5 Tahap Menanam Temulawak yang Benar Bagi Pemula

Mau tau tahap untuk menanam temulawak? Mau dengan cara mudah? Pak Tani Digital akan membagikan informasi tersebut. Berikut ulasannya!

Tanaman Temulawak

Mengenal Tanaman Temulawak

temulawak
arah.com

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) adalah salah satu tanaman rimpang dari suku Zingiberaceae atau suku temu-temuan. Tumbuhan ini merupakan tanaman obat yang berasal dari Indonesia terutama Pulau Jawa.

Temulawak ini tumbuh dengan berumpun dan juga memiliki batang semu yang termasuk kedalam umbi tunas yang tumbuh didalam tanah, dengan warna coklat kemerahan, kuning tua hingga hijau gelap, memiliki aroma yang tajam serta memiliki rasa yang pahit.

Baca juga: Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini

Daunnya berbentuk bundar menanjang hingga lanset, berwarna hijau, cokelat keungguan terang atau cokelat keungguan gelap. Bunga temulawak berwarna kuning tua dan letaknya bergerombol.

Bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang te,ulawak untuk dibuat jamu. Rimpang ini mengandung minyak asiri, pati, protein, lemak, selulosa dan mineral dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi.

Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan, anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.

Dengan melihat banyaknya manfaat bagi tubuh untuk kesehatan, maka membudidayakan tanaman temulawak menjadi salha satu peluang usaha yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat.

Cara Membudidayakan Temulawak

temulawak
bibit.com

Berikut tahapan budidaya temulawak yang mudah bagi pemula:

  1. Pembibitan

Rimpang induk merupakan rimpang cadang yang digunakan berumur 10-12 bulan. Rimpang yang dibuat menjadi bibit dibelah menjadi 4 bagian dan dijemur 4-6 hari dengan waktu 3-4 jam/ harinya.

Diamkan ditempat lebab selam 1-2 bulan hingga tumbuh tunas dan siap untuk ditanam

  1. Persiapan lahan tanam

Temulawak tumbuh di daerah dengan ketinggian berkisar antara 5 mdpl hingga 1000 mdpl, dengan suhu berkisar antar 19°C hingga 30°C.

Lahan yang dipersiapkan 30 hari seblum penanaman dengan pupuk kandang. Buatlah dengan jarak tanam 30×40 cm dan kedalaman lubang 60 cm dan benih akan siap dimasukkan dalam lobang.

Baca juga: Ini Dia 6 Langkah Mudah Budidaya Tebu yang Perlu Kamu Coba

  1. Penanaman

Penanaman baik dilakukan pada awal musim hujan, masukkan 1 bibit temulawak dengan posisi mata tunas menghadap ke arah atas, lalu timbun dengan tanah

  1. Pemeliharaan
  • Penyiraman dilakukan 1 kali sehari pada pagi atau sore hari
  • Pemupukan dilakukan setelah penanaman menggunakan pupuk SP36 dan KCL dosis yang telah ditentukan agak tanaman tetap ternutrisi.
  • Penyulaman dilakukan ketika tanaman ada yang mati
  • Penyiangan dilakukan 2-4 bulan untuk menghindari pertumbuhan gulma disekitar tanaman
  • Pengendalian hama dan penyakit menggunakan insteksida dan fungisida sesuai dengan dosis yang dibutuhkan tanaman
  1. Pemanenan

Pemanenan dilakukan setelah berumur 9 – 10 bulan setelah penanaman. Ciri-ciri temulawak yang siap panen yaitu rimpangnya besar berwarna kuning kecoklatan dan daunnya menguning serta kering.


Itulah cara yang mudah bagi pemula jika ingin membudidaya temulawak. Selamat mencoba dan semoga berhasil ya sobat PTD!

Baca juga: 5 Langkah Mudah Budidaya Cengkeh Agar Cepat Panen

Penulis: Rini Itona

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.