qr

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai fitur barcode dalam pemecahan masalah pertanian

Fitur Barcode Atau QR

Mengenal Fitur Barcode

qr
pixabay.com

Baca juga: Keberadaan Serangga Terencam Mengalami Kepunahan

Kecurangan dalam penjualan produk pertanian selalu saja terjadi dan maraknya pemalsuan benih menarik perhatian Kementrian Pertanian (Kementan) untuk menjaga kualitas hasil pertanian.

Untuk mencapai pertanian modern berbasis manajemen teknologi informasi digital yang terintegrasi dengan jaringan internet maka diluncurkanlah fitur barcode atau QR Code pada produk benih.

Fitur barcode ini dapat diakses lewat HP android sehingga dapat memberikan informasi peredaran benih secara cepat dan tepat.

Barcode pada kemasan ini adalah hasil input data admin pihak lembaga sertifikasi benih tanaman pangan seperti balai pengawasan dan sertifikasi benih di daerah sebagai penyedia benih unggul.

Terobosan inovasi pelayanan publik ini jika QR Code tersebut dipindai, akan menampilkan informasi jumlah, mutu, varietas, waktu, tempat serta status benih terkini yang beredar di Indonesia.

Informasi ini akan mencegah potensi pemalsuan benih yang mungkin merugikan produsen dan petani.

Aplikasi barcode berbasis smartphone ini merupakan implementasi dari Kementan sehingga harus terus memperhatikan pelayan publik sebagai wujud kepedulian Kementan

Untuk merespon cepat permasalahan pemalsuan benih yang sering terjadi dan beredar di masyarakat, sehingga ketersediaan benih bermutu terjaga.

Harapan Dalam Pengguanaan Aplikasi QR

qr
benih.tanamanpangan.pertanian.go.id

Baca juga: Kibarkan Pemasaran Ubi Jalar Hingga Ke Hongkong

Hadirnya fitur ini diharapkan akan menguntungkan petani karena dapat mengatasi permasalahan-permasalahan pemalsuan benih yang luar biasa marak dan dapat melindungi petani dan produsen dalam penggunaan benih.

Selain itu dapat meningkatkan kualitas layanan publik yang cepat, efektif, efisien, transparan.

Kementan memberi kepastian jaminan mutu benih juga dapat ditelusuri, stok dan sebaran benih yang diproduksi dan beredar di dalam negeri.

Untuk itu, seluruh produsen benih yang sudah sertifikasi mandiri/belum harus mengakses seluruh produksi benih dan stok benih melalui aplikasi Barcode/QR Code.

Agar seluruh produksi dan stok yang beredar dapat tercatat dan terpantau di masyarakat, dan ketika benih disalurkan, stok akan berkurang secara otomatis.

Selain itu, fitur ini dapat membantu dan mempermudah dalam pengontrolan peredaran benih, utamanya dalam mengetahui benih yang akan kadaluarasa dan jumlah stok benih yang beredar

Serta membantu perusahaan dalam meningkatkan mutu benih dan meningkatkan kepercayaan dan keberlanjutan usaha perbenihan karena informasi benih yang dibutuhkan tersedia lengkap dengan identitasnya.


Itulah informasi mengenai hadirnya fitur QR untuk mengatasi pemalsuan benih. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Antisipasi Kekeringan Akibat Kemarau Berkepanjangan

Sumber: Republika.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.