Dengan 5 Tips Ini, Budidaya Ikan Cupang Menjadi Mudah

Apakah kamu tertarik untuk melakukan budidaya ikan cupang? Yuk, jadiin artikel ini sebagai pedoman kamu agar proses pemeliharaan kamu menjadi mudah.

Ikan cupang merupakan salah satu ikan hias air tawar yang ditemukan di perairan negara-negara Asia Tenggara. Di alam bebas ikan cupang hidup berkelompok dengan habitat asli di rawa-rawa, sungai yang arusnya tenang dan danau.

Budidaya ikan dengan nama latin Betta sp ini tergolong murah dan mudah, karena tidak memerlukan tempat yang luas. Bahkan budidaya ikan cupang dapat dilakukan dalam skala rumahan.

Karena ikan cupang memiliki labirin seperti pada paru-paru manusia, ikan ini mampu hidup di air yang memiliki kandungan oksigen minim, sehingga ikan cupang mampu hidup dalam toples kecil yang tidak menggunakan aerator.

Terdapat dua jenis utama ikan cupang, yaitu ikan cupang hias yang dinikmati keindahan warna, bentuk dan keindahannya, serta ikan cupang adu untuk diadu. Namun, di beberapa negara, mengadu cupang merupakan tindakan ilegal

Jika kita lihat semakin hari pasaran ikan cupang semakin luas. Bahkan ikan cupang sering kita jumpai dijual di sekolah-sekolah dasar. Hal ini tentunya merupakan indikasi yang bagus dari bisnis ikan cupang.

5 Tips Budidaya Ikan Cupang

Nah, jika Anda tertarik untuk menggeluti bisnis ini, berikut adalah tips mudah budidaya ikan cupang:

Baca Juga: 5 Tahap Budidaya Ikan Secara Aquaponik

Kriteria Induk yang Bagus

Langkah pertama dalam memulai budidaya ikan cupang adalah dengan memilih indukan cupang. Indukan yang baik berasal dari keturunan yang unggul dan kondisinya bugar serta bebas penyakit dan bebas cacat.

Tempatkan indukan jantan dan betina di tempat yang terpisah. Ikan cupang jantan memiliki sirip dan ekor lebar mengembang, warnanya cerah, gerakannya lincah, dan tubuhnya lebih besar.

Sementara ikan cupang betina memiliki sirip dan ekor yang pendek, warnanya kusam, gerakannya lebih lamban dan bertubuh kecil.

Pemilihan Indukan Cupang

Sebelum melakukan pemijahan, pastikan indukan jantan dan betina ikan cupang sudah dalam keadaan matang dan siap untuk dikawinkan. Indukan yang siap dikawinkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut, untuk indukan jantan:

  1. Berumur sekitar 4-8 bulan
  2. Badan berbentuk panjang
  3. Memiliki sirip yang panjang dan warna yang menarik
  4. Gerakannya lincah dan agresif

Dan berikut adalah ciri-ciri indukan betina yang siap untuk dikawinkan:

  1. Berumur sekitar 3-4 bulan.
  2. Badan berbentuk membulat dengan bagian perut sedikit membucit.
  3. Memiliki sirip yang pendek dan warna yang kusam serta kurang menarik.
  4. Gerakannya lambat.
indukan betina
bahasikan.com

Pemijahan

Sediakan wadah berupa baskom plastik atau akuarium dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm. Serta siapkan gelas plastik sebagai wadah ikan cupang betina.

Siapkan juga tumbuhan air sebagai tempat burayak. Langkah-langkah pemijahan adalah sebagai berikut :

Baca Juga: Ingin Coba Budidaya Ikan Hias? Coba 7 Jenis Ikan Ini

  1. Isi wadah pemijahan dengan 10-15 cm air bersih. Gunakan air tanah atau air sungai yang jernih, yang sudah diendapkan terlebih dahulu setidaknya satu malam. Hindari penggunaan air PDAM, air kemasan ataupun air yang mengandung kaporit.
  2. Masukkan tanaman air ke dalam wadah dengan cukup renggang sebagai tempat berlindung burayak. Tanaman air dalam wadah yang ditempatkan terlalu rapat dapat berpotensi mengambil banyak oksigen yang terlarut dalam air.
  3. Masukkan ikan cupang yang sudah siap kawin ke dalam wadah dan biarkan selama 1 Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung air yang nantinya akan digunakan untuk menempatkan telur yang telah dibuahi.
  4. Untuk merangsang agar ikan cupang jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina ke dalam gelas plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah akuarium tempat ikan jantan tersebut.
  5. Setelah ikan jantan membuat gelembung, masukkan ikan betina. Ikan cupang biasanya kawin sekitar jam 7-10 pagi atau jam 4-6 sore. Letakkan wadah atau akuarium di tempat yang jauh dari hilir mudik orang dan sebaiknya tutup dengan koran, karena ikan cupang tergolong sensitif saat sedang kawin.
  6. Setelah telur dibuahi, segera pindahkan ikan betina karena yang akan merawat telur yang telah dibuahi adalah ikan jantan, karena ikan betina akan memakan telur yang telah dibuahi. Ikan jantan akan memasukkan telur yang akan dibuahi ke dalam gelembung.
  7. Telur-telur tersebut akan menjadi burayak dalam waktu sekitar 3 hari. Dan selama itu tidak perlu diberi pakan karena masih terdapat nutrisi yang terbawa telur. Selama menjaga burayak ikan cupang jantan juga puasa.
  8. Setelah tiga hari, jangan memberikan pakan yang lebih banyak dari burayak karena akan menyebabkan air kotor dan menyebabkan burayak mati.
  9. Setelah dua minggu sejak telur-telur menetas, pindahkan ikan cupang jantan. Kemudian pindahkan juga burayak ke dalam wadah yang lebih besar dan berikan larva nyamuk atau kutu air yang lebih besar.
  10. Ikan sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya setelah 1,5 bulan. Kemudian bisa dipindahkan ke wadah pembesaran.
pemijahan ikan
kabartani.com

Pakan

Pakan yang umum diberikan kepada ikan cupang adalah kutu air, larva nyamuk, dan cacing sutera. Berikan sesering mungkin, sekitar 3-4 hari sekali.

Lebih sering, lebih baik namun diberikan sedikit-sedikit untuk menghindari penumpukan sisa pakan yang menyebabkan penyakit.

Perawatan

Meskipun ikan cupang mampu bertahan hidup dengan oksigen yang minim, namun kualitas air harus tetap dijaga, disarankan untuk memberikan aerator dan filter pembersih agar ikan dapat berkembang dengan baik.

Selain itu, tidak disarankan untuk pemeliharan lebih dari satu ikan cupang dewasa dalam satu akuarium, karena dapat menyerang satu sama lain dan merusak sirip-siripnya.


Itulah 5 tips untuk budidaya ikan cupang dengan mudah. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan Tanpa Bibit, Dengan 4 Cara Ini

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.