Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani

Jika kita berbicara tentang petani, pasti yang ada pada mindset kita pertama kali adalah orang tua, kotor, dan panas. Memang pada umumnya petani diidentikkan demikian. Namun, lain halnya dengan pria kelahiran Pamekasan tahun 1998 ini, selain dia menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Madura, ia juga memiliki usaha sendiri dalam bidang pertanian.

Pria dengan nama lengkap Feri Agus Yadi ini mengaku bahwa ia telah memulai usahanya sekitar 3 bulan lalu. Ia pun mengatakan bahwa ia tidak sendiri dalam melakukan usahanya itu. Ia dibantu oleh kedua orang tuanya mengingat ia juga seorang mahasiswa dan jarak lahannya pun jauh dari tempat dimana ia kuliah.

Sekitar 2 minggu sekali, ia pulang untuk mengontrol dan mengolah lahannya. Sementara jika ia sedang berada di kampus, ia kontrol melalui via telepon. Adapun komoditas pertanian yang ia budidayakan yaitu kacang panjang, kangkung, dan terong yang ditanam pada lahan dengan luas kurang dari 0,5 hektar dan semua komoditas itu dikelola dengan teknik pertanian organik sederhana.

Mahasiswa yang saat ini tengah duduk di semester 5 Agroteknologi Universitas Trunojoyo ini telah mencintai dunia pertanian sejak kecil. Hal ini karena ia didukung oleh keluarganya yang memang setiap anggota keluarganya memiliki usaha tersendiri dalam bidang pertanian.

Baca: Tak Perlu Malu Jadi Petani Muda

Kebun Kangkung Feri Agus Yadi
Kebun Kangkung Feri Agus Yadi | Sumber: Instagram @feriagusyadi

Awalnya, ketika ia ingin memulai usahanya, ia memiliki satu tujuan yakni ingin membuktikan kepada orang tuanya yang beranggapan bahwa ia tidak bisa sukses dengan usahanya itu. Karena orang tuanya tahu bahwa ia lebih suka meluangkan waktunya untuk sekedar bermain dan melakukan hal lain yang kurang berguna.

Namun, ketika ia duduk di semester 4 lalu, ia mulai berevolusi dan memulai usaha kecil-kecilannya yang hanya bermodalkan Rp. 300.000. Siapa yang dapat menyangka, dengan usaha yang ulet dan tekun itu, ia mampu mendatangkan omset yang luar biasa dalam kurun waktu yang cukup singkat.

Selama menjalani usahanya selama 3 bulan, ia telah bisa membeli 1 buah laptop dari omset penjualannya itu. Jika diuangkan selama 3 bulan, ia bisa memiliki omset sebesar ± Rp. 5.000.000. Omset tersebut ia dapatkan setelah ia menjual hasil pertaniannya kepada masyarakat di sekitar rumahnya atau tukang sayur keliling yang memang sengaja memesan darinya. Selain masih fresh, harganya pun cukup murah jika dibandingkan dengan harga pasaran untuk sayur organik. Itulah keunggulan dari usahanya itu.

Untuk ke depannya, ia semakin ingin mengembangkan usahanya itu. Ia memiliki impian untuk membuat supermarket yang dikhususkan untuk menjual produk-produk pertanian organik.

Baca: Keuntungan dan Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia

Kacang Panjang Hasil Panen dari Kebun Feri Agus Yadi
Kacang Panjang Hasil Panen dari Kebun Feri Agus Yadi | Sumber: Instagram @feriagusyadi

Dengan manajemen waktu yang baik, kini ia semakin gencar untuk mengembangkan usahanya. Salah satu caranya adalah dengan menambah komoditas yang ia tanam. Ia juga melontarkan “Sampai kapanpun, pertanian pasti akan tetap ada karena selama manusia masih hidup, pasti masih memerlukan yang namanya makan”. Kata-kata inilah yang menjadi salah satu pendorong untuk lebih mencintai pertanian terkhusus usahanya itu.

Maka dari itu, kita sebagai generasi muda pada umumnya dan untuk mahasiswa pertanian pada khususnya, jangan malu untuk menjadi seorang petani karena petani merupakan pekerjaan yang akan terus berjaya sampai manusia telah tiada. Kita harus mengubah mindset diatas menjadi mainset Petani Muda Berdasi.

Baca: Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis

Penulis: Ahkmad Zaynuri Alfarizi
Mahasiswa S1 Agribisnis Universitas Trunojoyo


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

2 thoughts on “Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.