Panduan Mudah Budidaya Serai di Rumah

Apakah Anda tertarik untuk mencoba budidaya serai di pekarangan rumah? Pak Tani Digital akan membagikan caranya yang tentunya mudah diaplikasikan.

Serai adalah tanaman yang termasuk tanaman toga (tanaman obat keluarga). Serai dapat dijadikan obat-obatan herbal serta dapat diambil minyak atsirinya sebagai bahan baku pewangi. Serai juga biasa digunakan sebagai campuran bumbu masakan.

Serai pun sangat direkomendasikan untuk ditanam di pekarangan rumah karena selain banyaknya manfaat, serai juga mudah dibudidayakan.

Tanaman serai memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  • Tumbuhan mirip tanaman alang-alang/rumput-rumputan
  • Memiliki aroma yang khas bila diremas daunnya
  • Daun memiliki permukaan yang kasar dan kesat
  • Tumbuh beruas dan memiliki batang berwarna hijau tua

Syarat Tumbuh Tanaman Serai Wangi

1. Ketinggian Tempat

Tanaman  serai dapat tumbuh di hampir seluruh daerah, termasuk pada ketinggian tempat tanam. Namun demikian, ketinggian yang ideal adalah 350-600 mdpl.

2. Iklim

Tanaman serai dapat tumbuh pada hampir seluruh iklim, bahkan iklim ekstrim sekalipun. Namun, tanaman serai dapat berproduksi dengan baik pada suhu 18 – 25 0C  dan lembab serta pada curah hujan yang cukup.

Baca Juga: Ikuti 5 Langkah Ini untuk Budidaya Semangka

Serai untuk Masakan

 

 

Cara Budidaya Serai di Rumah

Berikut ini adalah langkah-langkah budidaya serai yang bisa Anda praktekkan di rumah.

Pilih Bibit Serai yang berkualitas

  • Bibit yang baik dapat dilihat dari produksi serai yakni banyaknya anakan serai, besarnya bonggol serai, serta daya adaptasi dan ketahanan terhadap daerah ekstrim.
  • Setelah terpilih bibit unggul yang akan ditanam, cabut tanaman serai ini secara hati-hatihingga bagian rimpang umbinya.

Penanaman Serai ke Media Tanam

Setelah bibit serai didapatkan, tanamlah serai ke dalam media tanah. Media tanah dapat berupa campuran kompos, tanah, abu, sekam, dan pupuk dari daun-daunan. Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk memindahkan bibit serai ke media tanah yaitu:

  • Polybag/pot tempat tumbuhnya serai
  • Isi polybag/pot dapat berupa tanah, pupuk kandang/kompos, sekam padi
  • Bibit serai

Langkah-langkah untuk memindahkan atau menanam serai di media tanah adalah sebagai berikut.

  • Siapkan media untuk penanaman serai
  • Siapkan bibit serai yang telah ditumbuhi akar
  • Buat lubang pada media tanam sedalam 15 – 20 cm,tergantung panjangnya akar serai
  • Tanam serai dengan posisi tegak
  • Siram pangkal serai dengan air

Tanaman Serai

Penyiraman

Penyiraman tanaman serai ini dilakukan sebanyak 2 kali setiap harinya untuk mencegah tanaman serai menjadi layu. Penyiraman secara rutin juga dilakukan untuk memudahkan akar serai menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah.

Baca Juga: 7 Cara Mengelola Pengairan Sawah untuk Antisipasi Kekeringan

Pemupukan

Pemberian pupuk juga diperlukan setelah serai ditanam. Pupuk yang dapat digunakan yakni pupuk kandang atau kompos. Pupuk alami dapat menyuburkan tanah lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimiawi pabrikan.

Pemupukan dapat dilakukan pada tanaman serai saat berumur 4, 8, dan 16 minggu.

Penyiangan dan Penggemburan Tanah

Penyiangan dan penggemburan pada serai dapat dilakukan sekaligus. Penyiangan dimaksudkan untuk membunuh gulma yang ada, dimana gulma dapat menyerap nutrisi pada tanah yang juga diperlukan serai.

Setelah penyiangan, selanjutnya tanah digemburkan.

Penggemburan tanah bertujuan untuk memudahkan akar serai menyerap nutrisi pada tanah, karena setelah digemburkan, air akan lebih mudah melarutkan unsur hara menuju akar. Penggemburan tanah juga membantu respirasi pada akar.

Pemangkasan Daun

Pemangkasan daun dilakukan pada daun tanaman serai yang telah tua. Biasanya pemangkasan dilakukan pada tanaman yang telah berusia 5 – 6 bulan, namun tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim.

Pemangkasan daun bertujuan agar rimpang yang dihasilkan serai lebih banyak dan berkualitas.

Pemanenan

Serai sudah dapat dipanen pada usia sekitar 8-10 bulan. Untuk memanennya, lakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Cabut beberapa rimpang umbi sampai batangnya
  • Ikat rimpang umbi tersebut dengan karet/tali bambu
  • Jika ada daun serai yang panjang, pangkaslah
  • Cabutlah rimpang umbi secara berkala. Jangan mencabut serai secara keseluruhan.

Nah, Sobat PTD, itulah 7 langkah mudah untuk budidaya serai di pekarangan rumah. Sangat mudah dan sederhana, bukan? Tunggu apa lagi? Silahkan dicoba ya

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Caisim di Pekarangan Rumah

Penulis: Hanif Nalas Wafi
Mahasiswa Peternakan Universitas Andalas Payakumbuh

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Referensi:

  • https://ilmubudidaya.com/cara-menanam-serai
  • Suroso. 2018. Budidaya serai wangi (cymbopogon nardus L.Randle). Penyuluh kehutanan lapangan dinas kehutanan dan perkebunan. Daerah istimewa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.