Startup Sosial Petani Indonesia

Banyak diantara petani yang terkadang tidak memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk ditanami sesuatu hal. Padahal lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk melakukan budidaya berbagai jenis tanaman. Salah satu contoh adalah tanaman jagung. Melakukan budidaya jagung tentunya harus ada ketelatenan, akan tetapi hal tersebut tidak menjadi penghambat untuk para petani untuk melakukan budidaya tanaman jagung. Karena budidaya jagung termasuk aktivitas yang menyenangkan dan bisa menjadi quality time bagi para petani, yang artinya bisa dilakukan di sela pekerjaan lain.
Jagung biasanya dikatakan sebagai tanaman musim panas, yang artinya tidak baik jika ditanam pada tanah yang dingin dan juga basah karena hal ini dapat menyebabkan jagung yang kita tanam tidak berkecambah. Sebaiknya budidaya tanaman jagung dilakukan di lahan dengan suhu tanah antara 16 hingga 35 derajat celcius. Selain itu, tanaman jagung merupakan tanaman yang membutuhkan waktu antara 60 hingga 100 hari untuk bisa dipanen. Atau membutuhkan kurang lebih 3,5 bulan agar buah jagung bisa dipanen. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang menghasilkan karbohidrat. Oleh karena itu, tidak jarang kita dengar bahwa jagung menjadi bahan pangan pokok pada sebagian belahan bumi. Jagung juga bisa diolah menjadi bahan pangan olahan seperti minyak jagung, bahan kosmetik, bisa diolah juga menjadi tepung salah satunya tepung maizena, serta jagung juga bisa digunakan atau diolah menjadi bahan pangan bagi ternak.
Baca Juga : 5 Langkah Budidaya Jagung Hibrida Agar Cepat Panen
Tanaman jagung biasanya tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian mencapai sekitar 1200 meter dpl (diatas permukaan laut). Tanaman jagung akan bagus pertumbuhannya pada jenis tanah lempung, berpasir, bisa juga tanah vulkanik yang subur, tanah gembur, tanah yang kaya akan bahan organik. Tanaman jagung merupakan tanaman yang membutuhkan pencahayaan sinar matahari paling sedikit 8 jam per hari dengan suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat celcius, dengan curah hujan sedang, serta ph tanah antara 5,5 hingga 7 dan memiliki sistem drainase yang baik. Tanaman jagung memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut:
- Sebagai sumber karbohidrat
- Sebagai pakan ternak
- Bisa dijadikan sebagai minyak jagung
- Bisa juga dijadikan sebagai tepung jagung
- Dimanfaatkan sebagai bahan baku industri
Baca Juga : Yuk, Intip Teknik Budidaya Jagung Sukmaraga dengan Mudah

Tidak hanya biji jagung saja yang bisa dimanfaatkan, akan tetapi tongkolnya juga. Tongkol jagung kaya akan pentosa yang dapat diolah menjadi bahan baku pembuatan furfural. Selama pertumbuhan tanaman jagung, separuh pertama merupakan siklus pertumbuhan secara vegetatif, kemudian paruh kedua merupakan pertumbuhan tanaman jagung secara generatif. Untuk tinggi tanaman jagung sendiri bervariasi, akan tetapi pada umumnya antara am hingga 3m. Terkadang ada juga yang mencapai tinggi hingga 6m. Tanaman jagung termasuk tanaman berakar serabut yang mampu menembus kedalaman 8m meskipun sebagian ada yang tidak mencapai yang berkisaran hanya 2m saja. Untuk tanaman jagung yang sudah dewasa akan muncul akar adventif dari buku – buku batang sebagai penyangga pada tanaman jagung agar tetap tegak. Sebelum melakukan budidaya jagung, maka perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:
- Pastikan bibit yang digunakan berkualitas unggul
- Pastikan lahan memiliki tanah yang subur sebagai media tanam
- Proses penanaman jagung harus benar sesuai prosedur
- Penyiraman jagung yang tepat dan terjadwal begitu juga dengan penggunaan pupuk
Baca Juga : Menilik Peluang Bisnis Budidaya Jagung Manis dan Analisis Usahanya
Berikut ini cara menanam jagung yang baik dan benar:
- Bersihkan lahan terlebih dahulu dan baiknya membuat jalur
- Membuat lubang sedalam 5 cm dan dengan jarak minimal 25 cm
- Setelah itu taburkan benih jagung kedalam lubang dan tutup lubang
- Ketika lubang ditutup maka tidak lupa menggunakan bokashi
- Jangan lupa melakukan penyiraman jagung ketika musim kemarau
- Apabila jagung sudah mencapai 30 hingga 40 cm, maka rumput liar atau gulma disekitar tanaman jagung perlu dibersihkan
- Setelah itu, perlu memberikan pupuk secukupnya untuk agar pertumbuhannya lebih cepat
Selain itu, selama melakukan budidaya jagung, kita harus memastikan bahwa tanaman jagung terbebas dari hama dan juga penyakit. Tidak lupa melakukan penyerbukan, dengan mengguncang batang jagung dengan lembut agar penyebaran serbuk lebih merata dan pembentukan tongkol lebih baik. Dan ciri – ciri jagung dapat dipanen apabila daun 80% sudah kering, serta kulit dan klobot jagung sudah kering. Buah jagung padat dan keras, serta warna buah jagung tampak bening dan mengkilat.
Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di .
Sumber Gambar : freepik