Sulit Membuka Lahan Karena Terhalang Bambu? Ini 5 Tahap Mudah untuk Memusnahkannya

Ketika Anda ingin membuka suatu lahan, apa yang menjadi kendala pertama kali? Umumnya, masyarakat yang akan membuka lahan pertanian merasa kerepotan untuk memusnahkan tanaman bambu yang banyak tumbuh, terutama pada lahan-lahan subur dekat perairan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka rumpun bambu yang sudah besar dan rimbun akan sangat merepotkan Anda terutama ketika akan melakukan pengolahan lahan. Selain itu, untuk memusnahkan rumpun bambu yang sudah terlanjur rimbun dan besar, membutuhkan suatu teknik tertentu agar tanaman bisa musnah hingga ke akar-akarnya.

Tanpa berlama-lama lagi, berikut akan dijelaskan tahap-tahap dalam memusnahkan tanaman bambu, sehingga tanaman musnah sampai ke akar dan tidak berpotensi untuk tumbuh kembali.

Pisahkan Rumpun Bambu

Bambu termasuk ke dalam jenis tanaman yang memiliki pertumbuhan sangat cepat. Oleh karena itu, memisahkan rumpun-rumpun bambu merupakan cara pertama yang harus dilakukan untuk memusnahkannya.

Tahap yang paling tepat yaitu dengan menggali rumpun mulai dari bagian terluar hingga terdalam. Setelah itu, pisahkan rumpun-rumpun bambu sesuai dengan jalurnya.

Meski membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan memisahkan rumpun bambu sesuai dengan areanya, maka Anda dapat memusnahkannya lebih cepat.

Pangkas Batang Bambu Sedekat Mungkin dengan Pangkal

Agar proses pembongkaran rumpun bambu dapat dikerjakan dengan lebih mudah, maka Anda harus memangkas seluruh batang bambu sedekat mungkin dengan bagian pangkalnya.

Waktu paling tepat untuk melakukan pemotongan bambu yaitu sekitar bulan April hingga Juni ketika bambu sedang mengalami masa pertumbuhan.

Baca Juga: 7 Cara Mengelola Pengairan Sawah untuk Antisipasi Kekeringan

Rumpun Bambu

Gali Rimpang Bambu

Setelah rumpun bambu dipisahkan dan batang bambu dipangkas, langkah selanjutnya adalah menggali rimpang bambu. Jika rumpun bambu terlalu besar, maka Anda perlu menggali dari bagian dalam menuju bagian terluar.

Waktu menggali rumpun harus dilakukan bersamaan dengan waktu pemangkasan batang bambu. Hal ini karena batang bambu memiliki pertumbuhan yang sangat cepat.

Lakukan Secara Rutin Hingga Tunas Tidak Terlihat

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa tumbuhan bambu termasuk ke dalam jenis tumbuhan yang memiliki pertumbuhan yang cepat. Oleh karena itu, proses penggalian dan pemangkasan tidak bisa hanya dilakukan sekali saja.

Anda perlu melakukannya secara rutin dan beberapa kali putaran, untuk memastikan seluruh bagian rumpun bambu sudah digali dan dipangkas.

Setelah itu, jangan terburu-buru untuk mengolah lahan. Anda perlu menunggu beberapa minggu dan memastikan apakah ada pertumbuhan tumbuhan baru lagi pada bekas galian.

Gunakan Perintang Akar dan Herbisida

Setelah rumpun bambu dipastikan musnah dan tidak berbekas, satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan tindak pencegahan. Tindak pencegahan yang tepat dilakukan untuk mencegah pertumbuhan bambu adalah dengan memberikan perintang akar.

Perintang akar biasa digunakan jika Anda ingin memangkas tanaman bambu yang berada di halaman rumah, dan khawatir akar tanaman bambu milik tetangga akan menyebar sampai ke halaman rumah.

Selain menggunakan perintang akar, Anda juga bisa menggunakan herbisida asal dengan dosis yang tepat.


Itulah beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk memusnahkan bambu sekaligus dapat membuka lahan. Bambu memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengontrol dan mengecek bekas rumpun bambu yang telah dimusnahkan.

Jika masih terdapat tunas bambu yang tumbuh, segera musnahkan agar bambu tidak berkembang dan menghalangi pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dibudidayakan di kemudian hari.

Baca Juga: Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.