Krisis Petani

Indonesia Akan Krisis Petani 15 Tahun Mendatang

Suatu negara dapat dikatakan kuat apabila memiliki ketahanan pangan yang kuat juga. Namun semua itu tidak dapat terjadi apabila para pelaku yaitu petani tidak banyak jumlahnya.

Namun mirisnya, jumlah petani dari tahun ke tahun justru jumlah petani mengalami penyusutan. Prediksi bahwa Indonesia akan mengalami krisis petani terjadi dalam 10-15 tahun mendatang.

Terjadinya krisis petani disebabkan oleh regenerasi para petani muda tidak segencar seperti dulu. Salah satu permasalahan utama mengapa Indonesia mengalami krisis jumlah petani dikarenakan umur petani kebanyakan setengah abad.

Baca Juga : Lemahnya Koordinasi Bibit Pertanian Menjadi Masalah Ketahanan Pangan RI

Arif Satria selaku Rektor Institute Pertanian Bogor menyatakan bahwa umur petani rerata di Indonesia adalah 47 tahun. Penyebab inilah yang menjadikan Indonesia krisis Petani dalam 10-15 tahun mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Arif usai bertemu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di kantornya. Masalah regenerasi petani menjadi topik pertemuan mereka. Arif datang didampingi pengajar, senat dan guru besar IPB.

Tak pelak jika regenerasi petani butuh perhatian serius. Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2019, berdasarkan lapangan pekerjaan utama, ada penurunan pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan.

Bagaimana Data Bahwa Indonesia Mengalami Krisis Petani?

Ulasan yang diberi oleh BPS pada Agustus 2019, tentang jumlah penduduk yang bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan adalah sebanyak 34,58 juta orang. Jumlah ini setara dengan 27,33% dari seluruh lapangan pekerjaan utama).

Pada Agustus 2019 terjadi penurunan sebesar 1,46% atau sebesar 1,12 juta orang dibanding Agustus 2018 yang tercatat 35,70 juta orang.

Syahrul sempat mengatakan persoalan margin di sektor pertanian membuat orang tak tertarik di bisnis ini. Fenomena ini coba diurai, salah satunya dengan penguatan data.

Baca Juga : Melihat Permasalahan Kesetaraan Gender Pertanian 

“Akurasi data menjadi penting untuk mengambil keputusan. Soal data, kita akan terus gali, perkuat, terutama dalam pengembangan generasi petani,” kata Arif.

Untuk membangkitkan gairah semangat para pemuda agar terhindar dari krisis petani, IPB memiliki program untuk menciptakan petani millenial. Program tersebut diwujudkan lewat dua hal, yaitu technopreneur dan sociopreneur, sambung Arif lagi.

Karena itu ia berharap lewat Kementan dapat bekerja sma dengan IPB untuk mengembangkannya lebih jauh. Dan kedepannya lewat kerja sama yang terjalin antara IPB dan Kementan, akan menghasilkan riset road map pertanian.


Indonesia katanya akan mengalami krisis petani, bagaimana kamu melihat hal itu sobat PTD? Yuk mari komentar dibawah ya.

.

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.