Startup Sosial Petani Indonesia
Siapa sangka, tanaman kurma hanya bisa tumbuh dan berbuah di negara Timur Tengah saja? Berkat ilmu pengetahuan yang mumpuni, kini tanaman buah kurma juga bisa tumbuh hijau di Indonesia. Meskipun tanaman ini sangat rumit perawatannya dan 75% dari 100% orang yang mencoba gagal, bukan berarti tanaman ini tidak bisa dikembangbiakkan di Indonesia. Bahkan, tanaman kurma sudah tumbuh subur di Provinsi Aceh.
Nah, bagi Anda yang ingin mencoba menanam pohon kurma, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan.
Pengolahan Benih dan Penanaman Bibit
Benih kurma berasal dari biji kurma yang bisa didapatkan dari toko pertanian atau toko penjual kurma. Pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perendaman. Rendam biji kurma dan diamkan selama 4 hari.
Kedua, setelah proses perendaman selesai, siapkan gelas plastik bekas minuman dan letakkan biji kurma ditengah-tengah tisu yang sudah dibasahi untuk menjaga suhu tetap lembab. Perhatikan setiap hari, berikan sedikit air jika tisu di dalam gelas sudah kering. Setelah satu minggu, biji kurma mulai berakar dan berkecambah.
Ketiga, pindahkan ke dalam polybag setelah kecambah biji kurma berumur 2 minggu. Untuk media tanam polybag, gunakan bahan tanah dan kompos.
Keempat, setelah pohon kurma mencapai ketinggian setengah meter, pindahkan ke lahan kosong dengan jarak 7m x 7m. Gali tanah hingga kedalaman 60 cm kemudian letakkan bibit pohon kurma-nya.
Baca juga: Cara Menanam Sayur di Rumah dengan Urban Gardening
Penyiraman
Penyiraman dilakukan pada umur 1-6 bulan setelah penanaman dan dilakukan sekali dalam 2 hari. Tanaman usia 7-12 bulan dilakukan penyiraman sekali dalam 4 hari, sedangkan untuk tanaman yang sudah dewasa, dilakukan sekali dalam seminggu.
Campurkan obat perangsang buah yang dicampurkan ke dalam air siraman. Obat ini bisa didapatkan di toko obat pertanian. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari, jika dilakukan pada siang hari, akan mengakibatkan daun pohon kurma terbakar dan berakibat pada kematian.

Pemupukan
Untuk pemupukan, jenis yang dipakai adalah NPK, dilakukan 3 kali dalam setahun. Dalam waktu 3-4 tahun, pohon kurma akan berbunga dan dari sini akan terlihat pohon kurma jantan dan betina dengan ciri-ciri: bunga jantan berwarna keputih-putihan dan berukuran kecil dilapisi serbuk seperti tepung, sedangkan bunga betina berwarna kuning cerah seperti bunga kelapa.
Baca juga: 5 Dampak Berbahaya, Stop ‘Kecanduan’ Pupuk Kimia!
Pembuahan
Bunga pohon kurma betina harus dibuahi bunga pohon jantan secara manual yaitu dengan memotong kulit mayang bagian ujung pohon kurma jantan. Kemudian, diselipkan di antara bunga betina dan diikat selama 1-2hari.
Untuk memaksimalkan buah kurma, perlu dilakukan penjarangan atau memotong buah kurma yang berukuran kecil dan lambat berkembang agar buah yang besar berkembang secara maksimal dan lebih besar lagi. Buah kurma perlu dibungkus dengan wadah plastik atau kain untuk menghindari berbagai hama dan penyakit.
Pemanenan
Buah kurma bisa dipanen saat berumur 5 minggu setelah pembuahan dan memiliki warna terang seperti kuning, merah muda, atau merah muda (tergantung jenis )
Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tunas janjang buah dan bersihkan bekas potongan sampai pangkal pohon. Ini berguna untuk mempercepat persiapan pohon kurma untuk berbuah lagi.
Itulah 5 tips yang perlu Anda ketahui untuk memulai menanam kurma di lahan Indonesia. Bukan hanya di Timur Tengah saja, pohon kurma juga bisa dibudidayakan di Indonesia asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar. Nah, setelah mengetahui tips menanam kurma ini, apakah Anda menjadi tertarik untuk membudidayakan kurma?
Baca juga: Cara Mudah Menanam Wortel Bagi Pemula
Penulis: Irjaun Naim
Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di .