Bawang Merah Surplus, Apakah Aman di Ekspor ?

Mau tau informasi mengenai bawang merah surplus yang di ekspor? Berikut Pak Tani digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!

Bawang Merah Surplus

Gerakan Tiga Kali Ekspor

bawang merah
detikfinance.com

Baca juga: Ingin Budidaya Bawang Merah di dalam Pot? Ikuti 5 Langkah Ini

Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong roda perekonomian.

Dalam program ini akan mendorong pengusaha dan eksportir melipat gandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat. Dengan ini diharapkan produksi hasil pertanian dapat mencapai tujuh persen per tahun.

Gerakan program gratieks ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang diyakini memiliki dampak besar pada roda ekonomi nasional.

Dengan adanya gerakan ini diharapkan nantinya akan ada jutaan orang yang terlibat di sektor pertanian.

Gratieks ini dapat menciptakan ekosistem perekonomian yang modern. Sebab, program ini melibatkan penggunaan teknologi, digitalisasi, riset, jejaring maupun kerja sama antara semua pihak baik hulur hingga hilir.

Dengan program gratieks ini ada hal menarik untuk hasil pertanian bawang merah kerena mengalami surplus (hasil yang meningkat).

Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendorong ekspor bawang merah demi implementasi Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Data Ekspor Bawang Merah

bawang merah
detikfinane.com

Baca juga: Antisipasi Harga Cabai dan Bawang Akibat Banjir

Walaupun sekarang Indonesia kondisinya sedang ditekan oleh wabah virus corona, permintaan akan komoditas pangan terus meningkat dan produksi bawang merah cukup untuk kebutuhan dalam negeri dhingga ekspor.

Menurut data Kementan, di Februari 2020 produksi bawang merah sebesar 198.121 ton, sementara kebutuhannya 112.730 ton. Sehingga, ada surplus 85.391 ton.

Ia menargetkan, di pertengahan tahun 2020 ini Indonesia bisa ekspor 15.000 ton bawang merah ke negara-negara di Asia Tenggara seperti Singapura dan Thailand, Malaysia, Thailand, Filipina,” papar Prihasto.

Dan akan dipastikan pasokan bawang merah dalam negeri akan aman meski tingginya permintaan akan bahan pokok. Sehingga, untuk ekspor pun tak perlu dikhawatirkan akan stoknya.

Jika dilihat dari perkembangannya sampai hari ini maka akan optimis bukan hanya memenuhi kebutuhan masyrakat Indonesia, tetapi memenuhi kebutuhan pangan dunia. Terlebih Kementan terus berupaya menjadikan pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern.


Itulah informasi mengenai bawang merah surplus yang di ekspor. Smeoga informasi yang diberikna dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga:5 Tahap Budidaya Bawang Putih di Pekarangan Rumah

 Sumber: Detikfinance.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.