Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis

Siapa yang tidak kenal ataupun yang tidak suka mangga? Buah yang satu ini banyak diburu oleh berbagai kalangan. Terlebih lagi, Indonesia menjadi produsen mangga terbesar kelima dunia setelah India, China, Thailand dan Meksiko loh! Peluang besar ini lah yang membuat mangga menjadi andalan ekspor juga.

Produksi mangga sendiri di tahun 2018 di Indonesia saja sudah mencapai 2.184.399 ton!

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam Pekan Inovasi Mangga Nasional, menyebutkan potensi mangga nasional sangat besar dan dapat ditangkap sebagai modal utama meningkatkan kinerja ekspor buah. Sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi tersebut.

Baca Juga : 4 Tips Membudidayakan Mangga yang Berbuah Manis

“Peningkatan kinerja ekspor buah dapat dilakukan melalui penerapan teknologi dan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir,” tutur Syahrul di Instalasi Penelitian Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, ditulis Sabtu (16/11/2019).

Potensi Mangga yang Diekspor Menjadi Andalan Ekspor

Menteri Syahrul juga mengatakan bahwa potensi pasar mangga di Indonesia sangat besar baik dalam negeri, maupun luar negeri. Besarnya pasar dalam negeri juga menjadi peluang yang besar mengingat jumlah penduduk di Indonesia yang sangat besar.

“Sekitar 90 persen dari produksi buah Indonesia dikonsumsi di dalam negeri dan 10 persen diekspor ke negara lain. Kondisi ini menunjukkan potensi yang tinggi untuk pasar domestik dan ekspor,” terang Syahrul.

Dorong Mangga menjadi andalan ekspor
Ilustrasi : Dorong mangga menjadi andalan ekspor, kementan : ini potensi yang besar!

Mengenal Daerah Produsen Mangga Terbesar

Kabupaten Indramayu juga dikenal sebagai produsen mangga. Tercatat pada 2018 menyumbang produksi sebesar 33, 483 ribu ton. Melalui perlakuan khusus, wilayah ini mampu berproduksi dua kali dalam setahun.

Adapun varietas yang sedang naik daun adalah varietas Gedong Gincu. Buah yang satu ini memiliki kulit bewarna oranye dibagian pangkal dan warna daging yang cerah. Selain itu memiliki kandungan air serta rasa manis yang luar biasa.

Baca Juga : 10 Jenis Mangga yang Mudah Dibudidayakan di Indonesia

“Di Indramayu bisa dilakukan off season pada April, Mei, Juni. Nanti lagi ada panen raya dari Agustus hingga akhir tahun seperti sekarang. Berikutnya dilakukan pemeliharaan lagi. Kami lakukan pemangkasan ranting dan sekitar tanaman. Soal produksi dan harga, sama sekali tidak ada masalah,” ujar Kasi Bina Usaha dan Perlindungan Hortikultura Kabupaten Indramayu, Usep Sukarso.

Selain terkenal dengan mangga gedong gincu, beberapa varietas mangga lainnya juga ada di Indramayu. Mangga – Mangga tersebut ke dipasarkan ke PD Jaya Mulya, salah satu supplier di Kecamatan Jatibarang.

“Ada beberapa komoditas termasuk gedong gincu yang saya kelola untuk mengisi pasokan hingga ke Jakarta. Harga memang ada penurunan sedikit. Pada September lalu harga di tingkat petani Rp 20 ribu per kg dengan harga jual ke Jakarta mencapai Rp 35 ribu per kg,” ujar pengelola PD Jaya Mulya, Ayi Sumarna.

Mangga yang masuk ke gudangnya dilakukan dengan sistem grading, atau pengelompokan tertentu, tambah Sumarna lagi. Adapun harga yang ditentukan untuk kelas A adalah 25 ribu/kg. Sementara untuk kelas B dihargai 13 ribu per/kg.


Nah itu dia sedikit ulasan artikel pertanian tentang Dorong Mangga Menjadi Andalan Ekspor. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Baca Juga : Budidaya Pepaya Aloha Prime di Desa Selosabrang, Jawa Tengah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.