Emak-Emak di Lamongan Mendapatkan Penghasilan dari Sorgum

Siapa yang tahu sorgum? Buat kamu yang belum tahu sorgum, komoditi yang satu ini merupakan alternatif pengganti beras lho. Ternyata, emak-emak di Lamongan mendapatkan penghasilan tambahan dari sorgum ini. Bagaimana kisahnya? Yuk, lihat ulasannya di artikel pertanian ini ya.

Tahukah kamu bahwa tanaman ini ternyata sangat bersahabat dengan lahan kering? Produksinya pun tidak sedikit, bisa mencapai 6,5 ton per hektar.

Desa di Lamongan ini berupaya untuk mengangkat olahan makanan berbahan dasar sorgum tersebut di Desa/Kecamatan Karangbinangun. Desa ini memunculkan beragam produk olahan sorgum sebagai produk unggulan.

Baca Juga : Upaya Kementan Untuk Mencetak Eksportir Muda Milenial

“Kami mencoba mengangkat sorgum sebagai salah satu produk unggulan karena memang banyak dari kami di sini yang menanam sorgum,” kata Kades Karangbinangun Sugianto dalam perbincangannya dengan wartawan, Kamis (8/8/2019).

Sorgum merupakan salah satu produk unggulan yang dibudidayakan oleh warga, tutur Sugianto. Hasil dari olahan sorgum ini diturunkan menjadi beberapa olahan makanan ringan, seperti kue, popcorn hingga, cendol sorgum.

Pengolahan Sorgum
Melakukan pengolahan dari sorgum (Foto : Detik.com)

Di desanya sendiri, ternyata lahan pertanian yang diusahakan juga beragam. Saat ini, lahan tegalan tersebut sudah ditanami sekitar 20 hektar dimana setiap tahunnya menghasilkan 5 ton.

“Sebelum ada inovasi ini, kami menjualnya saja tanpa diolah, yaitu 1 gantangnya Rp 45 ribu (1 gantang=3,125 kg),” ungkap Sugianto.

Baca Juga : Cara Mengolah Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik

Produk Tambahan Dari Sorgum Terlahir Sejak Pembinaan

Produk-produk yang terlahir di masyarakat merupakan hasil pelatihan dari peserta KKN-BBM Universitas Islam Lamongan (UNISLA) beberapa waktu lalu. Sugianto bersama para mahasiswa melakukan pembinaan kepada ibu-ibu rumah tangga di Desa Karangbinangun. Dilakukannya pembinaan agar ibu-ibu dapat memiliki penghasilan tambahan lewat pemanfaatan sorgum.

“Kita berpikir bagaimana caranya masyarakat sini bisa menikmati sorgum meskipun tidak sedang musimnya,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN-BBM Unisla, Abdul Halim, menyebutkan hasil panen sorgum di Desa Karangbinangun melimpah ruah. Selain itu, sorgum menjadi komoditas tanaman yang banyak ditanam di Desa Karangbinangun.

“Potensi semacam ini untuk semakin mengembangkan program 1 desa 1 produk,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Lamongan M. Zamroni selaku Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengatakan bahwa produk olahan sorgum merupakan inovasi yang bisa menjadi produk unggulan. Zamroni pun menyatakan akan mendukung sepenuhnya dengan melakukan pembinaan dan penumbuhan IKM berbasis agro.

Saat ini, sudah ada 50 desa yang telah di-support dari keseluruhan 474 desa dalam kegiatan IKM berbasis agro untuk mewujudkan penghasilan tambahan dari sorgum, menurut Zamroni.

Maanfaat sorgum dapat digunakan untuk menambah penghasilan
Manfaat sorgum dapat digunakan untuk menambah penghasilan

Tidak dipungkiri bahwa kedepannya, Disperindag akan memberikan pengarahan untuk perbaikan kemasan dan legalitas usaha. “Produk-produk keseluruhan akan menjadi ikon daerah. Ada banyak desa yang sudah dilatih, dengan harapan besar produk bisa bersaing dengan produk daerah lain dengan memperhatikan kemasan tentunya yang tak kalah penting,” tuturnya.

Nah, itulah artikel pertanian tentang emak-emak di Lamongan yang mendapatkan penghasilan dari sorgum. Bagaimana dengan kamu sobat PTD? Apakah tertarik untuk membudidayakan sorgum?

Klik & Baca: 5 Tips Mujarab dalam Membudidayakan Talas

Dilansir dari : Detik News

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.