Nilai Tukar Petani Menurun Ditengah Panen Raya

Mau tau informasi mengenai nilai tukar petani yang mengalami penurunan? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!

Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani Menurun

panen raya
gosulsesl.com

Baca juga: Hasil Produksi Panen Raya di Jambi Hingga 6,8 Ton Per Ha

Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami penurunan pada bulan Maret 2020 dari bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, penurunan sebesar 1,22 persen dari 103,35 menjadi 102,09.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (lt) terhadap indeks harga yang dibayar petani (lb). NTP merupapan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani perdesaan

serta menunjukkan daya turkar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikomsumsi maupun untuk biaya produksi.

Penurunan ini terjadi di seluruh subsektor pertanian. Yakni tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Penyeban utamanya karena adanya penurunan harga produk pertanian yang diterima petani. Sedangkan harga yang dibayarkan petani masih mengalami kenaikan.

Secara keseluruhan, penurunan NTP didominasi oleh sektor tanaman pangan. Di mana, saat ini tengah memasuki masa panen raya padi sehingga harga gabah ikut menurun.

Hal itu berdampak langsung pada penerimaan petani dan berimplikasi pada penurunan NTP.

Nilai Tukar Usaha Pertanian Menurun

panen raya
republika.com

Baca juga: Semangat Petani Panen Raya Disertai Protokol Covid-19

Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan sebesar 1,18 persen. Yakni dari 104,3 pada bulan Februari 2020 menjadi 102,9 pada Maret 2020.

Sama halnya dengan NTP, penurunan NTUP juga terjadi pada seluruh subbsektor usaha pertanian. Selain itu, rata-rata harga gabah di tingkat petani maupun penggilingan mengalami penurunan sepanjang bulan lalu.

Harga gabah kering panen (GKP) di petani turun 4,64 persen dari Rp 5.176 per kilogram (kg) menjadi Rp 4.936 per kg. Adapun, GKP di tingkat penggilingan turun 4,65 persen dari Rp 5.276 per kg menjadi Rp 5.888 per kg.

Meski harga gabah mengalami penurunan, harga beras di tingkat konsumen tidak seluruhnya mengalami penurunan.

Beras jenis premium atau kualitas terbaik tercatat naik tipis 0,02 persen dari Rp 10.081 per kg menjadi Rp 10.082 per kg.

Namun, untuk beras jenis medium sudah mengalami penurunan dari Rp 9.844 per kg menjadi Rp 9.827 per kg.

Hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia yang dimana sedang melakukan panen raya, seperti halnya pada Februari 2020 di Provinsi Aceh.

Mengalami penurunan 1,87 persen karena indeks yang diterima petani Aceh menurun 1,34 persen.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) di Jatim selama Februari 2020 turun 0,79 persen dari 103,98 menjadi 103,16.


Itulah informasi mengenai penurunan nilai tukar petani. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Covid-19 Tidak Halangi Petani Bengkulu Panen Raya

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di .

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.