Data Pertanian Satu Pintu

Saat dilantik menjadi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berjanji dalam 100 hari pertama kerja, pembenahan data pertanian akan gencar dilakukan lewat program Data Pertanian Satu Pintu.

Dan tanggal 1 Desember 2019 nanti, Data Pertanian sudah satu pintu. Semua data pertanian akan berasal dari BPS secara nasional!

Satu data yang dimaksud terkait dengan data produksi, luas panen, dan data komoditas. Menurut Syahrul, dengan pemusatan data akan membuat perumusan kebijakan Kementan menjadi tepat. Setelah berada satu pintu di BPS, ia ingin seluruh data harus faktual.

Baca Juga : Begini Respon Mentan Syahrul Terhadap Program Keluarga Memelihara Ayam Ala Moeldoko

“Untuk perencanaan yang tepat, maka data ini juga harus tepat. Tidak boleh data ini berdasarkan asumsi, semua harus terdata,” ujar Syahrul dilansir dari JPNN, Senin (25/11/2019).

Komoditi Apa Yang Sudah Satu Pintu?

Mentan mengungkapkan bahwa, saat ini data yang sudah dibenah baru di sektor beras saja. Ia berharap bahwa para direktur jendral (dirjen) dan kepala lembaga di kementeriannya tetap bekerja untuk melakukan pembenahan di sektor lainnya seperti jagung, sawit hingga sapi.

Ia juga menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa data pertanian satu pintu akan terjadi kesalahan data. Kesalahan tersebut bisa saja didapat saat melakukan penggabungan data dari berbagai kementerian / lembaga dan pemerintah setempat.

Data Pertanian Satu Pintu
Ilustrasi : Kementan akan berupaya bahwa Data Pertanian Satu Pintu dapat diterapkan di sektor pertanian yang lain.

Meskipun rawan akan terjadinya kesalahan data, Mentan Syahrul tetap optimis. Teknologi yang semakin maju perlahan-lahan akan meminimalisir potensi akan terjadinya kesalahan data.

Ia juga menjanjikan pembenahan data peternakan terutama untuk populasi sapi. Ia bilang data yang akan menjadi dasar rencana pemerintah mencapai swasembada daging ini akan dikerjakan menyusul.

Perlunya Sinkronisasi Ekstra

Rusli Abdullah selaku Peneliti Indef mengapresiasi target 100 hari Kementerian Pertanian dalam melakukan pembenahan data pangan. Perlunya data yang akurat dan valid dapat memberikan kinerja yang lebih sinkron antara kementerian dengan lembaga-lembaga lainnya. Misalnya, Kementerian Pertanian dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Bulog.

Baca Juga : Bagaimana Langkah Mentan Untuk Lawan Alih Fungsi Lahan ?

“Koordinasi tersebut penting agar gaduh terkait impor beras di tahun 2018 tidak terulang. Alhasil sekarang Bulog menanggung akibatnya, gudangnya didominasi beras impor,” katanya.

Ia menilai pemerintah telah berkaca pada kasus ketidaksesuaian data beras, gula sampai garam yang sempat membuat Indonesia kebanjiran komoditas pangan impor.

Tantangan Lainnya Dalam Mewujudkan Data Pertanian Satu Pintu

Hambatan lainnya untuk mewujudkan data pertanian satu pintu ini adalah perubahan iklaim. Perubahan iklim sendiri dapat mengganggu pola panen dan menyebabkan terganggunya kesehatan benih baru dan berpotensi gagal panen. Kondisi seperti ini mewajibkan pemerintah untuk berupaya agar produksi pangan tidak berkurang.

Menteri Pertanian baru harus terbuka untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain agar solusi akan perubahan iklim dan juga permasalahan lain bisa didapat dengan komprehensif. Koordinasi ini terutama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian.

Disadur dari Berita Tagar ID


Nah itu dia artikel pertanian tentang Data Pertanian Sudah Satu Pintu dari BPS Mulai 1 Desember 2019. Bagaimana menurut kamu sobat PTD? Apakah kamu optimis untuk pertanian Indonesia yang lebih baik lagi?

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.