis tanaman lada ini merupakan salah satu komoditas dagang dunia, sampai-sampai lada disebut sebagai The King of Spice, dengan kebutuhan hingga 280.000 ton/tahun.

Indonesia adalah salah satu pengekspor komoditas lada dan menduduki peringkat ke-5 dunia sebagai negara eksportir lada. Hampir 80% produksi lada dalam negeri diekspor ke mancanegara. Hal ini mendapat respon positif dari petani lada dalam negeri. Melonjaknya harga lada dunia semakin mendorong petani untuk giat berproduksi dan melakukan budidaya lada secara konsisten untuk menghasilkan kualitas lada yang dapat bersaing di pasar dunia.

Varietas Lada di Indonesia

Lada, Primadona Rempah di Indonesia
Foto: asiaagro.co.id

Ada beberapa jenis varietas tanaman lada, maka salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam proses budidayanya adalah varietas tanaman lada yang akan ditanam. Terdapat 2 varietas lada yang banyak dibudidayakan di Indonesia, yakni varietas natar dan petaling. Secara morfologi, mungkin tidak ditemukan perbedaan yang cukup mencolok, tetapi dari sisi genetis, sudah pasti ada perbedaan.

Varietas natar memiliki ketahanan lebih tinggi terhadap serangan hama dan penyakit, sedangkan varietas petaling merupakan varietas yang paling mudah dibudidayakan. Oleh karena itu, dalam proses awal budidaya, sangat dianjurkan untuk memilih bibit lada yang berkualitas atau tersertifikasi dari varietas natar atau petaling.

Adapun beberapa faktor yang dapat menentukan kesesuaian lahan dengan varietas tanam tersebut, yakni tanah, iklim dan topografi, serta faktor sosial-ekonomi. Jadi, perlu dipastikan kesesuaian antara lahan dengan varietas lada yang akan ditanam, karena akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi lada di kemudian hari.

Baca juga: Wajib Tahu! 6 Komoditas Pertanian yang Laris di Pasar Internasional

Di sisi lain, sebenarnya tidak ada perbedaan varietas antara lada putih dan lada hitam. Semua varietas lada bisa menghasilkan lada putih dan lada hitam.

Apabila ingin menghasilkan lada hitam, maka proses panen bisa dilakukan lebih awal (dipetik ketika masih hijau), lalu dikeringkan bersama kulitnya hingga warnanya menghitam. Selain itu, lada putih dipanen (dipetik) ketika sudah matang, kemudian dilakukan proses pengeringan setelah kulitnya dikupas, sehingga terlihat lebih bersih dibandingkan dengan lada hitam.

Syarat Tumbuh Lada

Tanaman Lada
Foto: steemit.com/@jefryagooners

Jika mengacu pada kesesuaian wilayah, tanaman lada cocok dibudidayakan di wilayah beriklim tropis dengan suhu rata-rata 20 sampai 34 derajat Celcius dan curah hujan antara 2200 sampai 5000 mm/tahun.

Tanaman lada juga sangat cocok dibudidayakan pada ketinggian 5 sampai 700 mdpl dengan jenis tanah andisol dan inceptisol. Tentu saja, lada membutuhkan kondisi tanah yang memiliki drainase dan aerase yang baik, karena lada membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhan serta suhu yang tinggi untuk melancarkan proses pematangan buah.

Tanaman ini juga sangat menyukai tanah yang kaya bahan organik dengan pH berkisar antara 5,5-5,6. Intensitas penyinaran matahari juga sangat mempengaruhi budidaya tanaman ini, 50-70% cahaya matahari dibutuhkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang ideal. Itulah syarat-syarat tumbuh lada yang perlu diketahui sebelum mulai membudiayakannya.

Secara umum, budidaya lada sangat mudah dilakukan di Indonesia, khususnya di daerah lereng bukit bergelombang. Beberapa daerah penghasil lada Indonesia seperti Lampung, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan memiliki geografi yang sesuai untuk melakukan budidaya lada secara intensif.

Baca juga: 4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui

Sumber gambar utama: busy.org

Penulis: Boiman Manik
Lulusan Agribisnis 2018 Universitas Brawijaya

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.