5 Tahap Budidaya Bawang Putih di Pekarangan Rumah

Apa kamu sering memerlukan bawang putih sebagai bahan dapur sehari-hari? Nah, ada baiknya kamu mencoba budidaya bawang putih di pekarangan rumah.

Salah satu bumbu yang tidak pernah ketinggalan sebagai bahan campuran masakan adalah bawang. Jenis bawang sebetulnya sangat banyak tetapi yang sering digunakan ibu rumah tangga yaitu bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay.

Dari ketiga jenis famili Liliaceae tersebut, yang paling memiliki aroma paling tinggi adalah bawang putih. Selain itu, bumbu yang memiliki nama latin Allium sativum sudah digunakan sebagai penyedap makanan sejak ribuan tahun yang lalu.

Bawang putih diyakini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit maag, batuk, saluran pernafasan, cacingan, menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan pencernaan dan masih ada khasiat lainnya.

Berdasarkan penelitian yang sudah ada, sari bawang putih membunuh kuman-kuman yang menghambat jalannya pencernaan dan memiliki nilai antibiotika.

Melihat hal tersebut, alangkah baiknya ibu rumah tangga perlu budidaya bawang putih sendiri untuk kebutuhan dan menghemat biaya belanja bumbu.

5 Tahap Budidaya Bawang Putih

Berikut 5 tahap budidaya bawang putih di pekarangan rumah yang dapat menjadikan referensi buat Anda yang mau mencoba:

Penentuan Waktu Tanam

Budidaya bawang putih sebaiknya dilakukan saat musim hujan sudah berkurang. Sinar matahari mulai cerah.  Rata-rata bawang putih dapat ditanam pada bulan Mei/Juni. Sebelum bulan tersebut, bisa digunakan untuk mempersiapkan tanah atau lahan untuk menanam.

Baca Juga: Budidaya Lengkuas di dalam Pot, Terapkan 5 Langkah ini

Memilih Bibit

Pada dasarnya, umbi bawang putih dapat tumbuh dalam waktu selama 3-4 bulan. Bibit bawang putih yang akan ditanam, harus memiliki besar yang sama atau uniform. Setelah siung-siung dipisahkan dari umbi induknya, maka dapat dilakukan pemilihan bibit sebagai berikut:

  1. Jangan menanam bibit yang berukuran di bawah 3 gram karena mudah membusuk dan pertumbuhannya akan kerdil.
  2. Membuang siung yang nampak rusak dan berwarna hitam.
  3. Tanam bibit yang ukuran besarnya sama, disarankan ukuran besar karena akan lebih cepat pertumbuhannya.

Menanam Bawang Putih

Persiapan Lahan

Lahan untuk budidaya bawang putih sebaiknya diolah sebelum penanaman dilakukan. Pemberian pupuk kandang dianjurkan agar kesuburan tanah dapat membantu pertumbuhan bawang putih.

Pembuatan bedengan/petakan menyesuaikan luas pekarangan rumah. Untuk mempermudah pengairan jangan buat petakan yang terlalu panjang. Apabila tidak memiliki lahan yang cukup maka bisa diganti dengan pot.

Cara Menanam

Bibit bawang putih sebelum ditanam, pucuknya dipotong sedikit. Dalam menanam bawang putih, rata-rata dengan jarak 15×10 cm. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman 3-4 cm. Jangan terlalu dangkal maupun dalam jika menanam bibit agar tidak menghambat pertumbuhannya.

Bibit yang sudah dipotong sebaiknya segera ditanam. Sebelum ditanam, petakan harus dibasahi. Jika menanamnya di dalam pot, cukup isi 2-4 saja bibit bawang putih. Sesuaikan dengan ukuran besar kecilnya pot yang digunakan.

Baca Juga: Panduan Mudah Budidaya Serai di Rumah

Pemeliharaan

1. Penyiraman

Dalam budidaya bawang putih penyiraman dilakukan berdasarkan ada tidaknya hujan. Jika intensitas hujan masih ringan maka penyiraman harus dilakukan agar tanah tetap basah.

Setelah bawang putih sudah tumbuh, dilakukan penyiraman seminggu sekali. Jika sudah tumbuh daun, maka 15 hari dilakukan penyiraman sekali. Pada saat mendekati umbi menua, pengairan dihentikan.

2. Penyiangan

Pembersihan gulma atau tanaman pengganggu dimulai 7-10 hari setelah bawang putih mulai muncul bagian daunnya.

Rumput yang berdekatan dengan tanaman bawang putih cukup dicabut menggunakan tangan tanpa merusak perakaran. Jika memungkinkan tanaman diberi mulsa dari jerami.

3. Perabukan Susulan

Jika rabuk dasar utama adalah rabuk bahan organis yang dilakukan saat bersamaan pengolahan tanah dengan pupuk  kandang, maka rabukan kedua dengan pupuk susulan berupa unsur N,P dan K.

4. Memperjarang Tanaman

Budidaya bawang putih di pekarangan pasti akan menemui pertumbuhan umbi samping yang dapat mengurangi besarnya umbi induk. Oleh karena itu, umbi samping harus dibuang sedini mungkin.

Pemeliharaan pada tahap ini memiliki tujuan untuk menjamin suburnya pertumbuhan daun. Akan tetapi, daun yang terlalu subur justru bisa mengurangi pertumbuhan umbinya juga. Sebaiknya daun yang mendekati ukuran maksimal direbahkan.

Tanaman Bawang Putih

5. Pembasmian Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit dapat menyerang akar, umbi dan daun. Semuanya bisa diatasi dengan cara preventif. Jika hama bisa diatasi dengan kuratif alias “tembak langsung” sementara penyakit bisa dengan cara kimiawi yaitu insektisida.

Berikut contoh hama dan penyakit beserta cara pembasmiannya:

  • Hama perakaran Cacing nematoda dengan gejala serangan menjadikan batang pendek dan daun mengerut dan tidak normal. Cara pembasmiannya bisa secara kimiawi dengan obat Themik atau Nemagon.
  • Penyakit cendawan Peronospora destructor dengan gejala daun menjadi kuning bercak-bercak, pucuk daun menjadi kering. Keadaan lembab membuat spora cendawan meningkat serangannya. Sejak tahun 1951 cara mengatasinya yaitu dengan diberi fungisida DITHANE M-45.

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Budidaya Cabe Hidroponik

Penulis: Erna Mutiasari

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • Rismunandar. 1986. Membudidayakan 5 Jenis Bawang. CV.Sinar Baru. Bandung: Hal 116p
  • Roser, David. 1997. Bawang Putih untuk Kesehatan. PT. Bumi Aksara. Jakarta: Hal 136 p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.