4 Penyebab Hama Meningkat Setelah Penggunaan Pestisida

Salah satu masalah terbesar dalam pertanian adalah hama. Biasanya, masalah ini diatasi petani dengan mengaplikasikan pestisida pada tanaman. Tujuannya memang untuk membunuh hama. Akan tetapi, pada kenyataannya, seringnya penggunaan pestisida justru meningkatkan populasi hama. Hal ini terjadi karena penggunaan pestisida yang kurang tepat dan bijaksana, kurangnya pengetahuan petani mengenai perhitungan pestisida yang digunakan untuk membasmi hama tanaman.

Berikut ini adalah 3 faktor yang menyebabkan peningkatan hama setelah penggunaan pestisida pada tanaman.

Ketahanan hama terhadap pestisida

Dari banyaknya populasi hama yang ada, biasanya terdapat individu yang memiliki sifat genetik tahan terhadap jenis pestisida tertentu. Individu-individu yang tahan terhadap pestisida tersebut akan berkembangbiak menjadi populasi hama.

Hal ini sering dikenal dengan istilah resistensi, yaitu kondisi dimana terdapat populasi hama yang tidak dapat dikendalikan oleh pestisida yang di awal seharusnya berfungsi untuk membunuh populasi hama tersebut.

Di Indonesia, terdapat beberapa jenis hama yang bersifat resisten terhadap pestisida, seperti hama kubis Plutella xylostella, hama kubis Crocidolomia pavonana, hama penggerek umbi kentang Phthorimaea operculella, dan ulat grayak Spodoptera litura.

Beberapa hama tanaman padi juga ada yang resisten terhadap jenis pestisida tertentu, seperti wereng coklat (Nilaparvata lugens), hama walang sangit(Nephotettix inticeps) dan ulat penggerek batang (Chilo suppressalis). Bahkan, ketiga jenis hama tersebut mengalami peningkatan ketahanan terhadap pestisida.

Dengan adanya peningkatan ketahanan hama terhadap pestisida, petani terdorong untuk semakin sering melakukan penyemprotan pestisida, bahkan menambah dosisnya. Padahal, penggunaan pestisida yang berlebihan ini dapat kembali meningkatkan peningkatan populasi hama. Dalam hal ini, cara kerja pestisida hampir sama dengan cara kerja antibiotik.

Baca: Cara Basmi Hama Minim Biaya dan Pestisida

Resurgensi hama

Resurgensi Hama

Pada tahap awal, penggunaannya memang cukup berhasil untuk menekan populasi hama. Namun, dalam periode tertentu, hama dapat meningkat karena pestisida juga mengakibatkan matinya musuh alami hama.

Inilah yang dikenal dengan resurgensi, yakni kondisi di mana pestisida, sebagai racun yang berspektrum luas, juga membunuh musuh alami hama, seperti polinator, burung, ikan, dan musuh alami lainnya.

Selain karena matinya musuh alami hama, resurgensi hama juga dapat disebabkan oleh jenis-jenis pestisida tertentu yang justru memacu peningkatan telur serangga hama. Hal ini telah dibuktikan  oleh International Rice Research Institute terhadap hama Wereng Coklat (Nilaparvata lugens).

Baca juga: 5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi

Timbulnya hama sekunder

Melalui penggunaan pestisida, petani mungkin merasakan populasi hama semakin berkurang. Namun di balik itu, ada hal lain yang menjadi masalah. yakni munculnya hama baru yang sebelumnya tidak menjadi masalah—setelah populasi hama lama terkendali.

Jenis hama tertentu dapat dikendalikan oleh musuh alami. Namun, setelah penerapan pestisida pada tanaman pertanian, musuh alami hama justru mati sehingga muncullah hama-hama baru yang tidak terkendali.

Contohnya, hama wereng cokelat. Wereng cokelat sendiri baru ditemukan pada tahun 1970-an, dimana terdapat pemakaian insektisida berjadwal, penanaman tanaman terus-menerus, adanya tanaman sukulen karena tingginya dosis pupuk N, dan matinya musuh alami wereng tersebut.

Pestisida mengalir ke perairan

Sisa pemakaian pestisida dapat merusak ekosistem air yang berada di sekitar lahan pertanian. Hal ini disebabkan oleh pestisida yang membuat air tercemar. Air yang telah tercemar kemudian menyebar dan menyuburkan ganggang di daerah perairan, biasanya sungai dan irigasi.

Karena ganggang-ganggang tersebut tumbuh subur, maka cahaya matahari sulit masuk ke dasar air dan mengakibatkan hewan-hewan dan fitoplankton tidak mendapatkan cahaya. Jika fitoplankton tidak mendapatkan cahaya, maka ia akan mati karena tidak akan dapat berfotosintesis. Jika ia adalah musuh alami hama tertentu, maka hama tersebut akan terus berkembangbiak.

Baca: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.