Langkah Mudah Budidaya Kol

Apakah Anda berencana untuk membudidayakan kol meskipun masih pemula? Tenang saja, Pak Tani Digital akan membagikan langkah-langkah budidaya kol untuk Anda.

Siapa yang tidak kenal dengan sayur kol atau sayur kubis? Sayuran daun yang satu ini selain banyak kita jumpai pada aneka masakan, ternyata juga sangat mudah dibudidayakan. Bagi Anda yang tertarik untuk menanam sayur kol, setidaknya hanya dalam waktu 2-3 bulan, sayuran daun ini sudah bisa dipanen.

Sayur kol termasuk keluarga tanaman Brassica, di mana ia masih satu kerabat dengan tanaman sawi, brokoli, dan kembang kol. Nama ilmiah dari sayur yang berbentuk krop ini ialah Brassica oleracea l.

Nah, apabila Anda menginginkan pertumbuhan tanaman kol yang sehat dan terhindar dari serangan hama dan penyakit, sebaiknya hindarilah menanam kol di lahan bekas tanaman Brassica.

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya kol yang bisa Anda praktekkan.

Pembibitan

Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, maka dianjurkan untuk melakukan pembibitan terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan seedtray dari plastik atau nampan dari kayu sebagai tempat pembibitan.

Ada banyak pilihan benih tanaman kol yang bisa Anda dapatkan di toko pertanian ataupun marketplace online. Beberapa merk benih tanaman kol di antaranya: Panah Merah, Known You Seed, Chia Tai, Sakata, dan Grand 22 Bisi.

Kebutuhan benih untuk setiap 1 hektar lahan setidaknya 200-250 gram. Tanamlah benih tersebut ke dalam kotak pembibitan yang telah diisi dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.

Baca juga: Tips Untuk Dosis Pupuk Padi yang Tepat Bagi Petani

Letakkan kotak pembibitan tersebut di dalam greenhouse sederhana yang bernaungkan plastik UV. Dengan begitu, benih tidak akan rusak ketika turun hujan. Selalu jaga kelembaban media tanam pembibitan dengan menyiraminya menggunakan sprayer minimal 1 kali dalam sehari.

Nantinya, setelah berumur 3-4 minggu, bibit mulai berdaun 5 dan siap untuk dipindahkan ke lahan pembesaran.

Persiapan Lahan Budidaya

Menanam Kol di Lahan

Tanaman kol dapat tumbuh di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 200 mdpl sampai 2000 mdpl. Nah, pilihlah benih yang sesuai dengan altitude atau ketinggian lahan Anda dari permukaan laut sehingga saat sudah ditanam, pertumbuhannya dapat optimal.

Sistem perakaran tanaman kol ialah serabut. Oleh sebab itu, supaya tanaman ini mudah menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya, maka lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak terlebih dahulu dengan kedalaman 30 cm. Pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki porositas tanah, sekaligus membersihkan lahan dari gulma.

Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1,2 m, tinggi 30 cm, dan panjang 10 m atau disesuaikan dengan kontur lahan. Untuk setiap 1 hektar lahan, tambahkan pula pupuk dasar berupa campuran pupuk kandang sebanyak 20 ton/ha, dan pupuk kimia berupa Urea sebanyak 50 kg, ZA 125 kg, SP-36 125 kg, dan KCL 100 kg.

Baca juga: Cara Mempertahankan Kesuburan Tanah yang Efektif

Perawatan dan Pemupukan Susulan

Pertumbuhan tanaman kol yang cepat harus diimbangi dengan asupan nutrisi serta kelembaban tanah yang cukup. Maka dari itu, sangat dianjurkan untuk menanam kol di awal musim hujan atau di awal musim kemarau. Diharapkan selama pertumbuhannya, tanaman ini mendapatkan suplai air yang mencukupi.

Namun, apabila Anda menggunakan teknologi seperti irigasi tetes dan greenhouse, maka budidaya tanaman kol dapat dilakukan sepanjang tahun.

Lakukan pemupukan susulan saat tanaman sudah mencapai umur 4 minggu. Untuk tiap 1 hektar lahan, gunakan campuran pupuk kimia Urea sebanyak 50 kg, ZA 125 kg, SP-36 125 kg dan KCL 100 kg. Benamkan campuran pupuk tersebut di sekitar perakaran tanaman atau radius 10-15 cm dari batang tanaman.

Pencegahan Penyakit

Mungkin Anda pernah mendengar manfaat tanaman refugia. Ya, tanaman refugia ialah jenis bunga-bungaan yang bisa mencegah serangan hama dan penyakit. Tanaman seperti bunga matahari, kenikir, dan aster bisa mengundang predator dan parasitoid ke lahan pertanian kita.

Budidaya Kol

Predator dan parasitoid seperti laba-laba, lady bug, lacewing, dan kumbang, nantinya akan memangsa OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang menyerang tanaman kol. Setiap harinya mereka memakan dan menggunakan hama seperti kutu kebul (aphids), ulat daun, dan ulat grayak sebagai inang tempatnya meletakkan telur.

Baca juga: Tanaman Refugia, Pengusir Hama Tanaman yang Alami

Dengan melakukan pencegahan hama sedini mungkin, maka penggunaan pestisida dan insektisida di lahan dapat diminimalisir secara maksimal. Anda bisa menanam refugia di sekitar tanaman kol atau mengelilingi lahan budidaya. Semakin banyak bunga refugia yang Anda tanam, maka kemampuan menekan serangan OPT juga semakin tinggi.

Panen dan Distribusi

Tanaman kol bisa mulai dipanen setelah berumur 65-75 HST. Dengan perawatan yang baik, potensi panen yang bisa Anda dapatkan untuk setiap 1 hektar lahan ialah sebanyak 20-40 ton. Sebaiknya proses panen dilakukan di pagi hari saat cuaca sedang cerah.

Dengan menggunakan pisau, buang 4 helai daun paling tua, berikut bagian daun yang rusak. Masukkan krop sayur kol yang telah terkumpul ke dalam waring atau karung jaring sayur.

Setelah itu, Anda bisa menjual hasil panen langsung ke pasar sayur atau melalui aplikasi marketplace Pak Tani Digital yang bisa di-download di bit.ly/paktaniapp atau Google Play Store.


Itulah 5 langkah mudah budidaya kol yang bisa Anda praktekkan. Nah, Sobat PTD, apakah Anda tertarik untuk membudidayakan kol?

Klik & Baca: Cara Mengatasi Penyakit Akar Gada pada Kembang Kol

Penulis: Taufik Setyo Purnomo

Referensi:

  • Oscar, I. Farming method (2018). Cabbage Farming: How to Grow Cabbage Step by Step Guide
  • Puslitbang Hortikultura (2018). Budidaya Tanaman Kubis
  • Reid, L.M. Dengarden (2019). How to Plant and Grow Cabbage Seeds in the Garden
  • Uncle Fred’s Farm (2018). All You Need to Know about Cabbage Farming
  • Sumpena, U. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (2019). Budidaya Kubis

    Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

    Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.