Manfaat Porang Hingga Ekspor ke Jepang

Apakah kamu pernah melihat tanaman porang sebelumnya? Ataukah kamu belum pernah sama sekali melihatnya? Bagi kamu yang familiar, mungkin ketika melihat porang, akan langsung mengidentifikasi tanaman porang serupa dengan suweg atau walur.

Porang merupakan tanaman yang termasuk ke dalam tumbuhan bermarga Amorphophallus. Jika diperhatikan, kamu akan menemukan bahwa porang tumbuh dengan tangkai tunggal dengan batang bercorak belang hijau dan putih. Tangkai juga menjulurkan cabang-cabang sebagai tangkai daun.

Baca Juga : Kisah Petani Porang, Mantan Pemulung Dengan Omzet Miliaran

Porang hanya bisa tumbuh di bawah pepohonan penyangga seperti kayu jati dan gagal tumbuh bila ditempatkan di areal sawah. Tidak hanya itu, ternyata porang memiliki banyak manfaat loh sobat PTD.

Berbagai Manfaat Porang

Setelah tadi membahas ciri dan bentuk tanaman porang, ternyata porang ini memiliki banyak manfaat loh. Umbi ini memiliki manfaat untuk kesehatan dimana bisa diproduksi sebagai bahan untuk produk kesehatan dan kecantikan Dari manfaatnya ini, tanaman porang menjadi sangat menjanjikan untuk dibudidayakan dan dikomersilkan. Tidak hanya komersil semata, tanaman porang ini juga berpotensi untuk masuk ke pasar ekspor.

Di Desa Bendoasri, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mereka membudidayakan porang dan membangun pasar sendiri dalam pemasaran porang ini. Budidaya porang oleh LMDH Bendo Asri dilakukan di kawasan hutan jati wilayah Perhutani. Lahan itu berada di perbatasan Nganjuk dan Madiun. Di desa tersebut, terlihat banyak pohon jati menjulang dan semak-semak yang rimbun.

Manfaat Porang Hingga Ekspor ke Jepang
Foto : Porang dan segala manfaatnya (Oleh Viva.co.id)

Baca Juga :4 Manfaat Cangkang Telur untuk Tanaman

Dari informasi yang diperoleh, porang banyak digunakan sebagai bahan baku untuk tepung, kosmetik, dan penjernih air. Tidak hanya itu, porang juga dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan lem dan jelly yang sering diekspor ke negeri Sakura, Jepang. Ketua LMDH Artomoro, Rianto mengatakan, manfaat porang banyak sekali. “Untuk bahan dasar obat-obatan, bahan dasar kosmetik, bahan campuran kertas, dan dia punya zat namanya glukomannan dan mengandung banyak karbohidrat nonkolesterol kalau dikonsumsi,” tuturnya.

Total 500 hektare lahan di kawasan hutan Desa Bendoasri digunakan untuk membudidayakan porang. Masa tanam porang yaitu lima bulan sekali. Sekali panen, Rianto mengaku, LMDH menghasilkan 15 ton porang. Petani menjual umbi tumbuhan itu Rp 10 ribu per kg dalam kondisi basah.

Kunjungan Pemerintah ke Desa Pembudidaya Tanaman Porang

Pada minggu 10 Maret 2019, rombongan Gubernur Jawa Timur bersama rombongan VIVA yang masuk ke daerah ini mencapai satu jam lebih. Padahal, rute yang ditempuh tidak sampai 10 km. Dalam kunjungannya, pemerintah Provinsi Jawa Timur berjanji akan menggandeng ahli dari Universitas Brawijaya untuk bersama-sama mengembangkan tanaman porang. Tidak hanya itu, bantuan alat produksi juga akan ikut diberikan.

Baca Juga : Ini Dia 5 Fakultas Pertanian yang Akreditasinya A!

“Tidak banyak diketahui orang manfaatnya, tetapi sebenarnya merupakan komoditas unggulan Jawa Timur, karena hampir 100 persen diekspor,” kata Khofifah. Gubernur Jawa Timur juga berharap dan mengingatkan para petani agar bibit porang tidak terbawa ke luar negeri, “Karena malah negara luar nanti yang berhasil mengembangkannya”, tuturnya.

Disadur dari Viva.co.id

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.