virus cororna

Sekarang virus corona sudah menyebar luas. Mau tau informasi mengenai virus corona? Berikut Pak Tani digital akan membagikan infonya. Simak ulasannya!

Virus Corona

Wabah Virus Corona

virus cororna
posrakyat.com

Baca juga: Waspadai Virus Corona, Apakah Harus Hentikan Impor Hewan dari China?

Angka kematian akibat virus corona ini dilaporkan melampaui korban jiwa virus SARS. Korban meninggal akibat virus corona terbanyak berada di Provinsi Hubei dengan jumlah kematian 81 jiwa.

Virus corona di China yang diyakini muncul tahun lalu di pasar yang menjual binatang liar di ibu kota Hubei, Wuhan yang dilihat dari banyaknya korban hingga 37.000 orang terinfeksi virusnya.

Sejumlah penelitian pun mengungkap virus 2019 n-Cov ini diduga ditularkan melalui kontak langsung antara manusia dan hewan, atau diperkirakan penyebarannya ditularkan dari udara yang penuh bakteri.

Manusia yang terjangkit virus ini apabila manusia mengonsumsi daging atau produk hewani, atau bisa juga jika produk-produk hewani tersebut tidak dimasak hingga matang atau datang dari lingkungan yang tidak sehat.

Virus yang menular secara alami antara manusia dan hewan dinamakan penyakit zoonotik. Selama beberapa waktu lalu, ular dan kelelawar dianggap sebagai penyebar wabah virus corona di Wuhan, China ke manusia.

Namun, melalui investigasi lebih lanjut, peneliti dari China mengatakan bahwa ada kemungkinan trenggiling juga turut andil dalam penyebaran virus berbahaya tersebut.

Hewan Perantara Virus Corona

virus cororna
finansial.com

Baca juga: Hindari 5 Hal Penyebab Keracunan Pada Hewan Ternak

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membenarkan trenggiling terindikasi kuat sebagai perantara virus corona yang pertama kali merebak di Kota Wuhan, Hubei, China.

Peneliti mikrobiologi LIPI, Sugiyono Saputra mengatakan ada kesamaan material genetik virus corona yang diambil dari tubuh pasien dan trenggiling.

Temuan ini mendukung spekulasi seorang ahli epidemiologi asal Amerika Serikat, John Epstein dan Ecohealth Alliance, bahwa trenggiling kemungkinan menjadi sumber virus corona jenis baru.

Dalam riset terbaru ini, tidak disebutkan lebih lanjut mengenai metode penelitian yang digunakan. Namun, kantor berita China Xinhua menyebut peneliti telah menguji lebih dari 1.000 sampel hewan liar.

Diduga penyebaran ini diperkuat dengan banyaknya penduduk China yang mengkonsumsi trenggiling karena seperti konsumsi makanan ekstream penduduk China seperti anjing, landak, ular, dan musang.

Menjadi santapan sehari-hari, sisik trenggiling banyak diminati sebagai salah satu bahan obat-obatan tradisional khas China.

Yayasan Keanekaragaman Hayati dan Pembangunan Hijau China menyebut, ada lebih dari 60 obat-obatan komersil dari lebih 200 perusahaan farmasi yang menggunakan bahan baku sisik trenggiling.

Selain itu, trenggiling merupakan hewan paling banyak diperdagangkan di dunia. Penyelundupan ilegal semakin meningkat karena permintaan sisik trenggiling dalam obat tradisional membuat perdagangan trenggiling sulit dibendung.

Pemerintah China sudah mengeluarkan regulasi untuk menghentikan dana asuransi untuk obat yang mengandung sisik trenggiling pada April 2019.

Namun, laporan investigasi 30 jurnalis se-Asia dan Afrika mengungkap, tren penyelundupan trenggiling malah naik pada September 2019.


Itulah informasi mengenai hewan penyebar virus corona. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Ingin Ternak Lele? Ketahui Cara Pembenihan Ikan Lele Ini

Sumber: CNNindonesia dan Detik.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Comments

  1. sering kali di desa saya kalau mulai panen cengkeh atau kopi hrg sangt tnggi..tp setelah panen raya tiba hrgnya menurun drastis..inolh yg menyebabkanpetani tdk sjhtera. soalnya menjualny ke tengkula. ke tokonya cina di pasar..makany hrg gk bisa stanil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.