Cara Basmi Hama Minim Biaya dan Pestisida

Pertanian merupakan sektor vital penggerak roda perekonomian makro Indonesia.

Lahan pertanian di daerah sekitar metropolitan semakin hari kian berkurang sehingga petani harus bersaing mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun semangat tersebut mengakibatkan banyak pelaku pertanian yang mengesampingkan keadaan lingkungan sehingga untuk menghindari penurunan hasil panen banyak petani yang memakai produk-produk kimiawi untuk membasmi hama pada tanamannya.

Pemerintah Republik Indonesia sudah melakukan berbagai program yang diharapkan mampu mendongkrak hasil pertanian mulai dari pembukaan lahan baru.

Baca: Millenial, Yuk Belajar Mengatasi Hama Tanaman dari Teknik Pertanian Amerika Serikat!

Pembangunan waduk – waduk besar sebagai upaya perbaikan sistem irigasi pertanian dan mampu menambah jumlah masa tanam, akan tetapi edukasi kepada masyarakat petani tentang keberlangsungan lingkungan sangatlah penting, diantaranya pemeliharaan unsur tanah yang dibutuhkan oleh tanaman dalam menghasilkan buah diantaranya dengan cara pengurangan pengunaan bahan kimia dalam perawatan tanaman.

Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Elizabeth Sri Hendrastuti mengungkapkan “Petani umumnya menggunakan pengendalian secara kimiawi, pestisida walaupun efektivitas tak terlalu tinggi. Justru secara kimiawi ini lebih banyak negatif baik untuk lingkungan, petani maupun tanamannya sendiri“.

Menurut Elizabeth, sesuai penanganan terpadu, cara kimiawi justru harus dijadikan opsi paling akhir. Hal ini apabila berbagai metode sudah tidak dimungkinkan lagi.

Namun saat ini sudah banyak orang yang menyadari hal tersebut sehingga produk organiklah yang gencar dicari oleh  konsumen.

Menghadapi konsumen yang selektif  dalam memilih hasil pertanian, sebagai pelaku pertanian juga harus mencari cara – cara alternatif untuk memenuhi minat pasar yang kemudian akan mendatangkan hasil yang positif baik bagi petani, lahan pertanian dan konsumen.

Menurut berbagai penelitian, hama/ serangga tertarik pada warna yang cerah, sehingga kita akan memanfaatkan hal tersebut dalam mengatasi hama pada tanaman.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa IPB menghasilkan warna kuning menjadi warna yang mampu menarik serangga.

Baca: 4 Inovasi Pertanian oleh Mahasiswa UGM

Berikut tabel hasil percobaan yang dilakukan oleh mahasiswa IPB.

Tabel1. ketertarikan hama terhadap warna

warna yang disukai hama
Source: rizkika.la08.student.ipb.ac.id/2010/06/20/uji-preferensi-warna/

Dari tabel hasil penelitian tersebut, kita akan buat perangkap sederhana untuk hama/ serangga dengan menggunakan bahan yang memiliki warna kuning cerah, berikut langkah-langkahnya;

1. Siapkan media dengan warna kuning cerah (warna yang paling diminati serangga).

2. Siapkan lem yang tahan terhadap cuaca panas dan hujan

cara basmi hama tanaman

3. Ratakan lem pada permukaan media kemudian pasang media pada lahan pertanian

basmi hama

Dengan demikian serangan hama akan berkurang dengan tetap terjaganya  keberlangsungan ekosistem dan lingkungan, buatlah sebanyak dan sedini mungkin perangkap hama tersebut sehingga serangan akan dapat dicegah lebih awal dan pertumbuhan tanaman tidak terhambat.

Baca: 5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi

Kelebihan perangkap warna:

Karena sangat sederhana dan mudah pembuatannya, tidak memerlukan biaya yang mahal, selain itu jika dibandingkan dengan perangkap yang memakai cahaya lampu perangkap ini lebih efektif karena radius tangkapnya lebih kecil sehingga tidak mendatangkan serangga yang letaknya jauh dari lokasi penempatan perangkap.

Kelemahan perangkap warna:

Bahan biasanya tidak bertahan cukup lama karena paparan sinar matahari dan hujan, ketahanan lem tergantung jenis lem yang dipakai dan jika sudah penuh oleh serangga/ hama harus diganti dengan perangkap yang baru.

Perangkap ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis tanaman sayur, dan buah dalam umur tanaman sedini mungkin.

Penulis: Nur Hidayat


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.