Abdul Qohar, Petani Pepaya Calina yang Berpenghasilan 18 Juta per Bulan

Saat ini, menjadi petani merupakan pekerjaan yang wajib kamu coba dan perhitungkan. Banyak cerita sukses petani yang bisa kamu jadikan sebagai motivasi dan inspirasi. Namun, kisah sukses pertanian juga tidak berbeda jauh dengan kesuksesan di bidang lainnya. Tetap saja membutuhkan yang namanya ketekunan dan perhitungan yang tepat.

Seperti yang dilakukan oleh Abdul Qohar dari Lamongan, ia mampu meraup penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulannya. Petani tersebut beralih budidaya ke tanaman pepaya Calina di lahan kering dan tandus yang biasanya hanya ditanami tembakau atau jagung. Tentu saja hal yang dilakukannya menjadi bahan olok-olokan warga sekitar dan bahkan sempat dikatai ‘gila’. Selain pemasaran buah pepaya yang dianggap kurang jelas dan tidak pasti, tanaman tersebut umumnya juga membutuhkan lahan yang subur dengan jumlah air yang cukup banyak.

Namun, ketekunannya dalam membudidayakan pepaya akhirnya membuahkan hasil. Pada panen pertama, ia mendapatkan penjualan yang cukup besar dan mampu mendapatkan penghasilan tambahan yang menarik minat dan perhatian petani lainnya. Setelah beberapa waktu, petani yang berminat menjadi petani pepaya semakin banyak dan tertarik untuk belajar budidaya tanaman pepaya Calina.

Oleh karena itu, kelompok tani Godong Ijo Sejahtera kemudian digunakan sebagai organisasi yang membantunya dalam membagikan cara dan tips bertani pepaya yang kemudian banyak ditiru oleh petani-petani lain. Pertumbuhan jumlah anggota kelompok tani tersebut mengalami peningkatan yang pesat dan menyebar ke beberapa desa tetangga.

Kebun Pepaya Calina
Sumber: mediaindonesia.com

Menurut Qohar, budidaya pepaya jenis Calina sangat menguntungkan dan mudah untuk dilakukan karena jenis pepaya tersebut dapat hidup dengan baik di lahan kering sekalipun. Pada saat dewasa, tanaman buah tersebut bisa dipanen hingga dua kali dalam seminggu. Penghasilan mingguan yang diperoleh tentu saja sangat membantu petani dalam mencukupi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Saat ini, Lamongan dikenal sebagai daerah penghasil buah Pepaya terbesar ketiga di Jawa Timur. Hal ini merupakan bagian dari hasil kerja keras Qohar melalui kelompok tani Godong Ijo Sejahtera dalam mencari dan menjalin kemitraan dengan distributor buah-buahan.

Namun, terlepas dari hal itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan juga memberikan dukungan dan tanggapan positif. Bahkan, Bupati Lamongan, Fadeli, pernah berkunjung ke perkebunan pepaya Calina yang dikelola oleh kelompok tani Godong Ijo Sejahtera. Bupati itu mengikutsertakan pengembangan perkebunan pepaya Calina dalam program pemerintahan dengan nama program Gemerlap.

Dukungan lain yang diberikan oleh pemerintah daerah adalah direncanakannya pembuatan koperasi petani pepaya, dilakukannya pelatihan budidaya tanaman pepaya, dan pemberian atau hibah unit pengolah pupuk organik kepada petani pepaya.

Pada tahun 2016 lalu, total kebun Pepaya Calina di Kabupaten Lamongan seluas 15 hektar. Banyaknya jumlah pohon pepaya yang bisa ditanam dalam satu hektar mencapai 1520 pohon dan menghasilkan pendapatan per hektar mencapai Rp 18-20 juta, tergantung faktor kegagalan yang mungkin terjadi.

Hingga saat ini, budidaya pepaya semakin banyak diminati. Dapat dipastikan luas lahan dan jumlah petani yang membudidayakannya terus bertambah, sering dengan bertambahnya  jangkauan konsumen dan mudahnya transportasi pengiriman.

Nah, tentu saja penghasilan yang sangat menarik bukan? Tertarik mencobanya?

Baca juga: Kisah Agus Suprapto yang Sukses Berbisnis & Mengekspor Jeruk

Sumber gambar utama: kompas.com

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.