Hanya 7 Langkah Budidaya Kacang Panjang Saat Musim Kemarau

Apakah Anda berencana untuk budidaya kacang panjang walaupun masih musim kemarau? Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah budidayanya.

Kacang panjang merupakan jenis sayuran kacang-kacangan yang banyak diminati oleh masyarakat. Sayur kacang panjang sendiri juga kaya akan protein sekaligus mengandung vitamin A, B6, asam folat, dan vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh.

Nah, tanaman dari golongan leguminosa ini ternyata mudah dibudidayakan di dataran rendah hingga menengah antara 0-700 mdpl.

Setiap memasuki musim kemarau, tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) menjadi salah satu komoditas hortikultura andalan para petani di dataran rendah. Hal ini karena sistem perakaran tanaman kacang panjang yang tunggang dan berserabut, sehingga ia bisa mengakses air di dalam tanah dengan sangat baik.

Selain cocok ditanam saat musim kemarau, tanaman kacang panjang juga memiliki kemampuan dalam memfiksasi Nitrogen (N) yang ada di udara, yakni melalui bantuan bakteri Rhizobium yang hidup di akarnya. Oleh sebab itu, ia tetap bisa tumbuh dengan optimal meskipun kandungan unsur N seperti Urea dalam tanah sangat sedikit.

Dari sini, kita dapat melihat potensi yang cukup besar dari budidaya kacang panjang. Bahkan, untuk setiap 1 hektar lahan, setidaknya bisa menghasilkan panenan sebanyak 7-9 ton kacang panjang segar.

Penasaran bagaimana cara budidaya kacang panjang pada musim kemarau? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengolahan tanah

Tanaman kacang panjang tidak tahan terhadap genangan air. Untuk itu, pastikan lahan tempat budidaya kacang panjang memiliki sistem drainase yang baik. Pertama, lakukan pengolahan tanah dengan cara membalik tanah dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu, diamkan selama 2 hari.

Baca Juga: 7 Tahap Sukses Membudidayakan Padi di Lahan Rawa

Langkah selanjutnya ialah gemburkan bongkahan tanah yang masih berukuran besar hingga didapatkan tekstur yang halus. Proses ini selain dapat meningkatkan porositas tanah, juga memudahkan akar tanaman dalam menyerap nutrisi dan air.

Kemudian, buatlah bedengan dengan ukuran lebar 90 cm dengan tinggi 20 cm. Lebar parit atau jarak antar bedengan ialah 30-50 cm.

Aplikasi pupuk dasar

Seperti halnya tanaman leguminosa lainnya seperti kacang kedelai, buncis dan kacang kapri, dalam membudidayakan kacang panjang, tidak dibutuhkan banyak pupuk N berupa Urea.

Cukup gunakan campuran berupa pupuk kandang dari kotoran kambing sebanyak 20-30 ton serta pupuk ZA 25 kg, SP-36 75 kg, dan KCL 35 kg untuk setiap 1 hektar lahan.

Apabila lahan yang Anda gunakan merupakan bekas penanaman padi atau jagung, sebaiknya saat aplikasi pupuk dasar, tambahkan pula kapur pertanian atau dolomit sebanyak 1-2 ton/ha. Fungsinya untuk meningkatkan pH tanah supaya tidak terlalu masam atau nilai pH tanah berkisar antara 6-6.5.

Baca Juga: Tips Untuk Dosis Pupuk Kacang Hijau yang Tepat

Kacang Panjang

Pemasangan mulsa penutup tanah

Tantangan utama ketika menanam pada musim kemarau ialah menjaga kelembaban tanah. Karena masalah keterbatasan air, maka petani dituntut untuk bisa menyesuaikan supaya tanaman mendapatkan air yang cukup. Untuk itu, tutuplah permukaan tanah bedengan dengan menggunakan mulsa.

Anda bisa memanfaatkan jerami padi sisa penggilingan padi atau mulsa plastik silver. Dari segi harga, tentu jerami padi sangat terjangkau dan ekonomis. Anda juga bisa mendapatkannya dengan mudah.

Di samping itu, seiring waktu, nantinya jerami padi akan terurai, sehingga akan menambah bahan organik ke dalam tanah.

Namun, dari segi efisiensi, mulsa plastik silver memang lebih baik, meskipun Anda perlu menganggarkan biaya pengadaan mulsa yang bisa dibilang cukup banyak.

Pemasangan lanjaran atau ajir

Agar supaya produktivitas kacang panjang dapat maksimal, perlu kiranya memasang lanjaran dari bahan bambu untuk rambatan cabang tanaman.

Untuk menghindari kerusakan akar tanaman, maka pemasangan lanjaran sebaiknya dilakukan bersamaan setelah melakukan pengolahan tanah. Gunakan ajir atau lanjaran dari bambu yang panjangnya 2 meter.

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan merambatkan tanaman kacang panjang antara lain mengurangi serangan hama dan penyakit khususnya jamur daun.

Dengan merambatkan tanaman, maka sirkulasi udara akan meningkat, sekaligus memudahkan tanaman dalam mendapatkan paparan sinar matahari. Dengan begitu, tanaman bisa tumbuh dengan sehat dan berbuah lebat.

Penanaman benih

Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka selalu gunakan benih yang bersertifikat. Beberapa merk benih kacang panjang yang sudah mendapat ijin produksi dari Kementan antara lain Panah Merah, Pertiwi, Bintang Asia, Wuling, Bisi, dan Known You Seed.

Anda bisa mendapatkan benih kacang panjang tersebut di toko pertanian terdekat maupun membelinya melalui marketplace online. Selain harganya yang terjangkau, daya kecambah benih tersebut juga sangat baik, yakni mencapai 98%. Selain itu, benih juga sudah mendapatkan perlakuan anti jamur.

Menanam Kacang Panjang
Foto: doktersehat.com

Apabila lahan yang akan Anda gunakan sebelumnya tidak pernah ditanami tanaman dari golongan leguminosa, sebaiknya tambahkan perlakuan pada benih berupa perendaman dengan menggunakan pupuk hayati yang mengandung bakteri Rhizobium sesaat sebelum proses penanaman.

Untuk menanam benih kacang panjang, buatlah lubang tanam terlebih dahulu dengan kedalaman 5 cm, kemudian benamkan 2 biji kacang panjang secara langsung di bedengan. Gunakan jarak tanam 40 x 60 cm antar lubang tanam. Untuk setiap 1 ha lahan, dibutuhkan benih sebanyak 15-20 kg.

Baca Juga: Ingin Memanen Tomat Setiap Hari? Coba 3 Teknik Ampuh Ini

Perawatan dan pemupukan susulan

Di awal pertumbuhannya, tanaman kacang panjang membutuhkan banyak asupan air. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari sekali hingga tanaman berumur 1 bulan. Bersihkan pula bedengan dari gulma atau rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman.

Saat tanaman kacang panjang sudah berumur 1 bulan, berikan tambahan nutrisi yaitu pupuk susulan berupa campuran pupuk ZA 25 kg, SP-36 75 kg dan KCL 35 kg untuk setiap 1 ha lahan.

Pemberian pupuk susulan ini bisa dilakukan dengan cara dikocor atau Anda benamkan di sisi kanan dan kiri tanaman dengan jarak 5 cm dari pangkal batang.

Proses panen

Tanaman kacang panjang pertama kali berbunga setelah berumur 1,5-2 bulan. Buah kacang panjang muda bisa mulai Anda panen saat tanaman berumur 3 bulan setelah tanam. Ciri dari kacang panjang muda yang siap dipanen ialah warna kulitnya hijau keputihan dan mudah patah jika dilipat.

Pastikan polong di dalamnya sudah mulai membesar, sehingga nantinya kacang muda yang Anda panen tidak kopong.

Nah, Anda bisa terus melakukan panen kacang muda setiap 2 minggu sekali. Biasanya, dalam satu siklus tanam, Anda bisa mendapatkan panenan sebanyak 16-18 kali. Untuk itu, selalu rawat tanaman kacang panjang Anda agar bisa menghasilkan panenan yang melimpah.


Itulah 7 langkah budidaya kacang panjang yang sangat mudah untuk kamu pratekkan? Nah, apa kamu tertarik untuk menanam kacang panjang?

Baca Juga: Budidaya Kol Lebih Mudah dengan 5 Langkah Ini

Penulis: Taufik Setyo Purnomo

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • Burpee (2019). Learn about cowpeas.
  • Horti by Green Snap (2016). What is cowpea? How is it grown?
  • Puslitbang Hortikultura (2015). Budidaya Tanaman Kacang Panjang.
  • Petrokimia Gresik (2019). Anjuran Umum Pemupukan Berimbang Menggunakan Pupuk Tunggal.
  • Saeful Hodijah,S.ST. Portal Resmi Kabupaten Bogor (2019). Budidaya Kacang Panjang.
  • Sunarti Poppie S. Datundugon, S.TP dan Arnold C.Turang,SP. Sulut Litbang Pertanian (2015). Penanganan Panen dan Pasca Panen Kacang Panjang
  • Tohoku seed (2017). Beginners Manual. Cowpea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.