Manfaat Kartu Tani

Mulai 2020 nanti, Kementerian Pertanian (Kementan) akan memastikan para petani mendapatkan kartu tani jadi lebih mudah. Harapannya kartu tani dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan pupuk bersubsidi dan hal lainnya. Namun bagaimana cara mendapatkan Kartu Tani ini? Yuk disimak ulasannya sobat PTD!

Sarwo Edhy selaku Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan mengatakan bahwa banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh dari Kartu Tani. Di antaranya adalah membantu mendapatkan subsidi atau kemudahan dalam mendapatkan kredit usaha dari bank.

Baca Juga : 8000 Kartu Tani Di Bandung Barat Sudah Didistribusikan

Meskipun demikian, Edy berpendapat bahwa tidak semua orang dapat menjadi pemegang kartu ini. Semua proses harus dijalani untuk mencapai program subsidi tepat sasaran.

Cara Mendapatkan Kartu Tani

Adapun yang menjadi langkah-langkah agar dapat menjadi pemilik kartu tani ini adalah sebagai berikut:

1. Calon pemegang harus tergabung dalam kelompok tani.

2. Petani harus melengkapi berkas fotokopi e-KTP dan Tanda Kepemilikan Tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, dan anggota LMDH.

3.  Verifikasi RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (NIK, luas lahan, komoditas, dan jenis pupuk) yang kemudian PPL meng-upload data petani ke dalam SINPI.

4. PPL Melakukan upload Data RDKK dan upload alokasi pupuk bersubsidi, serta petani harus hadir di bank yang telah ditentukan.

5. Setelah selesai, petugas bank akan menyerahkan Kartu Tani dan Buku Tabungan kepada petani untuk melakukan pembelian pupuk bersubsidi.

“Petani yang akan membeli pupuk subsidi tinggal membawa Kartu Tani datang ke kios yang dirujuk. Kartu Tani digesek pada mesin EDC di kios pengecer pupuk bersubsidi. Masukkan nomor PIN, mesin EDC menampilkan informasi data alokasi pupuk dan data petani. Lakukan pembelian pupuk sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Tidak hanya membeli pupuk bersubsidi, petani juga dapat melihat alokasi sisa kuota pupuk. Setelah transaksi selesai, pupuk akan diserahkan kepada petani untuk dibawa pulang.

Baca Juga : Yuk Kenali Segudang Manfaat Kartu Tani

Tidak hanya untuk membeli pupuk bersubsidi, Kartu Tani juga berfungsi untuk kartu debit dan untuk alat transaksi pejualan hasil panen. Petani membawa Kartu Tani datang ke Off Taker (Bulog) untuk menjual hasil panen. Off Taker menimbang hasil panen.

“Kemudian hasil panen diinput dan muncul nilai pembayaran di server SINPI. Lalu, SINPI mengirimkan laporan melalui SMS ke HP Petani. Di HP Petani, ada laporan jumlah panen dan nilai jualnya (rupiah). Nilai jual (rupiah) masuk ke rekening petani, dapat dicek di rekening petani melalui ATM,” pungkasnya.


Nah itu dia artikel pertanian seputar cara mendapatkan kartu tani. Bagaimana menurut kamu? Yuk bagikan artikel ini ke kerabat yang membutuhkan ya sobat PTD!

Baca Juga : Mengapa Media untuk Petani Adalah Hal yang Penting?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.