bawang merah

Tahukah Anda jika bawang merah termasuk kedalam salah satu komoditi tanaman hortikultura yang memiliki permintaan pasar tinggi. Pengolahan pasca panen bawang merah merupakan salah satu tahapan yang harus diperhatikan karena akan menentukan baik buruknya kualitas bawang merah yang dihasilkan.

Langkah Pengolahan Pasca Panen Bawang Merah

bawang merah

Selain pemilihan bibit unggul serta pemeliharaan dan perawatan yang mumpuni, teknik pengolahan pasca panen yang tepat juga harus diperhatikan untuk bisa mendapatkan bawang merah yang berkualitas.

Lalu langkah apa saja yang harus dilakukan dalam teknik pengolahan pasca panen bawang merah? Untuk informasi lebih jelasnya, ini dia ulasannya.

1. Pengikatan Umbi

Umbi bawang yang sudah dipanen langsung diikat dengan tali bambu agar tidak mudah putus. Bagian yang diikat yaitu daun bawang bagian pucuk dengan panjang sekitar 3-5 cm dari ujung daun. Banyaknya daun yang diikat yaitu sekitar satu genggaman tangan orang dewasa.

Setelah selesai diikat, umbi dijemur di terpal atau lahan bekas panen yang sudah dialasi dengan anyamana bambu atau daun jati. Sedangkan bagian umbi bawang yang tidak ikut terikat dikumpulkan menjadi satu untuk dicuring secara terpisah.

Baca juga: 5 Langkah Budidaya Bawang Daun dengan Mudah

2. Pengeringan Awal

Setelah seluruh bawang merah dipanen, maka pengolahan pasca panen yang pertama yaitu melakukan pengeringan awal atau sering disebut juga dengan proses curing. Fungsi dari proses curing ini yaitu untuk menutup luka pada umbi yang terjadi saat proses pemanenan.

Beberapa langkah yang harus dilakukan saat pengeringan awal umbi bawang merah antara lain:

  • Letakkan bawang merah yang sudah dipanen di atas terpal kering saat matahari terik.
  • Ratakan bawang merah hingga tidak ada yang bertumpuk satu dengan yang lain.
  • Posisikan daun menghadap ke atas sehingga lebih cepat layu dan kering.
  • Balik ikatan bawang sehingg daun bagian dalam terkena sinar matahari.
  • Lakukan penataan ulang sehingga seluruh bagian daun mengering.
  • Lakukan pemisahan untuk jenis bawang merah yang rusak atau cacat.
  • Saat malam hari, tutup kembali terpal penjemuran untuk melindungi bawang dari hujan serta mengurangi penguapan air.
  • Berikan jarak antara terpal dan bawang merah sehingga bagian terpal tidak langsung mengenai bawang.

Baca juga: Langkah-Langkah Budidaya Bawang Bombay dari Rumah

3. Pengeringan Lanjutan

Setelah melewati tahap pengeringan awal, maka proses pengolahan selanjutnya yaitu pengeringan lanjutan. Pengeringan lanjutan pada bawang merah berfungsi untuk menurunkan kadar air pada umbi bawang merah sehingga lebih tahan lama.

Pengeringan ini biasa dilakukan selama 12-15 hari hingga umbi berwarna merah cerah dan bobot mulai menyusut sebanyak 17-22%.

Untuk melakukan pengeringan lanjutan, gabungkan 3-4 ikatan roji bawang menjadi satu lalu jemur di bawah sinar matahari. Bolak-balikkan umbi setiap 3 jam sekali saat panas sehingga umbi dapat kering merata.

Ciri-ciri umbi bawang merah yang telah selesai melewati masa pengeringan lanjutan yaitu kulit bagian luarnya sudah mulai kering dan mengelupas.

Setelah bawang kering, susun bawang didalam keranjang plastik untuk memudahkan pengangkutan.

Baca juga: Ingin Budidaya Bawang Merah di dalam Pot? Ikuti 5 Langkah Ini

4. Pembersihan Bawang

Bawang yang telah kering sempurna kemudian dikumpulkan di bangsal untuk dibersihkan. Bersihkan bawang dengan menggunakan sarung tangan sehingga hasil panennya lebih bersih. Pembersihan bawang dilakukan dengan cara memotong bagian akar serta daun yang sudah mengering di bagian atas leher umbi.

5. Sortasi

Setelah selesai dibersihkan, umbi bawang kemudian disortasi untuk memilih produk yang baik dan yang rusak. Pisahkan bawang yang rusak akibat hama penyakit atau akibat pemanenan dari umbi yang baik. Setelah didapatkan umbi bawang merah berkualitas baik, Anda bisa menyortirnya kembali berdasarkan kelas dan standar mutu yang telah ditetapkan.

6. Penyimpanan

Setelah disortasi dan diseleksi sesuai dengan standar mutunya, adakalanya bawang merah tidak serta merta langsung dipasarkan namun disimpan didalam gudang. Agar kualitas bawang merah yang disimpan tidak menurun, maka proses penyimpanan harus dilakukan dengan tepat dan sesuai. Beberapa langkah penyimpanan bawang merah di gudang agar kualitasnya tetap terjaga antara lain:

  • Sebelum bawang merah disimpan didalam gudang, Anda harus membersihkan rak penyimpanan serta lantai dengan sikat dan sabun untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lain yang masih ada didalam gudang.
  • Setelah rak penyimpanan bersih dan kering, susun bawang merah yang telah disortasi kedalam rak-rak gudang penyimpanan.
  • Pastikan adanya ventilasi udara untuk mencegah kelembaban udara yang tinggi didalam gudang.
  • Lakukan penjemuran tambahan pada bawang merah selama 1-3 jam untuk mencegah munculnya jamur.

Baca juga: Ingin Budidaya Bawang Putih Hidroponik? Ini Dia Caranya

7. Pengemasan

Proses pengemasan bawang merah juga perlu diperhatikan dengan seksama agar kualitas bawang tetap terjaga dan terhindar dari berbagai gangguan dari luar. Proses pengemasan bawang merah sendiri berbeda-beda sesuai dengan tujuan distribusinya.

Beberapa prosedur pelaksanaan pengemasan antara lain:

  • Pasar Lokal

Untuk bawang merah yang didistribusikan ke pasar lokal, kemas bawang merah dengan karung yang berlubang berkapasitas 25-30 kg.

  • Luar Daerah

Untuk pendistribusian bawang merah ke luar daerah, maka pengemasannya dilakukan dengan menggunakan karung yang sudah dilubangi sebagai ventilasi udara.

  • Supermarket/Swalayan

Untuk pendistribusian bawang merah ke supermarket atau swalayan, maka pengemasan dilakukan menggunakan tray yang ditutupi dengan plastik.

Itulah tadi beberapa tahap pengolahan pasca panen bawang merah. Semoga bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi Anda. Selamat bertani!

Baca juga: Cara Efektif Budidaya Bawang Merah di Lahan Kering

Sumber:

https://www.kampustani.com/penanganan-pasca-panen-bawang-merah/amp

https://lahan.co.id/pasca-panen-bawang-merah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.