5 Tips Mudah Budidaya Kunyit Sampai Panen

Apakah kamu ingin mencoba budidaya kunyit? Pada artikel pertanian ini, Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah jitunya. Baca sampai habis ya!

Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman rumput tahunan yang mudah tumbuh di dataran rendah.

Tanaman kunyit biasa hidup di dalam hutan tropis seperti di India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia, dan Filipina. Di samping itu, tanaman kunyit juga bisa dibudidayakan di sawah, kebun, maupun pekarangan rumah dengan mudah.

Indonesia yang beriklim tropis memiliki banyak sekali jenis tanaman obat. Salah satunya adalah tanaman kunyit yang memiliki nama ilmiah Curcuma longa. Tanaman ini menghasilkan rimpang atau akar yang berbentuk seperti umbi.

Selain dimanfaatkan sebagai pewarna dan bumbu masakan, rimpang kunyit mengandung senyawa kurkuminoid. Senyawa kurkuminoid ini banyak digunakan sebagai bahan baku obat dalam industri farmasi, kosmetik, makanan, dan minuman.

Untuk budidaya kunyit, setidaknya dibutuhkan waktu 10 bulan agar rimpangnya berukuran cukup besar.

Produktivitas tanaman ini juga tergolong tinggi. Setidaknya untuk setiap 1 ha lahan, bisa menghasilkan 11 ton rimpang kunyit segar dengan kadar kurkuminoid-nya mencapai 8-11%.

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya kunyit yang baik dan benar.

Pemilihan Tempat Budidaya Kunyit

Tanaman kunyit termasuk tanaman dataran rendah hingga sedang. Untuk itu, supaya dapat tumbuh dengan baik dengan kadar kurkurminoid yang tinggi, maka lokasi budidaya kunyit setidaknya 240-800 mdpl.

Penanaman di atas 1000 mdpl akan menyebabkan kadar kurkuminoidnya menurun dengan drastis.

Selain itu, tanaman kunyit juga bisa ditanam di kebun atau di antara tegakan pohon keras yang masih muda seperti sengon dan jati. Namun, sebaiknya tingkat naungan yang diterima oleh tanaman kunyit tidak lebih dari 30%.

Baca Juga: Ikuti 4 Tahap Ini untuk Budidaya Apel dari Biji

Kunyit

Persiapan Bibit Kunyit

Dalam membudidayakan kunyit, sangat dianjurkan untuk melakukan pembibitan terlebih dahulu. Selain dapat mempercepat pembungaan dan pembentukan rimpang, pertumbuhan tanaman kunyit pun akan seragam.

Gunakan benih umbi rimpang dari tanaman yang sehat, berdaun lebat, subur, serta terbebas dari penyakit. Benih rimpang yang baik sebaiknya berasal dari tanaman yang telah berumur di atas 7-12 bulan.

Potonglah rimpang kunyit dengan ukuran yang seragam. Bobot tiap potongan setidaknya 20-30 gram, sedangkan panjangnya 3-7 cm serta memiliki 1-3 mata tunas.

Untuk menghindari infeksi jamur, taburi tiap ujung bekas potongan rimpang tersebut dengan abu sekam atau bisa juga dengan dicelupkan ke dalam larutan fungisida benlate dan agrymicin.

Setelah itu, simpan rimpang kunyit di dalam ruangan yang lembab. Anda bisa mempercepat munculnya tunas pada rimpang kunyit dengan meletakkan rimpang tersebut di atas jerami padi, kemudian jaga kelembabannya dengan melakukan penyiraman menggunakan sprayer setiap 2 hari sekali.

Biasanya, setelah 1,5 bulan, rimpang kunyit mulai menumbuhkan tunas baru. Segera pindahkan rimpang yang sudah tumbuh tunasnya ke dalam polybag kecil. Gunakan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:2:1.

Rawatlah bibit tersebut dengan melakukan penyiraman setiap hari sebanyak 1 kali pada pagi hari. Selalu bersihkan polybag dari gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman.

Persiapan Lahan & Penanaman

Agar bisa menghasilkan rimpang yang berkualitas, tanah tempatnya tumbuh harus memiliki aerasi yang baik, kaya akan unsur hara, serta tidak tergenang air.

Untuk itu, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu dengan membajaknya sedalam 30 cm. Kemudian, buat bedengan yang berukuran lebar 1 meter dan tingginya 20 cm.

Selanjutnya, tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang dari kotoran kambing sebanyak 15-20 ton, serta SP-36 dan KCL masing-masing sebanyak 200 kg untuk setiap 1 ha lahan.

Pindahkan bibit tanaman kunyit yang telah berumur 2 bulan. Buatlah lubang di bedengan seukuran polybag. Gunakan jarak tanam yang ideal yakni 40 x 40 cm.

Baca Juga: Ikuti 5 Langkah Ini untuk Budidaya Semangka

Perawatan & Pemupukan Susulan

Untuk mencegah munculnya hama dan penyakit, setidaknya setiap satu minggu sekali, lakukan penyiangan, yakni buanglah gulma yang tumbuh di sekitar tanaman kunyit. Anda juga perlu menjaga kelembaban tanah bedengan.

Tanaman Kunyit

Nah, mulai dari hari pertama hingga tanaman berumur 5 bulan, lakukan penyiraman setiap hari sekali. Saat tanaman berumur 7 bulan, penyiraman baru bisa dikurangi menjadi 2 hari sekali atau 3 kali dalam seminggu.

Lakukan pula pembumbunan, yakni mengangkat tanah di parit antar bedengan ke sekitar tanaman. Fungsinya supaya akar kunyit tidak muncul ke permukaan tanah dan terkena sinar matahari. Aktivitas pembumbunan sekaligus akan memperbaiki sistem drainase agar tidak tertutup tanah.

Saat tanaman berumur 3 bulan, berikan pupuk susulan berupa urea sebanyak 100 kg untuk setiap 1 ha lahan. Aplikasi pupuk susulan bisa dengan cara dikocor atau dibenamkan di tengah-tengah tanaman.

Pemanenan

Biasanya, setelah umur tanaman mencapai 10-12 bulan setelah tanam, daun kunyit mulai menguning dan rontok. Kondisi tersebut menandakan bahwa rimpang kunyit sudah siap untuk dipanen.

Proses panennya sendiri sangatlah mudah. Cukup gali tanah sekitar tanaman kemudian angkat tanaman kunyit secara perlahan. Setelah rimpang kunyit terkumpul, segera bersihkan rimpang tersebut dari tanah yang menempel dengan menggunakan air bersih yang mengalir.

Kemudian, angin-anginkan hingga rimpang kering seperti semula. Kemas rimpang kunyit tersebut dengan menggunakan karung dan segera distribusikan ke pasar tradisional atau swalayan.


Itulah 5 langkah mudah budidaya kunyit sampai panen. Bagaimana Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk mencobanya?

Baca Juga: 4 Cara Mengukur Tingkat Keasaman Tanah, Tanpa pH Meter

Penulis: Taufik Setyo Purnomo

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.