BPS Menyatakan Nilai Tukar Petani Aceh Turun 1,87 Persen

Mau tau informasi mengenai nilai tukar petani Aceh menurun? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan mengenai informasinya. Simak ulasannya!

Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani Aceh

petani
acehnews.net

Baca juga: Nilai Tukar Petani Menurun Ditengah Panen Raya

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (lt) terhadap indeks harga yang dibayar petani (lb). NTP merupapan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani perdesaan

Serta menunjukkan daya turkar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikomsumsi maupun untuk biaya produksi.

Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan pada bulan Maret 2020 dari bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan sebesar 1,22 persen dari 103,35 menjadi 102,09.

Hal ini terjadi juga pada Provinsi Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyatakan nilai tukar petani (NTP) pada Februari 2020 di Provinsi Aceh

Mengalami penurunan 1,87 persen karena indeks yang diterima petani Aceh menurun 1,34 persen.

Dari Hasil Pemantauan harga-harga perdesaan di beberapa daerah di Aceh pada Februari 2020, dihasilkan NTP sebesar 99,20 atau mengalami penurunan indeks sebesar 1,87 persen.

Data BPS Aceh yang dirilis pada awal bulan maret tersebut menyebutkan bahwa NTP turun tersebut disebabkan indeks yang diterima petani menurun sebesar 1,34 persen, sementara indeks yang dibayar petani meningkat sebesar 0,54 persen.

Harga yang diterima pada Februari 2020 tercatat sebesar 103,90 atau turun sebesar 1,34 persen dibanding periode sebelumnya.

Sedangkan indeks harga yang dibayar petani tercatat sebesar 104,74 atau meningkat sebesar 0,54 persen dibanding periode sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh menurunnya harga yang diterima petani pada subsektor tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat. Sedangkan peningkatan harga yang dibayar petani tersebut terjadi pada semua subsektor.

Nilai tukar petani subsektor tanaman pangan sebanyak 99,83 pada Januari, kemudian turun menjadi 98,80 pada Februari.

Sedangkan NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat senilai 104,69 pada Januari, kemudian turun menjadi 100,71 pada Februari.

Harga Gabah Petani Aceh

Mengapa Media untuk Petani adalah Hal yang Penting

Baca juga: Semangat Petani Panen Raya Disertai Protokol Covid-19

Disamping itu, BPS Aceh juga menyebutkan bahwa berdasarkan pemantauan harga-harga kebutuhan rumah tangga di beberapa daerah perdesaan Provinsi Aceh selama Februari, terjadi inflasi perdesaan sebesar 0,67 persen.

Inflasi di perdesaan yang terjadi pada wilayah Aceh selama Februari disebabkan naiknya harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau

Dengan naiknya harga barang seperti rokok, cabe, beras, gula pasir, tongkol, dan bawang. Sedangkan harga barang dan jasa pada kelompok pendidikan dan kelompok pakaian dan alas kaki tetap stabil.

Selama Februari juga, harga gabah kualitas gabah kering panen (GKP) ditingkat petani menurun sebesar 0,04 persen, yang menjadi Rp4.952 per kilogram.

Namun, di tingkat penggilingan harga GKP meningkat sebesar 0,03 persen, atau menjadi Rp5.027 per kilogram.


Itulah informasi pengenai penurunan nilai tukar petani di Aceh. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Hasil Produksi Panen Raya di Jambi Hingga 6,8 Ton Per Ha

Sumber: Antaranews.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.