Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan Dengan 4 Cara Ini

Melakukan pembudidayaan dengan tepat, ternyata kutu air mempunyai nilai ekonomis. Berikut ini budidaya kutu air untuk pakan ikan tanpa bibit.

Kutu air merupakan salah satu jenis hewan yang hidup di air. Kutu air bukanlah sejenis kutu yang terdapat di daratan, berupa binatang parasit. Tetapi karena bentuknya kecil, maka disebut sebagai kutu.

Banyak orang mengira kutu air adalah hewan yang sangat menggangu, karena dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Walaupun begitu, banyak yang membudidayakan kutu air.

Kutu air dapat digunakan sebagai pakan ikan. Terkhusus anakan ikan yaitu burayak. Kutu air merupakan makanan pokok bagi burayak dan jenis ikan lainnya, saat makanan mereka sejak lahir sudah habis.

Karena bentuknya yang kecil, sesuai dengan ukuran mulut anakan ikan. Maka dari itu, terutama bagi para peternak ikan hias kutu air memiliki nilai ekonomis tersendiri.

Ternyata kutu air merupakan jenis hewan yang cukup mudah untuk dibudiayakan. Anda juga bisa membudidayakannya tanpa harus mengeluarkan uang, karena alat yang akan Anda gunakan bisa didapatkan dengan cara yang gratis.

Jenis-Jenis Kutu Air

Ada 2 jenis kutu air secara umum, yaitu Daphnia dan Moina. Keduanya termasuk jenis udang renik. Karena bentuknya yang kecil makanya disebut dengan nama kutu air.

Ada beberapa perbedaan diantara keduanya, walaupun memiliki jenis yang sama. Agar kita lebih mudah untuk membedakannya, berikut ini perbedaannya, yaitu:

Daphnia

Daphnia merupakan jenis kutu air yang banyak dijumpai di air tawar yang mengambang, dengan suhu sekitar 210C. Daphnia berwarna bening ataupun transparan, daphnia juga merupakan jenis kutu air yang umum  di budidayakan.

Moina

Moina adalah jenis kutu air yang banyak dijumpai pada perairan yang mengandung banyak bahan organik, seperti rawa-rawa yang banyak lumut serta kayu busuknya. Dari kenampakan moina merupakan jenis kutu air yang memiliki warna kemerahan.

Dari kandungan yang dimiliki kutu air, ternyata kadar proteinnya cukup tinggi kira-kira 66% dengan kandungan lemak 6%. Maka dari itu, kutu air sangat bagus untuk pertumbuhan serta perkembangan bagi burayak.

kutu-air moina
alamtani.com

Baca Juga: Ini Dia 5 Langkah Ternak Ikan Mas Bagi Pemula

4 Cara Budidaya Kutu Air

Jika kamu tertarik dan ingin mencoba melakukan budiaya pada kutu air, ada cara-cara yang dapat kamu jadikan pedoman, sebagai berikut:

Mendapatkan Bibit

Untuk mendapatkan bibit, Anda dapat melakukan 3 cara, yaitu pertama kamu bisa mencari sendiri, kedua kamu bisa membuatnya sendiri, yang ketiga kamu bisa membelinya.

Jika ingin mencari kutu air, kutu air bisa dijumpai di selokan ataupun di got yang ada genangan airnya. Jika Anda ingin membuatnya, dapat menggunakan bahan-bahan dari sayuran busuk, air susu atau air teh, dan ampas kedelai.

Diperhatikan 2 dari 3 cara yang sudah disebutkan, merupakan cara yang dapat kamu lakukan saat ini. Karena untuk mendapatkannya tidak sulit serta tidak ada pengeluaran uangnya.

bibit
bukalapak.com

Persiapan Wadah

Wadah yang akan digunakan untuk budiaya kutu air yaitu wadah yang memiliki lebar dan panjang yang tidak terlalu tinggi. Karena kutu air tidak membutuhkan air yang dalam, tetapi membutuhkan tempat yang luas untuk hidup.

Biasanya untuk budiaya kutu air menggunakan bak terbuat dari beton. Selain itu, jika kamu memiliki kulkas yang sudah tidak terpakai atau rusak bisa juga digunakan sebagai wadah kutu air. Jika kamu masih baru mencoba dapat mengunakan media ember.

Ukuran wadah akan menentukan banyaknya kutu air yang akan didapatkan. Jika kutu air untuk pakan burayak, maka sesuaikan dengan seberapa banyaknya burayak yang akan diberikan pakan kutu air.

Persiapan Bibit

Untuk persiapan bibit seperti yang dijelaskan diatas, Kamu bisa menggunakan bahan gratis, seperti kotoran ayam, sayuran layu, air got. Berikut ini merupakan cara dari baha-bahan diatas, yaitu:

Baca Juga: Pakan Lele Bisa Dibuat dari Kotoran Kambing, Ini Dia Caranya

1. Kotoran Ayam

Kotoran ayam merupakan salah satu bahan dasar yang bisa kamu dapatkan secara gratis. Kamu hanya perlu memasukkannya kedalam wadah dan biarkan selama beberapa hari.

Selain dari kotoran ayam, kamu juga memerlukan teh dan susu bubuk yang diseduh terlebih dahulu. Wadah yang sudah dimasukan kotoran ayam dicampur teh dan susu bubuk yang sudah di seduh terlebih dahulu lalu biarkan beberapa hari.

Setelah beberapa hari dari pencampuran yang dilakukan, warna air akan menghijau pertanda bahwa alga mulai tumbuh, serta bibit kutu air akan mulai muncul.

Apabila kamu merasa cukup lama dan air sudah menghijau tetapi bibit tidak muncul, maka kamu dapat memasukan starter kutu air yang sudah kamu beli kedalam wadah. Dapat menjadikan kutu air lebih cepat berkembang biak.

2. Sayuran Layu

Agar lebih cepat mendapatkan kutu, kamu dapat menggunakan sayur yang sudah layu. Salah satu sayuran busuk yang paling cepat mendatangkan kutu air yaitu kol.

Langkah awal dari media kol, yaitu cuci terlebih dahulu kol yang sudah kamu dapatkan hingga bersih dari kotoran. Kemudian kol dimasukan ke wadah yang sudah tersediah untu kutu air, diamkan selama kurang lebih 1 minggu. Wadah jangan terkena sinar matahari secara langsung, karena akan merusak bibit kutu air.

3. Air Got

Dengan air got merupakan salah satu cara yang paling ampuh yang bisa kamu lakukan dalam budidaya kutu air.

Saat ingin melakukan cara ini, kamu hanya perlu memasukan air got serta lumpurnya kedalam wadah, dan biarkan selama beberapa hari sampai bibit kutu bermunculan.

Agar bibit kutu lebih cepat perkembang biakannya, Anda dapat memasukan starter kutu air yang sudah Anda beli kedalam wadah.

Air

Melakukan budidaya pada kutu air, kamu juga perlu memperhatikan air sebagai media utama perkembang biakan kutu. Jenis air yang digunakan biasanya air tua, merupakan endapan dari air yang tidak lagi mengalir.

Untuk mendapatkan air tua cukuplah mudah, kamu hanya perlu memasukan air kedalam wadah dan membiarkannya sampai kotoran yang terkandung pada air turun ke bagian dasar wadah budidaya.

Sama dengan Anda menggunakan kol sebagai media mendapatkan bibit kutu, air dari endapan yang dimasukan kol akan berubah warnah menjadi hijau dari kotoran kol.

Jika dibiarkan maka kotoran dari kol akan turun dan air akan bening kembali, saat itulah bibit-bit kutu akan terlihat muncul. Cara ini akan berlakuku sama dengan bahan lainnya.

Bibit kutu air akan terlihat setelah kotoran mengendap dan air menjadi bening kembali. Anda juga bisa menutup atau membiarkan wadah terbuka jika bahan yang seluruhnya sudah dimasukan kedalam.

Tetapi ada dampak apabila membiarkan wadah terbuka maka akan menjadi sarang nyamuk dan larva dari nyamuk, dan akan sangat bagus apabila kamu membutuhkan banyak pakan alami untuk burayak.

Yang perlu kamu perhatikan adalah sinar matahari, karena wadah harus terhindar dan tidak boleh langsung terkena sinar matahari, karena akan merusak proses perkembang biakan bibit kutu air.


Nah, itu tadi budidaya kutu air untuk pakan ikan, kamu dapat mencobanya di rumah. Selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Ingin Budidaya Cacing Tanah untuk Pakan? Ikuti 5 Tahap Ini

Penulis: RM Winnie

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.