Upaya Kementan Untuk Mencetak Eksportir Muda Milenial

Kementerian Pertanian saat ini berupaya untuk terus menumbuhkan bibit-bibit eksportir muda yang berasal dari kaum milenial. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan eksportir yang terjadi di kalangan generasi milenial.

Menurut Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), dilakukannya berbagai cara untuk mendorong kreativitas generasi muda dalam kegiatan meningkatkan produksi yang layak ekspor lewat generasi milenial.

Baca Juga : 4 Langkah Tata Cara Ekspor untuk Pemula

“Kita gerakan petani milenial melalui Balai-Balai Pelatihan Pertanian serta Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) yang Kementan miliki. Kita ciptakan Job Seeker dan Job Creator yang siap mengguncang dunia dengan kreativitas dan produktivitas generasi milenial pertanian Indonesia,” ucap Dedi dalam keterangan tertulis, Kamis (8/8/2019).

Cetak Eksportir Muda Lewat Program Balai Pelatihan Pertanian

Mewujudkan mimpi untuk mencetak petani muda, saat ini Kementerian Pertanian sudah memiliki enam Polbangtan. Diantaranya Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta-Magelang, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa dan Polbangtan Manokwari. Dan sebentar lagi juga akan memiliki Politeknik Engineering Pertanian (PEPI).

Fungsi dari berdirinya Polbangtan dan PEPI merupakan Lembaga Pendidikan vokasi pertanian yang pada dasarnya diarahkan untuk mempersiapkan milenial.

Baca Juga : Manfaat Porang Hingga Ekspor ke Jepang

Tujuannya tentu untuk mempersiapkan para tenaga kerja pertanian (job seeker) maupun menjadi wirausaha pertanian yang menjadi penyedia lapangan kerja. Hal ini karena sudah munculnya paradigma bahwa lulusan tidak lagi berdasarkan jumlahnya (stok) melainkan keinginan pasar (demand driven).

Mencetak petani muda adalah salah satu misi Kementan untuk mewujudkan Lumbung Pangan Dunia 2045

Dedi juga menambahkan, “Balai pelatihan yang kita miliki juga akan didorong untuk mencetak petani-petani muda handal yang siap membantu menambah pundi-pundi devisa negara dengan ekspor produk-produk pertanian,”.

Kaum milenial juga didorong agar dapat meningkatkan diversifikasi atau keragaman komoditi pertanian. Produk yang beragam pun tentu akan dapat dipasarkan lebih luas karena berdasarkan demand driven. Produk tersebut pun boleh dari setengah jadi hingga produk jadi.

Baca Juga : 5 Prinsip Sukses Petani Muda yang Wajib Kamu Ketahui

Dedi juga menjelaskan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas generasi muda pertanian selaras dengan visi Kementerian Pertanian. Visi tersebut untuk meningkatkan produksi dan daya saing pertanian orientasi ekspor serta mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045, berbasis sumber daya lokal, dengan penekanan pada pengembangan komoditas strategis pertanian yaitu padi, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai, sapi, tebu, kakao, kopi dan rempah lainnya.

“Semangat Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menggenjot ekspor produk pertanian perlu kita dukung penuh. Upaya strategis peningkatan dan percepatan ekspor komoditas pertanian menjadi modal bagi bangsa Indonesia. Selain itu kita beruntung bahwa bangsa ini dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, terutama hasil pertanian,” katanya.

Industri 4.0 Harus Dimanfaatkan

Dedi juga menekankan bahwa di era industri 4.0 yang sudah terbuka akan informasi, sistem informasi pertanian dan mekanisasi pertanian dapat dimanfaatkan menjadi alat strategi untuk pengembangan Polbangtan dan PEPI serta balai pelatihan.

Hal ini diupayakan agar menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap teknologi yang siap terjun. Tidak hanya menjadi pekerja, namun bisa menjadi wirausaha bisnis, berorientasi eksportir, dan menjadi agen perubahan dalam pertanian.

“Pengembangan sistem informasi pertanian (ICT, IoT, artificial intelligent) diperuntukkan bagi kepentingan penyebaran informasi baik secara internal maupun secara eksternal. Hal ini dengan maksud memberikan layanan terhadap informasi secara cepat, tepat, akurat dan kekinian yang dapat mendukung institusi dalam pengambilan keputusan,” tutup Dedi.

Nah, itu dia artikel pertanian tentang upaya Kementerian Pertanian untuk mendorong para eksportir muda di kalangan milenial. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Dilansir dari Detik Finance

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Ingin cari info pertanian terlengkap dan terupdate? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.