Cara Mudah Membudidayakan Pisang Secara Modern

Pisang adalah tanaman buah yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika dan Amerika.

Pisang merupakan komoditas perdagangan yang sangat menguntungkan karena mudah ditanam secara modern maupun tradisional. Perkebunan pisang yang modern banyak ditemukan di Meksiko, Jamaika, Afrika Tengah, Ekuador, dan Asia Tenggara. Pohon pisang di Indonesia pada umumnya masih ditanam secara tradisional sebagai tumbuhan sela di pekarangan rumah.

Nah, bagi Anda yang ingin membudidayakan pisang secara modern, berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Syarat Tumbuh Pohon Pisang

Tanaman pisang dapat tumbuh sempurna pada iklim tropis, kelembaban dan suhu panas sangat mendukung tanaman pisang untuk tumbuh. Pisang membutuhkan pasokan air yang cukup walaupun pohon pisang sudah mengandung banyak air tapi hanya cukup untuk pertumbuhan pohon pisang tapi tidak untuk produktivitas buah pisang.

Penanaman Pisang

Untuk membudidayakan pisang di lahan perkebunan, perlu dilakukan pembasmian gulma, rumput, dan tanaman parasit lainya. Pembuatan irigasi juga perlu diperhatikan, yaitu dengan membuat saluran irigasi pada lahan datar ataupun lahan miring. Sediakan satu saluran irigasi untuk 3 baris tanaman pisang. Di atas landasan dan sisi saluran, ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan itu sendiri.

Baca juga: Inilah Cara Pembibitan Pisang yang Murah dan Sederhana

Penanaman Pisang

Jenis bibit pisang yang baik adalah pisang raja, pisang kepok, pisang emas, pisang ambon, dan pisang ullin. Bibit pisang bisa berasal dari anakan tunas indukan, bonggol, maupun bibit hasil kultur jaringan. Pilihlah bibit pisang yang berukuran 1-1,5 m untuk bibit anakan dan ukuran 60-80 cm untuk bibit bonggol maupun bibit kultur jaringan.

Beri jarak tanam pisang 3 m x 3 m, populasi tanaman untuk 1 hektar berkisar antara 800-1200 pohon. Lubang tanah untuk tanah padat yaitu 30 cm x 30 cm dengan kedalaman 30 cm sedangkan untuk tanah gembur 40 cm x 40 cm dengan kedalaman 40 cm.

Penanaman dilakukan menjelang musim hujan yaitu bulan September sampai Oktober. Sebelum tanaman dimasukkan, sebaiknya masukkan terlebih dahulu pupuk kandang sebanyak 5 kg sampai 10 kg. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.

Perawatan

Untuk mengasilkan tanaman yang baik, satu rumpun harus terdiri dari 3-4 batang tunas anakan dan induk. Pemotongan tunas anakan dilakukan sedemikian rupa dengan berbeda umur. Setelah 3 tahun, rumpun harus dibongkar dan diganti dengan bibit yang baru.

Rumput dan tanaman lainya harus disiangi. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan tanah pada pangkal tanaman agar akar yang tumbuh lebih kuat dan anakan tunas tumbuh lebih banyak.

Baca juga: Cara Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Pisang

Perlu diperhatikan, daun-daun yang mulai mengering juga harus dihilangkan atau dipangkas pada pangkal pelepah untuk menjaga kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan. Pemangkasan daun kering dilakukan setiap hari.

Daun Pisang

Tanaman pisang sangat membutuhkan pupuk urea 207 kg, super fosfat 138 kg, KCI 608 kg, dan batu kapur 200 kg untuk 1 hektar tanaman atau 2 ons urea, 1,5 ons super fosfat, 6 ons KCI, dan 2 ons batu kapur untuk satu pohon pisang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun, dimulai setelah 6 bulan penanaman.

Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.

Pemanenan

Pada umur 1 tahun, rata-rata pisang sudah berbuah. Buah yang siap dipanen berkisar umur 80-100 hari dengan ciri – ciri buah mulai berwarna hijau kekuningan. Sebaiknya buah diambil sebelum menguning di pohon.


Nah, itulah cara mudah dalam membudidayakan pisang secara modern, mulai dari mengetahui syarat tumbuh pohon pisang hingga pemanenannya. Dengan mengetahui hal-hal di atas, Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin membudidayakan pisang.

Penulis: Irjaun Naim

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.