ubi jalar

Berikut informasi dari Pak Tani Digital mengenai potensi ekpsor ubi jalar hingga ke Hongkong

Ubi Jalar

Ekspor Ubi Jalar

ubi jalar
pixabay.com

Baca juga: Faktor Dan Resiko Memasuki Pasar Global

Tanaman ubi asal Indoensia sudah semakin dilirik oleh pasar global sebagai bahan pangan yang memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Permintaan komoditas ubi jalar baik di pasar domestik maupun internasional semakin meningkat, seiring peningkatan jumlah penduduk dan kesadaran terhadap makanan yang mempunyai fungsi fisiologis bagi kesehatan tubuh

Salah satu ubi jalar yang berasal dari Jawa Barat (Jabar) telah diekspor hingga ke Hongkong. Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu aktivitas ekspor pertanian

Di berbagai daerah sehingga sektor pertanian semakin tangguh dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional meski di masa Pandemi Covid 19.

Pelepasan ekspor sebanyak 30 ton ubi jalar ini dilakukan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan.

Amirudin Pohan, Bupati Bandung Dadang Supriatna dan juga turut hadir serta jajaran Forkopimda Provinsi Jabar dan Kabupaten Bandung.

Provinsi Jabar berkontribusi sekitar 18 persen dari total ekspor ubi jalar secara nasional.Tahun ini ada 1.100 ha bantuan budidaya ubi jalar yang dialokasikan untuk Provinsi Jabar.

Rata-rata produktivitas ubi jalar saat ini 20 ton per ha, untuk itu Kementan mendorong peningkatan produktivitas dengan penggunaan varietas unggul.

Ridwan Kamil menyatakan, ekspor ubi jalar ini sebagai bukti ketahanan pangan tidak terkendala pandemi Covid-19.

Bahkan Indonesia bisa melakukan ekspor karena produksi dalam negeri yang sangat membaik. Guna terus menggairahkan ekspor, perlu kerjasama petani dengan kelompok pembeli.

Potensi Ubi Jalar

ubi jalar
pixabay.com

Baca juga: Persiapan Untuk Memasuki Produk Hingga Ke Pasar Global

Ubi jalar yang merupakan salah satu sumber karbohidrat telah dapat menjadi bahan olahan yang berguna untuk berbagai bahan makanan seperti tepung.

Dan sektor pertanian akan terus memperkuat perekonomian Indonesia di masa pandemi untuk terus melakukan ekspor ke berbagia negara dengan hasil produksi pertanian yang melimpah.

Adapun rincian volume dan nilai ekspor tanaman pangan besar di semester I-2019 adalah sebagai berikut:

  1. Beras, volume ekspor 75,47 ton dengan nilai ekspor US$ 153.000,95
  2. Beras ketan, volume ekspor 44 ton dengan nilai US$ 67.000,55
  3. Jagung, volume ekspor 701,61 ton dengan nilai US$ 378.000,76
  4. Kedelai, volume ekspor 2.831,38 ton dengan nilai US$ 932.000,92
  5. Kacang Tanah, volume ekspor 607,08 ton dengan nilai ekspor US$ 954.000,29
  6. Kacang Hijau, volume ekspor 3.378,63 ton dengan nilai US$ 3.023.000,77
  7. Ubi kayu, volume ekspor 440,13 ton dengan nilai US$ 327.000,14
  8. Ubi jalar, volume ekspor 4.856,44 ton dengan nilai US$ 3.851.000,33
  9. Talas, volume ekspor 1.910,40 ton dengan nilai US$ 1.826.000,9
  10. Tanaman pangan lainnya, volume ekspor 79,16 ton dengan nilai US$ 565.000,30

Dari 10 komoditas tanaman pangan segar yang di ekspor Indonesia ke 29 negara, ubi jalar jadi komoditas terfavorit.

Pada periode semester I-2019 ini, volume ekspor ubi jalar sebesar 4.856,44 ton dengan nilai ekspor US$ 3.851.000,33 atau setara dengan Rp 54,8 miliar (kurs Rp 14.250).

Pada kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo strategi peningkatkan ekspor yakni pertama harus tingkatkan produksi 7 persen

Dan kedua menjaga agar losses di bawah 10 persen dan yang ketiga yakni melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks).

Dengan harapan produk pertanian dapat semakin kuat saat masa pandemi sehingga terus membantu perekonomian Indonesia kembali menjadi normal serta menjaga kontinuitas produksi dan jaminan mutu harus terjaga.


Itulah informasi mengenai potensi ubi jalar yang dieskpor hingga ke Hongkong. Smeoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!

Baca juga: Menuju Swasembada Bawang Putih Agar Terlepas Dari Impor

Sumber: Liputan6.com

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.