Cara Tepat Menggunakan Pestisida

Saat membudidayakan tanaman apa pun, sudah menjadi rahasia publik bahwa pestisida menjadi pilihan pertama kebanyakan petani untuk mengatasi hama dan penyakit tanaman. Terkadang, bukannya membuat produksi tanaman semakin meningkat, penggunaan pestisida justru membuat tanaman menjadi rusak. Bahkan, pada beberapa kasus, ada petani yang sampai mengalami gagal panen.

Secara umum, ada beberapa alasan yang membuat petani merasa bahwa penggunaan pestisida sangat penting, yaitu penggunaan pestisida adalah cara yang sangat efektif untuk mengendalikan OPT (Organisme Penganggu Tumbuhan) saat tidak ada masalah resistensi, pestisida dapat digunakan dengan cepat saat dibutuhkan, pestisida sering kali lebih murah, fungsinya untuk membasmi hama, dan berbagai alasan lain.

Padahal, jika pestisida digunakan dengan cara yang salah, tanaman justru akan terancam rusak. Oleh karena itu, berikut ini disajikan 5 cara tepat dalam menggunakan pestisida.

Tepat sasaran

Setiap hama tanaman memiliki sifat yang berbeda-beda. sehingga cara perlakuannya juga harus berbeda. Agar penggunaan pestisida tepat sasaran, kita harus memperhatikan tanaman kita untuk menentukan hama apa yang mengganggu di sana sehingga dapat kita jadikan sebagai sasaran pestisida. Setelah itu, barulah kita menentukan pestisida yang tepat untuk membasmi hama tersebut.

Baca: 4 Penyebab Hama Meningkat Setelah Penggunaan Pestisida

Tepat jenis

Seperti hama, pestisida terdiri dari berbagai jenis. Seperti yang telah dijelaskan di atas, penggunaan jenis pestisida tertentu harus sesuai dengan jenis hama yang ingin dibasmi. Jangan sampai kita menggunakan jenis pestisida yang salah, karena alih-alih membasmi hama, penggunaan jenis pestisida yang salah juga dapat berpengaruh pada kualitas tanaman.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli jenis pestisida tertentu, sebaiknya cari tahu dulu pestisida yang dibutuhkan. Misalnya, bakterisida (pengendali penyakit yang disebabkan oleh bakteri), fungisida (pengendali jamur), insektisida (pengendali serangga), akarisida (pengendali tungau), moluskisida (pengendali moluska seperti keongmas), rodentisida (pengendali tikus), dan sebagainya.

Menyemprotkan Pestisida ke Lahan Pertanian

Dalam menggunakan pestisida, petani juga tidak jarang mencampurkan 2 jenis pestisida. Hal ini sebaiknya dihindari jika kita tidak tahu secara jelas kesesuaiannya. Selain memperhatikan labelnya, cara yang dapat kita lakukan untuk mengetahui kesesuaian 1 jenis pestisida dengan pestisida lainnya adalah dengan melarutkannya satu sama lain. Jika larutan tersebut tidak tercampur merata atau membentuk beberapa lapisan, itu artinya kedua jenis pestisida tersebut tidak sesuai atau tidak seharusnya dicampur.

Tepat waktu

Dalam membudidayakan tanaman, setiap tahap memiliki aturan waktu tertentu. Untuk menggunakan pestisida sebagai pengendali hama dan penyakit, kita juga harus memperhatikan waktu yang tepat, tidak boleh terus-menerus menggunakan pestisida dengan alasan agar semua hamanya bisa dibasmi.

Ada beberapa hal yang menjadi dasar untuk menentukan kapan sebaiknya kita  mengaplikasikan pestisida pada tanaman, seperti tahap rentan hama (misalnya, ulat yang masih kecil), banyaknya hama yang perlu dikendalikan, kondisi lingkungan  (sebaiknya kita tidak mengaplikasikan pestisida pada tanaman saat hujan, kecepatan angin tinggi, cuaca panas terik), serta pengulangan aplikasi pestisida sesuai kebutuhan.

Dalam penggunaan pestisida, ada beberapa tahap yang harus kita tahu, yakni:

  1. Tahap preventif,yang dilakukan sebelum ada penyerangan hama,
  2. Tahap berjadwal,yang dilakukan dengan durasi waktu tertentu, misalnya sekali seminggu
  3. Tahap kuratif,yang dilakukan sesudah ada serangan hama
  4. Tahap berdasarkan ambang pengendalian (banyaknya hama)

Tepat dosis dan konsentrasi

Seperti obat yang diberikan pada manusia yang sedang sakit, pestisida untuk tanaman juga sebaiknya tepat dosis, tidak boleh kurang, apalagi berlebihan. Dosis merupakan takaran pestisida yang dibutuhkan untuk setiap satuan luas, misalnya 5 liter per hektar. Jadi, petani harus melakukan survei kecil dulu tentang seberapa banyak pestisida yang dibutuhkan untuk luas lahan tertentu.

Baca: Sudahkah Anda Memupuk dengan Dosis yang Tepat?

Selain dosis, hal yang tidak kalah penting dalam pengaplikasian pestisida adalah konsentrasi, yaitu banyaknya pestisida yang dibutuhkan untuk setiap satuan aplikasi, misalnya 0,5 ml/L air. Jika petani kurang memperhatikan dosis dan konsentrasi pestisida yang digunakan, maka hal tersebut akan berbahaya bagi kesehatan tanaman.

Tepat cara

Penggunaan Pestisida di Lahan Pertanian

Pengaplikasian pestisida untuk tanaman dapat menggunakan berbagai cara, sesuai kebutuhan, seperti penaburan, penyemprotan, fumigasi, pengasapan, dan sebagainya. Aplikasikan pestisida dengan cara yang sesuai dengan anjuran yang ditetapkan.

Jangan menyiramkan pestisida secara langsung ke tanaman jika anjuran mengatakan bahwa pestisida tersebut seharusnya disemprotkan ke tanaman.

Baca: Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.