budidaya salad

Yuk isi waktu senggang kamu dengan melakukan budidaya selada di rumah, dengan menjadikan artikel ini sebagai pedoman kamu. PTD akan membagikan apa saja cara yang perlu dilakukan.

Anda pasti tidak asing lagi bukan dengan selada? Di Indonesia, beberapa jenis usaha seperti ayam bakar atau ayam goreng juga menambahkan selada dalam paket mereka.

Oleh karena itu, tak heran jika budidaya selada akhir-akhir ini semakin diminati masyarakat.

Tanaman Selada atau dikenal dengan lettuce, merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah dengan iklim sedang maupun tropis. Diyakini bahwa tanaman ini berasal dari bagian timur, laut tengah.

Selada biasanya bisa dikonsumsi langsung tanpa direbus atau digoreng. Mengonsumsi selada secara rutin juga mampu menjaga kesehatan tubuh karena berbagai manfaat yang dikandungnya, seperti vitamin A, C, K, dan juga mineral yang tinggi.

Oleh karena itu, tak heran jika budidaya selada tentu bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Tahap-Tahap Budidaya Selada

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis budidaya tanaman ini, berikut beberapa cara-cara yang bisa dipraktekkan:

Baca Juga: 5 Langkah Budidaya Selada Hidroponik dengan Mudah

Pemilihan Bibit Berkualitas

Langkah pertama yang harus dilakukan untuk memulai budidaya selada adalah pemilihan bibit yang berkualitas.

Namun sebelum menentukan bibit, Anda harus mengenal jenis selada apa yang akan ditanam, karena masing-masing jenis selada memiliki citarasa dan tekstur yang berbeda.

Untuk mendapatkan bibit selada berkualitas, Anda bisa membelinya langsung di toko pertanian atau melalui petani.

Dengan memilih bibit berkualitas, maka potensi untuk mendapatkan hasil panen selada yang segar dan sehat tentu akan semakin besar.

bibit selada
tokopedia.com

Persiapan Media Penanaman

Setelah bibit berkualitas didapatkan, maka langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan media penanaman. Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk membuat media penanaman yang baik untuk pertumbuhan selada antara lain:

  1. Sekam padi
  2. Tanah gembur
  3. Pupuk kompos atau pupuk kandang

Campurkan ketiga bahan tadi dengan menggunakan cetok lalu siram dengan air secukupnya agar media tanam menjadi lembab.

Penyemaian Benih

Sebelum ditanam di lahan, penting bagi Anda untuk melakukan penyemaian benih terlebih dahulu. Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk penyemaian benih antara lain:

  1. Campur tanah, pupuk kompos atau pupuk kandang, sekam padi dengan perbandingan 2:1:1, lalu aduk rata dengan cetok
  2. Setelah bahan tercampur rata, penuhi 3/4 pot atau polybag dengan campuran bahan-bahan tadi
  3. Buat lubang di bagian tengah media kurang lebih 2 cm, lalu masukkan 1-2 biji selada kedalam benih.
  4. Timbun dengan tanah lalu padatkan
  5. Siram dengan air secukupnya, agar media tetap berada pada kondisi lembab.
penyemaian benih selada
bibitbunga.com

Baca Juga: Kenali Penyakit pada Tanaman Selada dan Cara Mengendalikannya

Pengolahan Lahan

Jika Anda ingin memanfaatkan lahan pekarangan di rumah untuk budidaya selada, maka Anda harus melakukan pengolahan lahan terlebih dahulu. Hal-hal yang harus dilakukan ketika akan melakukan pengolahan lahan antara lain:

  1. Tentukan lokasi penanaman lahan terlebih dahulu.
  2. Lakukan sterilisasi lahan dengan pemberantasan dan penyiangan gulma.
  3. Cangkul tanah dengan kedalaman kurang lebih 10 cm.
  4. Setelah tanah gembur, Anda bisa mencampurkannya dengan pupuk kandang atau pupuk kompos.
  5. Diamkan lahan kurang lebih 2 hari.

Ketika lahan sudah diolah, Anda bisa langsung menanam selada di lahan dengan memindahkan benih selada yang sudah disiapkan langsung ke lahan.

Perawatan Selada

Setelah bibit selada dipindah ke lahan, maka Anda hanya perlu melakukan perawatan secara rutin. Beberapa jenis perawatan yang harus dilakukan antara lain penyiraman, penyiangan, dan juga pengairan.

Penyiraman

Untuk proses penyiraman, Anda bisa menyiram tanaman selada secara ruitn pagi dan sore hari. Namun jika kondisi sedang hujan, maka frekuensi penyiraman bisa dikurangi.

Penyiangan

Gulma atau tanaman liar tentu akan sangat mengganggu pertumbuhan tanaman selada. Hal ini, dikarenakan tanaman liar atau gulma akan menyerap nutrisi yang sejatinya diperuntukkan untuk tanaman selada. Untuk mengatasinya maka proses penyiangan sangat penting untuk dilakukan.

Pengairan

Perawatan tanaman selada lain yang tidak boleh diabaikan yaitu pengairan atau drainase. Drainase harus diperhatikan dan dipantau sehingga tidak adanya genangan air yang akan merusak tanaman selada.

Selain itu, melakukan proses pengairan yang tepat juga akan mencegah munculnya hama dan penyakit yang akan menyerang tanaman selada.

Pemanenan

Selada termasuk kedalam jenis tanaman yang bisa dipanen dalam waktu yang cepat. Selada dapat dipanen ketika memasuki usia 40-60 hari semenjak penyemaian.

Agar kondisi hasil panen tetap baik, maka ada beberapa langkah pemanenan yang harus Anda perhatikan.

  1. Cabut tanaman selada hingga ke bagian akarnya.
  2. Pilih daun selada yang masih berada pada kondisi segar.
  3. Cuci selada yang sudah dicabut dibawah air mengalir hingg bersih.
  4. Kelompokkan selada berdasarkan jenis daun yang berukuran sama.
  5. Karena masa kualitas selada yang tergolong singkat, maka panen selada dengan gerak cepat.

Itulah tadi beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan budidaya selada di rumah. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, Anda bisa memperoleh manfaat dan hasil panen yang tentu sangat menguntungkan.

Apalagi selada termasuk kedalam jenis tanaman yang sangat mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan cepat. Tertarik untik membudidayakannya? Selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Terapkan Rockwool pada Hidroponik dengan 6 Langkah Ini

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • http://ilmubudidaya.com/cara-menanam-selada

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.