Petani Menggunakan Biopestisida untuk Membasmi Hama

Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki jumlah petani yang besar. Bahkan, petani menjadi profesi pokok penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan.

Karena itulah, masalah yang terjadi di bidang pertanian akan mempengaruhi sektor lainnya seperti pangan dan sektor ekonomi. Oleh karena itu, produktivitas menjadi hal penting dalam sektor pertanian. Namun, hal inilah yang menjadikan petani tidak peka terhadap lingkungan.

Penggunaan pestisida kimia yang dianggap efisien dalam mencegah turunnya produktivitas, justu dapat mempengaruhi lingkungan dan secara tidak langsung menurunkan produktivitas.

Pencemaran pestisida kimia pada tanah, membuat hama resisten, dan meningkatkan biaya produksi adalah dampak negatif yang dapat menurunkan produktivitas jika pestisida kimia digunakan secara berlebihan.

Pencemaran terhadap tanah

Bahan aktif yang terkandung dalam pestisida kimia tidak mudah terurai sehingga menjadi residu dan mencemari lingkungan, terutama tanah.

Jika hal tersebut terus terjadi, maka produktivitas lahan akan menurun dan jumlah produksi yang dihasilkan petani menjadi rendah.

Baca: 5 Dampak Berbahaya, Stop ‘Kecanduan’ Pupuk Kimia!

Membuat hama resisten

Kandungan bahan aktif dalam pestisida kimia akan membunuh hama dengan cepat. Namun, hama yang masih dapat bertahan akan menjadikan tubuhnya resisten terhadap pestisida kimia tersebut.

Petani yang menggunakan pestisida di sawah

Jika hama tersebut berkembang biak dalam jumlah yang besar, maka pestisida kimia yang digunakan pun tidak berpengaruh terhadap hama. Hal ini akan berujung pada jumlah produksi yang menurun karena serangan hama resisten.

Baca: 4 Penyebab Hama Meningkat Setelah Penggunaan Pestisida

Harga pestisida yang semakin mahal

Harga pestisida yang terus naik akan menambah biaya produksi. Dan sayangnya, hal ini tidak diimbangi dengan hasil produksi yang lebih besar.

Solusi yang dapat dilakukan petani akan masalah tersebut adalah dengan menerapkan peralihan penggunaan pestisida, dari pestisida kimia ke pestisida alami atau Biopestisida.

Biopestisida

Biopestisida adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan yang berpotesi digunakan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Biopestisida (pestisida alami/pestisida hayati) merupakan pestisida ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia.

Ekstrak Daun Mimba bisa diolah menjadi biopestisida
Ekstrak Daun Mimba | Sumber: kabartani.com

Tanaman yang biasa digunakan dalam pembuatan biopestisida ini antara lain daun mimba, mahoni, biji srikaya, empon-empon seperti kunyit, temulawak, dan tanaman lainnya.

Kombinasi dari tanaman-tanaman tersebut bersifat menolak hama, menghasilkan racun, mengganggu siklus pertumbuhan hama, dan mengganggu pencernaan atau merubah perilaku hama.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang didapatkan saat menggunakan biopestisida dalam pengendaliaan hama dan penyakit tanaman:

  • Murah dan mudah didapat
  • Tidak menimbulkan residu pada tanah
  • Aman bagi manusia
  • Produk pertanian menjadi lebih sehat
  • Tidak menyebabkan resisten pada hama dan lainya.

Dari keunggulan biopestisida di atas, dapat disimpulkan bahwa biopestisida berdampak baik pada lingkungan dengan fungsi yang sama yakni membasmi hama. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi para petani untuk beralih ke Biopestisida.

Baca: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau

Sumber gambar utama: batmandeso.blogspot.com

Penulis: Dino Laferda
Mahasiswa Universitas Muria Kudus


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.