6 Alasan Menanam Kurma di Indonesia

Kurma merupakan tanaman yang termasuk ke dalam keluarga Palmaceae. Tanaman buah asal Timur Tengah ini memiliki segudang manfaat. Selain itu, kurma juga memiliki rasa yang khas dan digemari oleh segala kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terutama pada bulan ramadhan karena rasanya yang manis dan enak.

Karena kurma merupakan tanaman khas yang tumbuh di Timur Tengah, setiap tahun, Indonesia selalu mengimpor kurma dari negara-negara penghasil kurma, seperti Mesir, Saudi Arabia, Iran, United Arab Emirates (UAE), Pakistan, Algeria, Sudan, Oman, Libya, Arab Jamahiriya, dan Tunisia.

Tanaman kurma diduga berasal dari dataran Mesopotamia, Palestina, atau sekitar Afrika bagian utara (Maroko) sekitar 4000 tahun SM. Sejak 3000 tahun SM, kurma mulai menyebar ke kawasan Mesir, Afrika, Asia Tengah dan sekitarnya (Rahmadi, 2010).

Syarat Tumbuh Kurma

Supaya dapat tumbuh dengan subur, terdapat beberapa syarat tumbuh kurma yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

  1. Kurma dapat tumbuh pada rentang suhu yang ekstrim yakni -15ºC sampai 51⁰C, tetapi kurma dapat tumbuh optimal pada keadaan suhu sekitar 25ºC.
  2. Dapat tumbuh pada ketinggian 400 Mdpl (lembah Jordan) hingga lebih dari 2000 Mdpl (Kashmir pada pegunungan Himalaya)
  3. Kurma dapat bertahan pada kondisi tanah yang marginal, seperti di padang pasirsehingga akan lebih subur tumbuh di tanah seperti di Thailand, India, dan Indonesia
  4. Ph tanah untuk penanaman kurma tidak asamsehingga sering ditambahkan kapur dolomit pada tanah

Baca juga: 4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui

6 Alasan Mengapa Harus Menanam Kurma

Tips Menanam Kurma di Indonesia

Setelah mengetahui syarat-syarat tumbuh kurma di atas, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa harus menanam kurma di Indonesia.

Memandirikan petani

Membebaskan petani dari fluktuasi harga pasar. Bila harga murah, petani bisa menjemur kurma, lalu disimpan dan bisa bertahan hingga 3 tahun.

Harga pasaran yang tinggi

Harga kurma sangat bagus. Di Jakarta, kurma termurah (kurma curah) dijual seharga Rp 35.000/kg, sedangkan kurma termahal (Ajwa dan Barhi) memiliki harga hingga 1 juta/kg. Wow!

Satu pohon kurma = Satu hektar sawit

Nilai panen kurma lebih tinggi dibandingkan dengan nilai panen sawit. Satu pohon kurma dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sama dengan 1 hektar sawit.

Kita ambil contoh di Kalimantan. Harga sawit sebesar Rp 1.150/kg TBS (Tandan Buah Segar), maka hasil per tahun 1 hektar pohon sawit adalah Rp 34.500.000, sedangkan satu pohon kurma dapat menghasilkan buah 100 kg per tahun dengan harga Rp. 350.000/kg. Jadi, satu pohon kurma dapat berpotensi menghasilkan uang Rp 35.000.000/pohon per tahun.

Baca juga: Minyak Sawit akan Segera Dibuat Menjadi Green Avtur

Tumpangsari dengan tanaman yang lain

Petani dapat menanam kurma secara tumpang sari dengan tanaman seperti padi, palawija, dan tanaman lain. Selain itu, kurma juga akan menambah nilai dengan kemampuan kurma mentransformasi lahan marginal yang tandus dan belum dimanfaatkan.

Rehabilitasi kawasan daerah operasi minyak dan gas

Kondisi tanah yang ditambang minyak akan berubah menjadi gersang, tidak mengikat air, miskin unsur hara & garam mineral sehingga tidak ada tanaman yang dapat bertahan hidup, kecuali kurma. Setelah kurma ditanam, akan mengembalikan kondisi tanah menjadi lebih subur dan dapat ditanami kembali dengan tanaman lain, serta dapat mengundang fauna kembali.

Menyelamatkan dari bencana

Pohon Kurma

Kurma dapat menghambat bencana tsunami. Ini disebabkan oleh tanaman kurma memiliki akar yang kuat mencengkram ke dalam, dan paling tahan terhadap salinitas (keasinan air) yang tinggi.

Menanam kurma dapat memproteksi tsunami setebal 100 meter sepanjang pantai, juga dapat menyelamatkan dan melindungi dari hempasan ombak tsunami (Djamil, 2016).


Itulah beberapa alasan mengapa harus menanam kurma di Indonesia. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, potensi kurma di Indonesia sangatlah besar. Tidak hanya bisa bertahan di lahan yang marginal dan kurang subur, nilai panen kurma juga sangat besar, dibandingkan dengan nilai panen kelapa sawit.

Semoga info pertanian ini bermanfaat bagi semua orang yang tertarik untuk menanam kurma di Indonesia.

Klik & Baca: 5 Tips Menanam Kurma di Indonesia

Penulis : Hanif Walas Nafi

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.